BULUH PERINDU ASMARA
PAKET BULU PERINDU YANG MELEGENDA
Solusi asmara anda yang kandas,pacar di ambil orang,cinta bertepuk sebelah tangan, dan semua yang berhubungan dengan asmara ..
Bulu Perindu Asli Kalimantan
khasiatnya antara lain..
pengasihan, pemikat lawan jenis, penarik simpati, disenangi atasan bawahan, pelaris usaha, pelet, cepat dapat jodoh, cocok untuk pria dan wanita dan mudah di bawa-bawa,cukup di letakkan di saku dompet,dan kopiah atau ikat pinggang,
dan sepasang bulu perindu akan di kirim lengkap bersama tata cara penggunaannya dan cara penyimpanannya.
mahar : Rp.300.000
Bulu Perindu dalam kemasan plastik
petunjuk dan tata cara pemakaian akan di kirimkan lengkap bersama paket
Bulu perindu.
Cara penggunaan bulu perindu tanpa minyak :
1.untuk memikat cewek cukup baca mantranya pada tengah malam sambil membayangkan wanita/pria yang di tuju.
2.Bulu Perindu direndam sebentar saja dalam segelas air, lalu air nya di minum kan ke istri/suami, pacar atau orang lain yang sengaja akan anda lunakkan atau dibuat simpati hatinya.
insyallah akan nurut, marah jadi senang, benci jadi rindu.
3. Bulu Perindu di rendam sebentar dalam bak/ember sekitar 1 menit, lalu airnya disiram atau dipercik kan disekitar tempat usaha (spanduk, toples, meja, kursi, pintu, kaca , jendela, pagar toko dll agar laris.
bisa juga diletak kan dalam Hand phone (dibelakang batere) agar bisnis lewat HP lancar, dan siapa saja yang mendengar suara atau membaca sms dari HP anda secara bawah sadar akan terpengaruh kagum dan terpesona.
petunjuk lengkapnya akan kami berikan setelah anda memesan produk kami
Tentang bulu perindu :
Bulu Perindu berbentuk seperti bulu yang agak keras/kaku berasal dari sarang burung elang yang berada di atas pohon - pohon yang paling tinggi di pedalaman pulau kalimantan.
Di tempat aslinya Bulu Perindu ini berfungsi untuk menjaga anak - anak burung elang supaya betah/kerasan tinggal di sarangnya sehingga terhindar dari bahaya jatuh dari atas pohon tinggi tempat sarangnya.
Ciri - ciri keaslian :
Jika di tetesi / dibasahi air dan di letakkan di atas lantai atau sehelai kertas, maka secara menakjub kan Bulu Perindu tersebut akan menggeliat - geliat laksana seekor cacing.
Sepasang Bulu Perindu jika di dekatkan / dipertemukan ujung - ujungnya, secara ajaib akan berangsur - angsur saling menjauh.
Sekedar informasi kami telah megirimkan bulu perindu sampai ke luar negeri,
dan semua produk bebas ongkos kirim kecuali ke luar negeri kena tambahan biaya 150.000,-
Alkisah seekor induk burung Rajawali/Elang, membuat sarang diatas pohon yg sangat tinggi sekali di Gunung Bondang. Ianya sedang mau beranak, dan tak ingin jika sudah melahirkan kelak, anak2nya pada jatuh dan pergi sebelum masanya dia menjadi besar dan kuat. untuk itulah sang induk Rajawali/Elang perlu satu bentuk "pegangan".
Maka mulailah ia mencari-cari, terbang berputar kesana kemari menyusuri sungai, dengan pandangan matanya yg fokus layaknya memiliki Infra Red. Tampaklah akhirnya dari ketinggian, sebentuk kecil tetumbuhan layaknya cacing. Nampak jelas tetumbuhan itu ada diatas air sungai, dan anehnya malah seolah hidup berenang melawan arus sungai yg deras.
Segera sang induk menukik tajam kebawah dan menangkapnya dengan paruhnya. Kemudian dibawa terbang dan diletakkan di sarangnya.
tenangnya. karena ia sangat meyakini, anak2nya akan terjaga dari pengaruh gaib si Bulu Perindu yg ada pada sarangnya tersebut.
Yg dengan bulu perindu itu, anak2nya pada betah dan tidak nakal untuk meloncat kesana kemari, sangat betah betah banget tinggal di sarangnya.
dengan mengunakan jasa JNE, TIKI DAN POS INDONSIA.
paket akan tiba dalam 3 hari kerja dan paling lambat 7 hari kerja.
Jangan tunggu sampai pacar anda lari diambil orang !!!
Harap juga di pahami tidak semua yang memakai bulu perindu ini berhasil, kita hanya berusaha semampu yang kita perbuat dan semuanya tentulah kembali kepada Allah SWT yang mengabulkan semua keinginan dan tugas kita adalah berikhtiar sesuai dengan kemampuan kita.
Tuesday, August 10, 2010
marhaban ya romadhon
marhaban ya romadhon, barang siapa berbahagia dengan datangnya bulan suci ramadhan dg memperbanyak amal ibadah maka ALLOH ta'ala akan mengharamkan jasadnya masuk neraka'
SEMOGA DIBULAN YANG SUCU INI AKAN MEMBUAT KITA SEMAKIN RENDAH DIRI SABAR DAN SELALU TAKUT KEPADA SANG PENCIPTA....
BUATLAH RAMADHA INI MENJADI MOTOR PENGGERAK UNTUK MENINGKATKAN AMALAN-AMALAN YANG BERMANFAAT BAGI SAUDARA-SAUDARA DAN SELURUH KELUARGA BESAR PADEPOKAN HAWA MURNI PRIBADI
WASSALAM
KEL BESAR PADEPOKAN HAWA MURNI
Friday, August 6, 2010
HIJIB RATIB JIMAT
Hizib, juga dieja Hizb adalah kumpulan ayat-ayat Al-Quran, zikir, doa dan shalawat yang disusun dengan tidak menggunakan hawa nafsu yang jelek/ buruk untuk diamalkan dengan membacanya.
Kata Hizib muncul di Al-Quran sebanyak 7 kali, yaitu di dalam Surat Al Maaidah ayat 56 : Dan barang siapa yang menjadikan Allah ta’ala, RosulNya dan orang-orang yang beriman sebagai pemimpin, maka sesungguhnya Golongan (Hizbu) Alloh-lah sebagai pemenang.
Surat Al Kahfi ayat 12 : Kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui manakah diantara kedua golongan (Al hizbaini) itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lamanya mereka tinggal didalam gua itu
Surat Al Mukmiinun ayat 23 dan Surat Ar Ruum ayat 32 : dari orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. setiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan (HIzbin) mereka
Surat Al Fathiir ayat 6 : Sungguh setan itu membawa permusuhan bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh, sesungguhnya mereka mengajak Golongannya (Hizbuhu) agar menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.
Surat Al Mujaadilah ayat 19 : Setan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Alloh ta’ala; mereka itulah golongan (Hizbu) setan. Ketahuilah bahwa golongan (Hizba) setan lah yang merugi.
Surat Mujadiilaah ayat 22 : Engkau tidak akan mendapatkan satu kaum yang beriman kepada Allah ta’ala dan kepada hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya, sekalipun orang-orang itu bapaknya, anaknya, saudaranya atau keluarganya. Mereka itulah orang-orang yang didalam hatinya telah ditanamkan Allah keimanan dan Allah telah menguatkan mereka dengan pertolongan/ ruh yang datang dari Dia. Lalu dimasukkannya mereka kedalam syurga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, mereka kekal didalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha. Merekalah golongan (Hizbu) Allah. Ingatlah sesungguhnya golongan (Hizba) Allah-lah yang beruntung
Secara harfiah Hizib dapat diartikan sebagai golongan, atau kelompok bahkan ada yang mengartikan sebgai tentara. Berbagai Hizib popular di kalangan masyarakat Melayu di Indonesia dan Malaysia dan penyusun Hizib selalu dikaitkan dengan tokoh pengasas atau pemimpin aliran tasawuf, sufi atau tarekat.
Tujuan asal Hizib adalah untuk diamalkan agar diri seseorang menjadi dekat dengan Allah dalam arti kata Allah akan meredai orang yang mengamal Hizib tersebut. Ini kerana Hizib adalah juga kategori doa atau zikir yang bertujuan memperkuat tauhid pengamal tersebut.
Terdapat pelbagai Hizb yang di susun oleh para imam-imam atau guru-guru tariqah, dan semua hizb ini secara langsung atau tidak bersumber dari ayat-ayat Al-Quran dan dalil-dalil dari Hadis Nabi. Tidak kurang pula yang di terima oleh para penyusun hizb ini langsung dari Rasulallah samada dalam keadaan sadar (yaqazatan) atau dalam mimpi (ru’yah).
Antara yang masyhur ialah Hizib Bahar oleh As-sayyid asy-Sayiakh Abil Hasan Asy-Syadzili, Hizib Nasar oleh Syaikh Abil Hasan Asy-Syadzili, juga oleh Al-Imam Abdullah bin Alawi Al-Haddad. Hizib An-Nawawi oleh Al-Imam An-Nawawi
Hizib Wiqayah oleh Ibn Arabi, Hizib Autad dan sebagainya.
Di dalam kelompok pengamal ilmu persilatan, ilmu kerohanian atau ilmu kebatinan, Hizib diamalkan untuk memohon pertolongan Allah atau untuk menjadikan diri seseorang itu kuat dan untuk berbagai hajat lagi.
Selain Hizib kita mengenal istilah Ratib (bahasa Arab) yaitu berulang-ulang mengucapkan kalimat pujian kepada Allah. Di Asia Tenggara, Ratib juga bermakna kumpulan zikir, salawat dan doa yang disusun oleh seseorang tokoh ulamak dan dijadikan amalan dengan membacanya. Ratib dengan makna khusus ini biasanya diberikan nama bersempena nama penyusun atau nama keturunan penyusun Ratib tersebut. Ada juga yang mengatakan bahawa Ratib adalah kumpulan zikir yang lebih ringkas daripada wirid.
Di antara contoh Ratib yang popular di Asia Tenggara adalah seperti berikut:
1. Ratib Al Haddad oleh Al-Imam Abdullah bin Alawi Al-Haddad
2. Ratib Al Attas oleh Al-Imam Umar bin Abd Ar-Rahman Al-Attas
3. Ratib Al-Idrus oleh Al-Habib Abdullah Al-Idrus
3. Ratib Qadiriyah oleh As-Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani
Berbeda dengan Hizib, ratib biasanya pendek dan ayat-ayat Al-Quran yang terkandung jarang mencapai satu ‘ain tetapi hanyalah satu atau dua potong ayat saja.
Amalan Hizib dan Ucapan Syeikh Abu-l Hassan Al Syadzili
Tidak berbeda dengan tradisi di Timur Tengah,pengamalan tareqat ini di Nusantara dalam banyak tempat lebih bersifat individual, dan pengikutnya relatif jarang dijumpai,tidak seperti para pengamal Tariqat-tariqat Naqsyabandiah, Qadiriah atau Ahmadiah Idrisiah. Dalam praktiknya, kebanyakan para anggotanya hanya membaca secara individual rangaian-rangkaian doa yang panjang (hizb), dan diyakini mempunyai kelebihan-kelebihan spiritual. Para pengamal tariqat ini mempelajari berbagai hizib (jamak ahzab), paling tidak idealnya, melalui pengajaran (talkin) yang diberikan oleh seorang guru yang mursyid dan dapat memelihara hubungan tertentu dengan guru tersebut, walaupun hampir tidak merasakan dirinya sebagai seorang anggota dari sebuah tareqat.
Hizb al-Bahr, Hizb Nashr, disamping Hizb al-Hafidzah, merupakan antara Hizib yang sangat terkenal dari as-Syadzilli. Menurut laporan, hizib ini disampaikan kepadanya oleh Nabi SAW. sendiri. Hizib ini dinilai mempunyai kekuatan adikodrati, yang terutama dugunakan untuk melindungi selama dalam perjalanan. Ibnu Batutah menggunakan doa-doa tersebut selama perjalanan-perjalanan panjangnya, dan berhasil. Dan di Nusantara, dimana doa ini diamalkan secara luas, secara umum dipercaya bahwa kegunaan spiritual doa ini hanya dapat diperolehi dengan berpuasa atau bermujahadah dibawah bimbingan guru.
Hizib-hizib dalam Tareqat Syadzilliyah, juga digunakan oleh anggota tareqat lain untuk memohon perlindungan tambahan (Istighotsah), dan berbagai kekuatan hikmah, seperti yang diamalkan oleh pengikut-pengikut Tareqat Ahmadiah Idrisiah, Rifai’yah dan Qadiriyah. Mereka yang ahli mengatakan bahwa hizib, bukanlah doa yang sederhana, ia secara kebaktian tidak begitu mendalam; tapi lebih merupakan doa-doa perlindungan mengandungi Nama-nama Allah Yang Agung (Ism Allah A’zhim) serta ayat-ayat al-Quran dan, apabila dilantunkan secara benar, akan mengalirkan berkah dan menghasilkan tindakbalas luar biasa. Mengenai penggunaan hizib, wirid, dan doa, para syeikh tareqat biasanya tidak keberatan bila doa-doa, hizib-hizib (Azhab), dan wirid-wirid dalam tareqat dipelajari oleh setiap muslim untuk tujuan peribadi. Akan tetapi mereka tidak bersetuju murid-murid mereka mengamalkannya tanpa keizinan.
Tareqat ini mempunyai pengaruh yang besar di dunia Islam. Sekarang tariqat ini terdapat di Afrika Utara, Mesir, Kenya, dan Tanzania Tengah, India, Sri Lanka, Indonesia, Malaysia dan beberapa tempat yang lainnya termasuk di Amerika Barat dan Amerika Utara. Di Mesir yang merupakan awal mula penyebaran tareqat ini, tareqat ini mempunyai beberapa cabang, yakitu: al-Qasimiyyah, al- Madaniyyah, al-Idrisiyyah, as-Salamiyyah, al-Handusiyyah, al-Qauqajiyyah, al-Faidiyyah, al-Jauhariyyah, al-Wafaiyyah, al-Azmiyyah, al-Hamidiyyah, al-Faisiyyah dan al- Hasyimiyyah.
Yang menarik dari falsafah tasawuf Asy-Syadzily, kandungan makna hakiki dari Hizib-hizib itu, memberikan penekanan simbolik mengenai ajaran utama dari tasawuf atau Tarikat Syadziliyah. Jadi tidak sekadar doa belaka, melainkan juga mengandung doktrin sufistik yang sangat hebat.
Di antara Ucapan Syeikh Abul Hasan asy-Syadzili:
1. Penglihatan akan yang Haqq telah mewujud atasku, dan takkan meninggalkan aku, dan lebih kuat dari apa yang dapat dipikul, sehingga aku bermohon kepada Tuhan agar memasang sebuah tirai antara aku dan Dia. Kemudian sebuah suara memanggilku, katanya ” Jika kau memohon kepada-Nya yang tahu bagaimana memohon kepada-Nya, maka Dia tidak akan memasang tirai antara kau dan Dia. Namun memohonlah kepada-Nya untuk membuat mu kuat memiliki-Nya.”Maka akupun memohon kekuatan dari Dia dan Dia pun membuatku kuat, segala puji bagi Tuhan!
2. Aku dipesan oleh guruku (Abdus Salam ibn Masyisy ra): “Jangan anda melangkahkan kaki kecuali untuk sesuatu yang dapat mendatangkn keredhaan Allah, dan jangan duduk dimajlis kecuali yang aman dari murka Allah. Jangan bersahabat kecuali dengan orang yang membantu berbuat taat kepada Allah. Jangan memilih sahabat karib kecuali orang yang menambah keyakinanmu terhadap Allah.”
3. Seorang wali tidak akan sampai kepada Allah selama ia masih ada syahwat atau usaha ikhtiar sendiri.
4. Janganlah yang menjadi tujuan doamu itu adalah keinginan tercapainya hajat keperluanmu. Dengan demikian engkau hanya terhijab dari Allah. Yang harus menjadi tujuan dari doamu adalah untuk bermunajat kepada Allah yang memeliharamu dari-Nya.
5. Seorang arif adalah orang yang megetahui rahsia-rahsia kurniaan Allah di dalam berbagai-bagai macam bala’ yang menimpanya sehari-hari, dan mengakui kesalahan-kesalahannya didalam lingkungan belas kasih Allah kepadanya.
6. Sedikit amal dengan mengakui kurnia Allah, lebih baik dari banyak amal dengan terus merasa kurang beramal.
7. Andaikan Allah membuka nur (cahaya) seorang mukmin yang berbuat dosa, nescaya ini akan memenuhi antara langit dan bumi, maka bagaimanakah kiranya menjelaskan : “Andaikan Allah membuka hakikat kewalian seorang wali, niscaya ia akan disembah, sebab ia telah mengenangkan sifat-sifat Allah SWT.
MENGAMALKANNYA HIZIB DIPERLUKAN IJAZAH?
Kapsul, atau tablet, tentu tidak mempunyai dosis yang sama. Demikian juga dosis obat antibiotik dan vitamin. Jika yang satu bisa diminum sehari tiga kali, yang lain mungkin hanya boleh diminum satu kali dalam sehari. Bahkan vitamin, yang jelas-jelas berguna, pun jika diminum melebihi dosis yang ditentukan dokter; efeknya akan berakibat buruk bagi tubuh. Badan bisa meriang atau bahkan keracunan. Begitu pula halnya dengan hizib dan ratib.
Hizib dan ratib, dilihat dari susunannya, sebenarnya sama. Yakni, sama-sama kumpulan ayat, dzikir; dan doa yang dipilih dan disusun oleh ulama salafush shalih yang termasyhur sebagai waliyullah (Kekasih Allah). Yang membedakan suatu ratib dengan ratib lain, atau hizib dan hizib lain, adalah asrar yang terkandung dalam setiap rangkaian ayat, doa, atau kutipan hadits, yang disesuaikan dengan waqi’iyyah (latar belakang penyusunan)-nya.
Namun, meski muncul pada waqi’ yang sama dan oleh penyusun yang sama, ratib sejak awal dirancang oleh para awliya untuk konsumsi umum, meski tetap mustajab. Semua orang bisa mengamalkan untuk memperkuat benteng dirinya, bahkan tanpa perlu ijazah. Meski tentu jika dengan ijazah lebih afdhal.
Sementara hizib, sejak awal dirancang untuk kalangan tertentu yang oleh sang wali (penyusun-red) dianggap memiliki kemampuan lebih, karena itu mengandung dosis yang sangat tinggi. Hizib juga biasanya mengandung banyak sirr (rahasia) yang tidak mudah dipahami oleh orang awam, seperti kutipan ayat yang isinya terkadang seperti tidak terkait dengan rangkaian doa sebelumnya padahal yang terkait adalah asbabun nuzul-nya. Hizib juga biasanya mengandung lebih banyak ismul a’zham (asma Allah yang agung), yang tidak ada dalam ratib.
Dan yang pasti, hizib tidak disusun berdasarkan keinginan sang ulama, karena hizib rata-rata merupakan ilham dari Allah SWT: Ada juga yang mendapatkannya langsung dari Rasulullah SAW seperti Hizbul Bahr, yang disusun oleh Syaikh Abul Hasan Ali Asy-Syadzili.rhm Karena itulah, hizib mempunyai fadhilah dan khasiat yang luar biasa.
Selain itu, ada juga syarat usia yang cukup bagi pengamal hizib. Sebab orang yang sudah mengamalkan hizib biasanya tidak lepas dari ujian. Ada yang hatinya mudah panas, sehingga cepat marah. Ada yang, karena Allah SWT, menampakkan salah satu hizibnya dalam bentuk kehebatan, lalu pengamalnya kehilangan kontrol terhadap hatinya dan menjadi sombong. Ada juga yang berpengaruh ke rizqi, yang selalu terasa panas sehingga sering menguap tanpa bekas, dan sebagainya.
Karena itu pula diperlukan ijazah dari seorang ulama yang benar-benar mumpuni dalam arti mempunyai sanad ijazah hizib tersebut yang bersambung dan mengerti dosis hizib. Selain itu juga diperlukan guru yang shalih yang mengerti ilmu hati untuk mendampingi dan ikut membantu si pengamal dalam menata hati dan menghindari efek negatif hizib.
BAGIAN ILMU HIKMAH
Ada satu lagi yang termasuk Khoriqul adah, yaitu kelebihan yang diberikan Allah didasari dari laku riyadhoh atau membaca wirid tertentu dengan dosis yang ditentukan pula, ilmu ini sering disebut ; ilmu hikmah, maka ilmu ini bisa dicapai atau dimiliki oleh siapapun, tidak memerlukan bakat khusus, siapa yang memenuhi persyaratan dan melaksanakan tata-caranya, dia akan memperolehnya.
Ada yang berpendapat, bahwa ilmu hikmah itu bukan bagian dari tasawuf, meskipun ada ulama-ulama sufi yang memberikan ilmu hikmah, ilmu hikmah bisa berupa do’a atau wirid-wirid semacam hizib, asma atau berupa wifiq\wafak ( rajah-rajah berupa angka maupun huruf hijaiyyah ).
Ulama-ulama yang menerangkan tentang ilmu hikmah ini semisal ; Syaikh Ali al-Buny dengan kitab man’baul hikmah yang masyhur, Abi hasan as-Syadzili dengan kitab Sirrul jalil yang membuat juga HIZIB NASHR yang melegenda.
HIZIB DAN JIMAT
Mengamalkan doa-doa, hizib dan memakai azimat pada dasanya tidak lepas dari ikhtiar atau usaha seorang hamba, yang dilakukan dalam bentuk doa kepada Allah SWT. Jadi sebenanya, membaca hizib, dan memakai azimat, tidak lebih sebagai salah satu bentuk doa kepada Allah SWT. Dan Allah SWT sangat menganjurkan seorang hamba untuk berdoa kepada-Nya. Allah SWT berfirman:
اُدْعُوْنِيْ أَسْتَجِبْ لَكُمْ
‘Berdoalah kamu, niscya Aku akan mengabulkannya untukmu. (QS al-Mu’min: 60)
Ada beberapa dalil dari hadits Nabi yang menjelaskan kebolehan ini. Di antaranya adalah:
عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ الأشْجَعِي، قَالَ:” كُنَّا نَرْقِيْ فِيْ الجَاهِلِيَّةِ، فَقُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ كَيْفَ تَرَى فِي ذَلِكَ؟ فَقَالَ: اعْرِضُوْا عَلَيّ رُقَاكُمْ، لَا بَأْسَ بِالرُّقَى مَا لَمْ يَكُنْ فِيْهِ شِرْكٌ
Dari Auf bin Malik al-Asja’i, ia meriwayatkan bahwa pada zaman Jahiliyah, kita selalu membuat azimat (dan semacamnya). Lalu kami bertanya kepada Rasulullah, bagaimana pendapatmu (ya Rasul) tentang hal itu. Rasul menjawab, ”Coba tunjukkan azimatmu itu padaku. Membuat azimat tidak apa-apa selama di dalamnya tidak terkandung kesyirikan.” (HR Muslim [4079]).
Dalam At-Thibb an-Nabawi, al-Hafizh al-Dzahabi menyitir sebuah hadits:
Dari Abdullah bin Umar, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, ”Apabila salah satu di antara kamu bangun tidur, maka bacalah (bacaan yang artinya) Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah SWT yang sempurna dari kemurkaan dan siksaan-Nya, dari perbuatan jelek yang dilakukan hamba-Nya, dari godaan syetan serta dari kedatangannya padaku. Maka syetan itu tidak akan dapat membahayakan orang tersebut.” Abdullah bin Umar mengajarkan bacaan tersebut kepada anakanaknya yang baligh. Sedangkan yang belum baligh, ia menulisnya pada secarik kertas, kemudian digantungkan di lehernya. (At-Thibb an-Nabawi, hal 167).
Dengan demikian, hizib atau azimat dapat dibenarkan dalam agama Islam. Memang ada hadits yang secara tekstual mengindikasikan keharaman meoggunakan azimat, misalnya:
عَنْ عَبْدِ اللهِ قاَلَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إنَّ الرُّقًى وَالتَّمَائِمَ وَالتَّوَالَةَ شِرْكٌ
Dari Abdullah, ia berkata, Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, “’Sesungguhnya hizib, azimat dan pelet, adalah perbuatan syirik.” (HR Ahmad [3385]).
Mengomentari hadits ini, Ibnu Hajar, salah seorang pakar ilmu hadits kenamaan, serta para ulama yang lain mengatakan:
“Keharaman yang terdapat dalam hadits itu, atau hadits yang lain, adalah apabila yang digantungkan itu tidak mengandung Al-Qur’an atau yang semisalnya. Apabila yang digantungkan itu berupa dzikir kepada Allah SWT, maka larangan itu tidak berlaku. Karena hal itu digunakan untuk mengambil barokah serta minta perlindungan dengan Nama Allah SWT, atau dzikir kepado-Nya.” (Faidhul Qadir, juz 6 hal 180-181)
lnilah dasar kebolehan membuat dan menggunakan amalan, hizib serta azimat. Karena itulah para ulama salaf semisal Imam Ahmad bin Hanbal dan Ibnu Taimiyyah juga membuat azimat.
A-Marruzi berkata, ”Seorang perempuan mengadu kepada Abi Abdillah Ahmad bin Hanbal bahwa ia selalu gelisah apabila seorang diri di rumahnya. Kemudian Imam Ahmad bin Hanbal menulis dengan tangannya sendiri, basmalah, surat al-Fatihah dan mu’awwidzatain (surat al-Falaq dan an-Nas).” Al-Marrudzi juga menceritakan tentang Abu Abdillah yang menulis untuk orang yang sakit panas, basmalah, bismillah wa billah wa Muthammad Rasulullah, QS. al-Anbiya: 69-70, Allahumma rabbi jibrila dst. Abu Dawud menceritakan, “Saya melihat azimat yang dibungkus kulit di leher anak Abi Abdillah yang masih kecil.” Syaikh Taqiyuddin Ibnu Taimiyah menulis QS Hud: 44 di dahinya orang yang mimisan (keluar darah dati hidungnya), dst.” (Al-Adab asy-Syar’iyyah wal Minah al-Mar’iyyah, juz II hal 307-310)
Namun tidak semua doa-doa dan azimat dapat dibenarkan. Setidaknya, ada tiga ketentuan yang harus diperhatikan.
1. Harus menggunakan Kalam Allah SWT, Sifat Allah, Asma Allah SWT ataupun sabda Rasulullah SAW
2. Menggunakan bahasa Arab ataupun bahasa lain yang dapat dipahami maknanya.
3. Tertanam keyakinan bahwa ruqyah itu tidak dapat memberi pengaruh apapun, tapi (apa yang diinginkan dapat terwujud) hanya karena takdir Allah SWT. Sedangkan doa dan azimat itu hanya sebagai salah satu sebab saja.” (Al-Ilaj bir-Ruqa minal Kitab was Sunnah, hal 82-83).
HIJIB RATIB JIMAT
Hizib, juga dieja Hizb adalah kumpulan ayat-ayat Al-Quran, zikir, doa dan shalawat yang disusun dengan tidak menggunakan hawa nafsu yang jelek/ buruk untuk diamalkan dengan membacanya.
Kata Hizib muncul di Al-Quran sebanyak 7 kali, yaitu di dalam Surat Al Maaidah ayat 56 : Dan barang siapa yang menjadikan Allah ta’ala, RosulNya dan orang-orang yang beriman sebagai pemimpin, maka sesungguhnya Golongan (Hizbu) Alloh-lah sebagai pemenang.
Surat Al Kahfi ayat 12 : Kemudian Kami bangunkan mereka, agar Kami mengetahui manakah diantara kedua golongan (Al hizbaini) itu yang lebih tepat dalam menghitung berapa lamanya mereka tinggal didalam gua itu
Surat Al Mukmiinun ayat 23 dan Surat Ar Ruum ayat 32 : dari orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. setiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan (HIzbin) mereka
Surat Al Fathiir ayat 6 : Sungguh setan itu membawa permusuhan bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh, sesungguhnya mereka mengajak Golongannya (Hizbuhu) agar menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.
Surat Al Mujaadilah ayat 19 : Setan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Alloh ta’ala; mereka itulah golongan (Hizbu) setan. Ketahuilah bahwa golongan (Hizba) setan lah yang merugi.
Surat Mujadiilaah ayat 22 : Engkau tidak akan mendapatkan satu kaum yang beriman kepada Allah ta’ala dan kepada hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya, sekalipun orang-orang itu bapaknya, anaknya, saudaranya atau keluarganya. Mereka itulah orang-orang yang didalam hatinya telah ditanamkan Allah keimanan dan Allah telah menguatkan mereka dengan pertolongan/ ruh yang datang dari Dia. Lalu dimasukkannya mereka kedalam syurga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, mereka kekal didalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha. Merekalah golongan (Hizbu) Allah. Ingatlah sesungguhnya golongan (Hizba) Allah-lah yang beruntung
Secara harfiah Hizib dapat diartikan sebagai golongan, atau kelompok bahkan ada yang mengartikan sebgai tentara. Berbagai Hizib popular di kalangan masyarakat Melayu di Indonesia dan Malaysia dan penyusun Hizib selalu dikaitkan dengan tokoh pengasas atau pemimpin aliran tasawuf, sufi atau tarekat.
Tujuan asal Hizib adalah untuk diamalkan agar diri seseorang menjadi dekat dengan Allah dalam arti kata Allah akan meredai orang yang mengamal Hizib tersebut. Ini kerana Hizib adalah juga kategori doa atau zikir yang bertujuan memperkuat tauhid pengamal tersebut.
Terdapat pelbagai Hizb yang di susun oleh para imam-imam atau guru-guru tariqah, dan semua hizb ini secara langsung atau tidak bersumber dari ayat-ayat Al-Quran dan dalil-dalil dari Hadis Nabi. Tidak kurang pula yang di terima oleh para penyusun hizb ini langsung dari Rasulallah samada dalam keadaan sadar (yaqazatan) atau dalam mimpi (ru’yah).
Antara yang masyhur ialah Hizib Bahar oleh As-sayyid asy-Sayiakh Abil Hasan Asy-Syadzili, Hizib Nasar oleh Syaikh Abil Hasan Asy-Syadzili, juga oleh Al-Imam Abdullah bin Alawi Al-Haddad. Hizib An-Nawawi oleh Al-Imam An-Nawawi
Hizib Wiqayah oleh Ibn Arabi, Hizib Autad dan sebagainya.
Di dalam kelompok pengamal ilmu persilatan, ilmu kerohanian atau ilmu kebatinan, Hizib diamalkan untuk memohon pertolongan Allah atau untuk menjadikan diri seseorang itu kuat dan untuk berbagai hajat lagi.
Selain Hizib kita mengenal istilah Ratib (bahasa Arab) yaitu berulang-ulang mengucapkan kalimat pujian kepada Allah. Di Asia Tenggara, Ratib juga bermakna kumpulan zikir, salawat dan doa yang disusun oleh seseorang tokoh ulamak dan dijadikan amalan dengan membacanya. Ratib dengan makna khusus ini biasanya diberikan nama bersempena nama penyusun atau nama keturunan penyusun Ratib tersebut. Ada juga yang mengatakan bahawa Ratib adalah kumpulan zikir yang lebih ringkas daripada wirid.
Di antara contoh Ratib yang popular di Asia Tenggara adalah seperti berikut:
1. Ratib Al Haddad oleh Al-Imam Abdullah bin Alawi Al-Haddad
2. Ratib Al Attas oleh Al-Imam Umar bin Abd Ar-Rahman Al-Attas
3. Ratib Al-Idrus oleh Al-Habib Abdullah Al-Idrus
3. Ratib Qadiriyah oleh As-Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani
Berbeda dengan Hizib, ratib biasanya pendek dan ayat-ayat Al-Quran yang terkandung jarang mencapai satu ‘ain tetapi hanyalah satu atau dua potong ayat saja.
Amalan Hizib dan Ucapan Syeikh Abu-l Hassan Al Syadzili
Tidak berbeda dengan tradisi di Timur Tengah,pengamalan tareqat ini di Nusantara dalam banyak tempat lebih bersifat individual, dan pengikutnya relatif jarang dijumpai,tidak seperti para pengamal Tariqat-tariqat Naqsyabandiah, Qadiriah atau Ahmadiah Idrisiah. Dalam praktiknya, kebanyakan para anggotanya hanya membaca secara individual rangaian-rangkaian doa yang panjang (hizb), dan diyakini mempunyai kelebihan-kelebihan spiritual. Para pengamal tariqat ini mempelajari berbagai hizib (jamak ahzab), paling tidak idealnya, melalui pengajaran (talkin) yang diberikan oleh seorang guru yang mursyid dan dapat memelihara hubungan tertentu dengan guru tersebut, walaupun hampir tidak merasakan dirinya sebagai seorang anggota dari sebuah tareqat.
Hizb al-Bahr, Hizb Nashr, disamping Hizb al-Hafidzah, merupakan antara Hizib yang sangat terkenal dari as-Syadzilli. Menurut laporan, hizib ini disampaikan kepadanya oleh Nabi SAW. sendiri. Hizib ini dinilai mempunyai kekuatan adikodrati, yang terutama dugunakan untuk melindungi selama dalam perjalanan. Ibnu Batutah menggunakan doa-doa tersebut selama perjalanan-perjalanan panjangnya, dan berhasil. Dan di Nusantara, dimana doa ini diamalkan secara luas, secara umum dipercaya bahwa kegunaan spiritual doa ini hanya dapat diperolehi dengan berpuasa atau bermujahadah dibawah bimbingan guru.
Hizib-hizib dalam Tareqat Syadzilliyah, juga digunakan oleh anggota tareqat lain untuk memohon perlindungan tambahan (Istighotsah), dan berbagai kekuatan hikmah, seperti yang diamalkan oleh pengikut-pengikut Tareqat Ahmadiah Idrisiah, Rifai’yah dan Qadiriyah. Mereka yang ahli mengatakan bahwa hizib, bukanlah doa yang sederhana, ia secara kebaktian tidak begitu mendalam; tapi lebih merupakan doa-doa perlindungan mengandungi Nama-nama Allah Yang Agung (Ism Allah A’zhim) serta ayat-ayat al-Quran dan, apabila dilantunkan secara benar, akan mengalirkan berkah dan menghasilkan tindakbalas luar biasa. Mengenai penggunaan hizib, wirid, dan doa, para syeikh tareqat biasanya tidak keberatan bila doa-doa, hizib-hizib (Azhab), dan wirid-wirid dalam tareqat dipelajari oleh setiap muslim untuk tujuan peribadi. Akan tetapi mereka tidak bersetuju murid-murid mereka mengamalkannya tanpa keizinan.
Tareqat ini mempunyai pengaruh yang besar di dunia Islam. Sekarang tariqat ini terdapat di Afrika Utara, Mesir, Kenya, dan Tanzania Tengah, India, Sri Lanka, Indonesia, Malaysia dan beberapa tempat yang lainnya termasuk di Amerika Barat dan Amerika Utara. Di Mesir yang merupakan awal mula penyebaran tareqat ini, tareqat ini mempunyai beberapa cabang, yakitu: al-Qasimiyyah, al- Madaniyyah, al-Idrisiyyah, as-Salamiyyah, al-Handusiyyah, al-Qauqajiyyah, al-Faidiyyah, al-Jauhariyyah, al-Wafaiyyah, al-Azmiyyah, al-Hamidiyyah, al-Faisiyyah dan al- Hasyimiyyah.
Yang menarik dari falsafah tasawuf Asy-Syadzily, kandungan makna hakiki dari Hizib-hizib itu, memberikan penekanan simbolik mengenai ajaran utama dari tasawuf atau Tarikat Syadziliyah. Jadi tidak sekadar doa belaka, melainkan juga mengandung doktrin sufistik yang sangat hebat.
Di antara Ucapan Syeikh Abul Hasan asy-Syadzili:
1. Penglihatan akan yang Haqq telah mewujud atasku, dan takkan meninggalkan aku, dan lebih kuat dari apa yang dapat dipikul, sehingga aku bermohon kepada Tuhan agar memasang sebuah tirai antara aku dan Dia. Kemudian sebuah suara memanggilku, katanya ” Jika kau memohon kepada-Nya yang tahu bagaimana memohon kepada-Nya, maka Dia tidak akan memasang tirai antara kau dan Dia. Namun memohonlah kepada-Nya untuk membuat mu kuat memiliki-Nya.”Maka akupun memohon kekuatan dari Dia dan Dia pun membuatku kuat, segala puji bagi Tuhan!
2. Aku dipesan oleh guruku (Abdus Salam ibn Masyisy ra): “Jangan anda melangkahkan kaki kecuali untuk sesuatu yang dapat mendatangkn keredhaan Allah, dan jangan duduk dimajlis kecuali yang aman dari murka Allah. Jangan bersahabat kecuali dengan orang yang membantu berbuat taat kepada Allah. Jangan memilih sahabat karib kecuali orang yang menambah keyakinanmu terhadap Allah.”
3. Seorang wali tidak akan sampai kepada Allah selama ia masih ada syahwat atau usaha ikhtiar sendiri.
4. Janganlah yang menjadi tujuan doamu itu adalah keinginan tercapainya hajat keperluanmu. Dengan demikian engkau hanya terhijab dari Allah. Yang harus menjadi tujuan dari doamu adalah untuk bermunajat kepada Allah yang memeliharamu dari-Nya.
5. Seorang arif adalah orang yang megetahui rahsia-rahsia kurniaan Allah di dalam berbagai-bagai macam bala’ yang menimpanya sehari-hari, dan mengakui kesalahan-kesalahannya didalam lingkungan belas kasih Allah kepadanya.
6. Sedikit amal dengan mengakui kurnia Allah, lebih baik dari banyak amal dengan terus merasa kurang beramal.
7. Andaikan Allah membuka nur (cahaya) seorang mukmin yang berbuat dosa, nescaya ini akan memenuhi antara langit dan bumi, maka bagaimanakah kiranya menjelaskan : “Andaikan Allah membuka hakikat kewalian seorang wali, niscaya ia akan disembah, sebab ia telah mengenangkan sifat-sifat Allah SWT.
MENGAMALKANNYA HIZIB DIPERLUKAN IJAZAH?
Kapsul, atau tablet, tentu tidak mempunyai dosis yang sama. Demikian juga dosis obat antibiotik dan vitamin. Jika yang satu bisa diminum sehari tiga kali, yang lain mungkin hanya boleh diminum satu kali dalam sehari. Bahkan vitamin, yang jelas-jelas berguna, pun jika diminum melebihi dosis yang ditentukan dokter; efeknya akan berakibat buruk bagi tubuh. Badan bisa meriang atau bahkan keracunan. Begitu pula halnya dengan hizib dan ratib.
Hizib dan ratib, dilihat dari susunannya, sebenarnya sama. Yakni, sama-sama kumpulan ayat, dzikir; dan doa yang dipilih dan disusun oleh ulama salafush shalih yang termasyhur sebagai waliyullah (Kekasih Allah). Yang membedakan suatu ratib dengan ratib lain, atau hizib dan hizib lain, adalah asrar yang terkandung dalam setiap rangkaian ayat, doa, atau kutipan hadits, yang disesuaikan dengan waqi’iyyah (latar belakang penyusunan)-nya.
Namun, meski muncul pada waqi’ yang sama dan oleh penyusun yang sama, ratib sejak awal dirancang oleh para awliya untuk konsumsi umum, meski tetap mustajab. Semua orang bisa mengamalkan untuk memperkuat benteng dirinya, bahkan tanpa perlu ijazah. Meski tentu jika dengan ijazah lebih afdhal.
Sementara hizib, sejak awal dirancang untuk kalangan tertentu yang oleh sang wali (penyusun-red) dianggap memiliki kemampuan lebih, karena itu mengandung dosis yang sangat tinggi. Hizib juga biasanya mengandung banyak sirr (rahasia) yang tidak mudah dipahami oleh orang awam, seperti kutipan ayat yang isinya terkadang seperti tidak terkait dengan rangkaian doa sebelumnya padahal yang terkait adalah asbabun nuzul-nya. Hizib juga biasanya mengandung lebih banyak ismul a’zham (asma Allah yang agung), yang tidak ada dalam ratib.
Dan yang pasti, hizib tidak disusun berdasarkan keinginan sang ulama, karena hizib rata-rata merupakan ilham dari Allah SWT: Ada juga yang mendapatkannya langsung dari Rasulullah SAW seperti Hizbul Bahr, yang disusun oleh Syaikh Abul Hasan Ali Asy-Syadzili.rhm Karena itulah, hizib mempunyai fadhilah dan khasiat yang luar biasa.
Selain itu, ada juga syarat usia yang cukup bagi pengamal hizib. Sebab orang yang sudah mengamalkan hizib biasanya tidak lepas dari ujian. Ada yang hatinya mudah panas, sehingga cepat marah. Ada yang, karena Allah SWT, menampakkan salah satu hizibnya dalam bentuk kehebatan, lalu pengamalnya kehilangan kontrol terhadap hatinya dan menjadi sombong. Ada juga yang berpengaruh ke rizqi, yang selalu terasa panas sehingga sering menguap tanpa bekas, dan sebagainya.
Karena itu pula diperlukan ijazah dari seorang ulama yang benar-benar mumpuni dalam arti mempunyai sanad ijazah hizib tersebut yang bersambung dan mengerti dosis hizib. Selain itu juga diperlukan guru yang shalih yang mengerti ilmu hati untuk mendampingi dan ikut membantu si pengamal dalam menata hati dan menghindari efek negatif hizib.
BAGIAN ILMU HIKMAH
Ada satu lagi yang termasuk Khoriqul adah, yaitu kelebihan yang diberikan Allah didasari dari laku riyadhoh atau membaca wirid tertentu dengan dosis yang ditentukan pula, ilmu ini sering disebut ; ilmu hikmah, maka ilmu ini bisa dicapai atau dimiliki oleh siapapun, tidak memerlukan bakat khusus, siapa yang memenuhi persyaratan dan melaksanakan tata-caranya, dia akan memperolehnya.
Ada yang berpendapat, bahwa ilmu hikmah itu bukan bagian dari tasawuf, meskipun ada ulama-ulama sufi yang memberikan ilmu hikmah, ilmu hikmah bisa berupa do’a atau wirid-wirid semacam hizib, asma atau berupa wifiq\wafak ( rajah-rajah berupa angka maupun huruf hijaiyyah ).
Ulama-ulama yang menerangkan tentang ilmu hikmah ini semisal ; Syaikh Ali al-Buny dengan kitab man’baul hikmah yang masyhur, Abi hasan as-Syadzili dengan kitab Sirrul jalil yang membuat juga HIZIB NASHR yang melegenda.
HIZIB DAN JIMAT
Mengamalkan doa-doa, hizib dan memakai azimat pada dasanya tidak lepas dari ikhtiar atau usaha seorang hamba, yang dilakukan dalam bentuk doa kepada Allah SWT. Jadi sebenanya, membaca hizib, dan memakai azimat, tidak lebih sebagai salah satu bentuk doa kepada Allah SWT. Dan Allah SWT sangat menganjurkan seorang hamba untuk berdoa kepada-Nya. Allah SWT berfirman:
اُدْعُوْنِيْ أَسْتَجِبْ لَكُمْ
‘Berdoalah kamu, niscya Aku akan mengabulkannya untukmu. (QS al-Mu’min: 60)
Ada beberapa dalil dari hadits Nabi yang menjelaskan kebolehan ini. Di antaranya adalah:
عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ الأشْجَعِي، قَالَ:” كُنَّا نَرْقِيْ فِيْ الجَاهِلِيَّةِ، فَقُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ كَيْفَ تَرَى فِي ذَلِكَ؟ فَقَالَ: اعْرِضُوْا عَلَيّ رُقَاكُمْ، لَا بَأْسَ بِالرُّقَى مَا لَمْ يَكُنْ فِيْهِ شِرْكٌ
Dari Auf bin Malik al-Asja’i, ia meriwayatkan bahwa pada zaman Jahiliyah, kita selalu membuat azimat (dan semacamnya). Lalu kami bertanya kepada Rasulullah, bagaimana pendapatmu (ya Rasul) tentang hal itu. Rasul menjawab, ”Coba tunjukkan azimatmu itu padaku. Membuat azimat tidak apa-apa selama di dalamnya tidak terkandung kesyirikan.” (HR Muslim [4079]).
Dalam At-Thibb an-Nabawi, al-Hafizh al-Dzahabi menyitir sebuah hadits:
Dari Abdullah bin Umar, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, ”Apabila salah satu di antara kamu bangun tidur, maka bacalah (bacaan yang artinya) Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah SWT yang sempurna dari kemurkaan dan siksaan-Nya, dari perbuatan jelek yang dilakukan hamba-Nya, dari godaan syetan serta dari kedatangannya padaku. Maka syetan itu tidak akan dapat membahayakan orang tersebut.” Abdullah bin Umar mengajarkan bacaan tersebut kepada anakanaknya yang baligh. Sedangkan yang belum baligh, ia menulisnya pada secarik kertas, kemudian digantungkan di lehernya. (At-Thibb an-Nabawi, hal 167).
Dengan demikian, hizib atau azimat dapat dibenarkan dalam agama Islam. Memang ada hadits yang secara tekstual mengindikasikan keharaman meoggunakan azimat, misalnya:
عَنْ عَبْدِ اللهِ قاَلَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إنَّ الرُّقًى وَالتَّمَائِمَ وَالتَّوَالَةَ شِرْكٌ
Dari Abdullah, ia berkata, Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, “’Sesungguhnya hizib, azimat dan pelet, adalah perbuatan syirik.” (HR Ahmad [3385]).
Mengomentari hadits ini, Ibnu Hajar, salah seorang pakar ilmu hadits kenamaan, serta para ulama yang lain mengatakan:
“Keharaman yang terdapat dalam hadits itu, atau hadits yang lain, adalah apabila yang digantungkan itu tidak mengandung Al-Qur’an atau yang semisalnya. Apabila yang digantungkan itu berupa dzikir kepada Allah SWT, maka larangan itu tidak berlaku. Karena hal itu digunakan untuk mengambil barokah serta minta perlindungan dengan Nama Allah SWT, atau dzikir kepado-Nya.” (Faidhul Qadir, juz 6 hal 180-181)
lnilah dasar kebolehan membuat dan menggunakan amalan, hizib serta azimat. Karena itulah para ulama salaf semisal Imam Ahmad bin Hanbal dan Ibnu Taimiyyah juga membuat azimat.
A-Marruzi berkata, ”Seorang perempuan mengadu kepada Abi Abdillah Ahmad bin Hanbal bahwa ia selalu gelisah apabila seorang diri di rumahnya. Kemudian Imam Ahmad bin Hanbal menulis dengan tangannya sendiri, basmalah, surat al-Fatihah dan mu’awwidzatain (surat al-Falaq dan an-Nas).” Al-Marrudzi juga menceritakan tentang Abu Abdillah yang menulis untuk orang yang sakit panas, basmalah, bismillah wa billah wa Muthammad Rasulullah, QS. al-Anbiya: 69-70, Allahumma rabbi jibrila dst. Abu Dawud menceritakan, “Saya melihat azimat yang dibungkus kulit di leher anak Abi Abdillah yang masih kecil.” Syaikh Taqiyuddin Ibnu Taimiyah menulis QS Hud: 44 di dahinya orang yang mimisan (keluar darah dati hidungnya), dst.” (Al-Adab asy-Syar’iyyah wal Minah al-Mar’iyyah, juz II hal 307-310)
Namun tidak semua doa-doa dan azimat dapat dibenarkan. Setidaknya, ada tiga ketentuan yang harus diperhatikan.
1. Harus menggunakan Kalam Allah SWT, Sifat Allah, Asma Allah SWT ataupun sabda Rasulullah SAW
2. Menggunakan bahasa Arab ataupun bahasa lain yang dapat dipahami maknanya.
3. Tertanam keyakinan bahwa ruqyah itu tidak dapat memberi pengaruh apapun, tapi (apa yang diinginkan dapat terwujud) hanya karena takdir Allah SWT. Sedangkan doa dan azimat itu hanya sebagai salah satu sebab saja.” (Al-Ilaj bir-Ruqa minal Kitab was Sunnah, hal 82-83).
HIZIB NAWAWI
jika di amalkan maka akan depenuhi segala keinginan apapun bentuknya,
tapi harus di ingat jangan sekali2 membaca hizip waktu naik kendaraan,bisa rusak total kendaraan yang kita tumpangi, apalagi membacanya dengan niat merusak
HIZIB NASHAR
1: للإمام أبي الحسن الشاذلي رحمه الله تعالى بسم الله الرحمن الرحيم {وقال موسى إني عذت بربي و ربكم من كل متكبر لا يؤمن بيوم الحساب } 3 اللهم بسطوة جبروت قهرك و بسرعة إغاثة نصرك و بغيرتك لانتهاك حرماتك و بحمايتك لمن احتمى ببابك , نسألك : يا الله 3 , يا سميع يا مجيب يا قريب يا سريع يا منتقم يا قهار يا شديد البطش يا من لا يعجزه قهر الجبابرة و لا يعظم عليه هلاك المتمردين من الملوك و الأكاسرة , أن تجعل كيد من كادنا في نحره و مكر من مكر بنا عائداً عليه و حفرة من حفر لنا حفرة واقعاً هو فيها و من نصب لنا شبكة الخداع أجعله يا سيدي مسوقاً إليها و مصاداً فيها و أسيراً لديها , اللهم بحق { كهيعص } اكفنا هم العدا و لقهم الردى و أجعلهم لكل حبيب فدا و سلط اللهم عليهم عاجل النقم في اليوم و الغدا , اللهم بدد شملهم اللهم فرق جمعهم اللهم فل حدهم و أقل عددهم اللهم أجعل الدائرة عليهم اللهم أرسل العذاب إليهم اللهم أخرجهم عن دائرة الحلم و اللطف و أسلبهم مدد الإمهال و غل أيديهم و أربط على قلوبهم و لا تبلغهم الآمال , اللهم مزقهم كل ممزق مزقته أعداءك انتصاراً لأنبيائك و رسلك و أوليائك . اللهم أنتصر لنا انتصارك لأحبابك على أعدائك 3 . اللهم لا تمكن الأعداء فينا و لامنا و لا تسلطهم علينا بذنوبنا 3 . { حم } لا ينصرون 7 . اللهم بحق { حم عسق } حمايتنا مما نخاف , اللهم قنا شر الأسواء و لا تجعلنا محلاً للبلوى , اللهم أعطنا أمل الرجاء و فوق الأمل, اللهم يا من بفضله لفضله نسأل , نسألك يا إلهي : العجل 3 , الإجابة 3 . يا من أجاب نوحاً في قومه يا من نصر إبراهيم على أعدائه يا من رد يوسف على يعقوب يا من كشف ضر أيوب يا من أجاب دعوة زكريا يا من قبل تسبيح يونس بن متى , أسألك اللهم بأسرار أصحاب هذه الدعوات المستجابات?أن تقبل ما به دعوناك و أن تعطينا ما سألناك و أنجز لنا و عدك الذي و عدته لعبادك الصالحين المؤمنين { لا إله إلا أنت سبحانك إني كنت من الظالمين } انقطعت آمالنا وعزتك إلا منك , و خاب رجاؤنا و حقك إلا فيك.
2 : للإمام عبد الله بن علوي الحداد رحمه الله تعالى بسم الله الرحمن الرحيم { إنا فتحنا لك فتحاً مبينا ليغفر لك الله ما تقدم من ذنبك و ما تأخر و يتم نعمته عليك و يهديك صراطاً مستقيما ًو ينصرك الله نصراً عزيزاً} { وكان عند الله وجيهاً } {وجيهاً في الدنيا و الآخرة و من المقربين } {وجهت وجهي للذي فطر السماوات و الأرض } {نصر من الله و فتح قريب و بشر المؤمنين , يا أيها اللذين آمنوا كونوا أنصار الله كما قال عيسى بن مريم للحواريين من أنصاري إلى الله قال الحواريون نحن أنصار الله } { الله لا إله إلا هو الحي القيوم لا تأخذه سنة و لا نوم له ما في السماوات و ما في الأرض من ذا الذي يشفع عنده إلا بإذنه يعلم ما بين أيديهم و ما خلفهم و لا يحيطون بشيء من علمه إلا بما شاء وسع كرسيه السماوات و الأرض و لا يؤده حفظهما و هو العلي العظيم } {لو أنزلنا هذا القرآن على جبل لرأيته خاشعاً متصدعاً من خشية الله و تلك الأمثال نضربها للناس لعلهم يتفكرون هو الله الذي لا إله إلا هو عالم الغيب و الشهادة هو الرحمن الرحيم هو الله الذي لا إله إلا هو الملك القدوس السلام المؤمن المهيمن العزيز الجبار المتكبر سبحان الله عما يشركون هو الله الخالق البارئ المصور له الأسماء الحسنى يسبح له ما في السماوات و الأرض و هو العزيز الحكيم } . |
| |
HIZIB LATIEF
Hizib ini sangat fokus untuk pertahanan, perlindungan, kharisma, dan pengobatan. Juga banyak diwirid untuk menghadapi kejahatan, menghadapi penguasa yang lalim, menarik hati orang yang benci atau murka sehingga berubah menjadi kasih sayang. Bunyi hizibnya sebagai berikut:
بخفى لطف الله بلطيف صنع الله بجميل سـتر الله ببديع عفو الله بسـريع كرم الله
بإغاثة جود الله بألف ألف لا حول ولا قوة إلا بالله
دخلت فى كنف الله وتمسـكت بكتاب الله وتشـفعت برسـول الله صلى الله عليه وسلم
بدوام ملك الله بلا حول ولا قوة إلا بالله العلى العظيم
بياه ياه أهيل أهيل أهياش أهياش
حجبت نفسى بحجاب الله ومنعتها بأيات الله وحصـنتها بالأيات البينات والذكر الحكيم
بحق من يحى العظام وهى رميم – من قطع سورة يس : 78
جبريل عن يمينى وميكائيل عن يسـارى وإسـرافيل من خلفى وعزرائيل من قدامى
وسـيدنا محمد صلى الله عليه وسـلم أمامى
وعصى موسى فى يدى فمن رءانى هابنى وأطاع أمرى
وخاتم سـليمان على لسـانى فمن تكلمت إليه قضى حاجتى
ونور يوسف على وجهى فمن رءانى أحبنى
والله محيط بى وهو المسـتعان به على أعدائى
لا إله إلا الله هو الكبير المتعال
محمد رسول الله هو السـيد المفضال
ولا حول ولا قوة إلا بالله العلى العظيم
وصلى الله على سيدنا ومولانا محمد نبى الأمة
وكاشـف الغمة وعلى ءاله وصـحبه وسـلم تسـليما
HIZIB BAHRI
HIZIB BAHRI
حزب البحر
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
يَا عَلِيُّ يَا عَظِيْمُ يَا حَلِيْمُ يَا عَلِيْمُ أَنْتَ رَبِّي وَعِلْمُكَ فَنِعْمَ الرَّبُّ رَبِّي وَنِعْمَ الْحَسْبُ حَسْبِي تَنْصُرُ مَنْ تَشَاءُ وَأَنْتَ الْعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ. نَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِي الْحَرَکَاتِ وَالسَّکَنَاتِ وَالْکَلِمَاتِ وَالإِرَادَاتِ وَالْخَطَرَاتِ ، مِنَ الشُّکُوكِ وَالظُّنُونِ وَالأَوْهَامِ السَّاتِرَةِ لِلْقُلُوبِ عَنْ مُطَالَعَةِ الْغُيُوبِ ،
)فَقَدِ ابْتُلِيَ الْمُؤْمِنُونَ وَزُلْزِلُوا زِلْزَالاً شَدِيدًا وَإِذْ يَقُولُ الْمُنَافِقُونَ وَالَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ إِلاَّ غُرُورًا( فَثَبِّتْنَا وَانْصُرْنَا وَسَخِّرْلَنَا (هَذَا الْبَحْرَ) …… كَمَا سَخَّرْتَ الْبَحْرَ لِمُوسَى وَسَخَّرْتَ النَّارَ ِلإِبْرَاهِيمَ , وَسَخَّرْتَ الْجِبَالَ وَالْحَدِيدَ لِدَاوُدَ , وَسَخَّرْتَ الْجِنَّ وَالشَّيَاطِيْنَ لِسُلَيْمَانَ وَسَخِّرْلَنَا (كُلَّ بَحْرٍ) هُوَ لَكَ فِي الأَرْضِ وَالسَّمَاءِ وَالْمُلْكِ وَالْمَلَكُوتِ وَبَحْرَ الدُّنْيَا وَبَحْرَ الآخِرَة ,
وَسَخِّر لَنَا (كُلَّ شَيْءٍ) يَا مَنْ بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ )كهيعص( (3 كالي)
اُنْصُرْنَا فَإِنَّك خَيْرُ النَّاصِرِينَ , وَافْتَحْ لَنَا فَإِنَّكَ خَيْرُ الْفَاتِحِينَ , وَاغْفِرْ لَنَا فَإِنَّكَ خَيْرُ الغَافِرِينَ , وَارْحَمْنَا فَإِنَّكَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ , وَارْزُقْنَا فَإِنَّكَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ , وَاهْدِنَا وَنَجِّنَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ , وَهَبْ لَنَا رِيْحًا طَيِّبةً كَمَا هِيَ فِي عِلْمِكَ , وَانْشُرْهَا عَلَيْنَا مِنْ خَزَائِنِ رَحْمَتِكَ , وَاحْمِلْنَا بِهَا حَمْلَ الْكَرَامَةِ مَعَ السَّلاَمَةِ وَالْعَافِيَةِ فِي الدِّينِ وَالدُّنْيَا وَالآخِرَةِ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.
اللَّهُمَّ يَسِّرْ لَنَا أُمُورَنَا مَعَ الرَّاحَةِ لِقُلُوبِنَا وَأَبْدَانِنَا وَالسَلاَمَةِ وَالْعَافِيَةِ فِي دِينِنَا وَدُنْيَانَا , وَكُنْ لَنَا فِي سَفَرِنَا , وَخَلِيفَةً فِي أَهْلِنَا , وَاطْمِسْ عَلَى وُجُوهِ أَعْدَائِنَا , وَامْسَخْهُم عَلَى مَكَانَتِهِمْ فَلاَ يَسْتَطِيعُوْنَ الْمُضِيَّ وَلاَ الْمَجِيءَ إِلَيْنَا .
)وَلَوْ نَشَاءُ لَطَمَسْنَا عَلَى أَعْيُنِهِمْ فَاسْتَبَقُوا الصِّرَاطَ فَأَنَّى يُبْصِرُونَ وَلَوْ نَشَاءُ لَمَسَخْنَاهُمْ عَلَى مَكَانَتِهِمْ فَمَا اسْتَطَاعُوا مُضِيًّا وَلاَ يَرْجِعُونَ(
)يس , وَالْقُرْءَانِ الْحَكِيمِ , إِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ , عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ , تَنْزِيلَ الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ , لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَا أُنْذِرَ ءَابَاؤُهُمْ فَهُمْ غَافِلُونَ , لَقَدْ حَقَّ الْقَوْلُ عَلَى أَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ , إِنَّا جَعَلْنَا فِي أَعْنَاقِهِمْ أَغْلاَلاً فَهِيَ إِلَى الأَذْقَانِ فَهُمْ مُقْمَحُونَ , وَجَعَلْنَا مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَأَغْشَيْنَاهُمْ فَهُمْ لاَ يُبْصِرُون (
شَاهَتِ الْوُجُوهُ (3 كالي)
)وَعَنَتِ الْوُجُوْهُ لِلْحَيِّ الْقَيُّومِ وَقَدْ خَابَ مَنْ حَمَلَ ظُلْمًا( , ) طس( , )حم عسق( ،
)مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لاَ يَبْغِيَانِ(
)حم( (7 كالي) حُمَّ الأَمْرُ وَجَاءَ النَّصْرُ فَعَلَيْنَا لاَ يُنْصَرُونَ .
)حم , تَنْزِيلُ الْكِتَابِ مِنَ اللَّهِ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ , غَافِرِ الذَّنْبِ وَقَابِلِ التَّوْبِ شَدِيدِ الْعِقَابِ ذِي الطَّوْلِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ إِلَيْهِ الْمَصِيرُ(
بِسْمِ اللهِ بَابُنَا , تَبَارَكَ حِيطَانُنَا , يس سَقْفُنَا , كهيعص كِفَايَتُنَا , حم عسق حِمَايَتُنَا, )فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللهُ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ( (3 كالي)
سِتْرُ الْعَرْشِ مَسْبُولٌ عَلَيْنَا وَعَيْنُ اللهِ نَاظِرَةٌ إِلَيْنَا بِحَوْلِ اللهِ لاَ يُقْدَرُ عَلَيْنَا
)وَاللَّهُ مِنْ وَرَائِهِمْ مُحِيطٌ , بَلْ هُوَ قُرْءَانٌ مَجِيدٌ , فِي لَوْحٍ مَحْفُوظٍ(
)فَاللهُ خَيْرٌ حَافِظًا وَهُوَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ( (3 كالي)
)إِنَّ وَلِيِّيَ اللهُ الَّذِي نَزَّلَ الْكِتَابَ وَهُوَ يَتَوَلىَّ الصَّالِحِيْنَ( (3 كالي)
)حَسْبِيَ اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ( (3 كالي)
وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ (3 كالي)
بِسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْم (3 كالي)
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّمَا خَلَقَ (3 كالي)
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّم
سورة الأحزاب الأية 11,12
سورة مريم الأية 1
سورة يس الأية 66,67
سورة يس الأية 1-9
سورة طه الأية 111
سورة النمل الأية 1
سورة الشورى الأية 1
سورة الرحمن الأية 19
سورة غافر الأية 1
سورة غافر الأية 1-3
سورة البقرة الأية 137
سورة البروج الأية 20-22
سورة يوسف الأية 64
سورة الأعراف الأية 196
سورة التوبة الأية 129
Terjemahan
حــزب البحــر
لسيدي أبي الحسن الشاذلي رحمه الله تعالى
اللهمّ يا عليُّ يا عظيمُ يا حليمُ يا عليم
Ya Allahu, Ya ‘Aliyyu, Ya ‘Adheemu, Ya Haleemu, Ya ‘Aleem
أنتَ ربّي ، وعلمُكَ حَسْبي ، فَنِعْمَ الربُّ ربّي ، ونِعْمَ الحسْبُ حسبِي
Anta rabbi, wa ‘ilmuka hasbi, fa ni’mar-rabbu rabbi, wa ni’mal hasbu hasbi,تَنصُر مَنْ تشاء وأنتَ العزيزُ الرحيمُ ،
tan-suru man tashaa-u wa antal ‘azeezur raheem
نَسْألكَ العصمةَ في الحركاتِ والسّكَنَاتِ والكَلِمَاتِ والإرَادَاتِ والخَطَرَاتِ مِنَ
Nas-alukal ‘ismata fil harakati was-sakanati wal kalimati wal iradati walkhatarati minash
الشُّكُوكِ والظُّنُونِ والأَوْهَامِ السَّاتِرةِ للقلوبِ عنْ مطالعةِ الغيوبِ ،
shukuki wa-dhununi wal awhamis-satirati lil qulubi ‘an mutala’atil ghuyub.فقدْ ابْتُلِيَ المُؤمِنونَ وزُلْزِلُوا زِلْزَالاً شَديداً
Faqadib tuliyal mu’minoona wa zulzilu zilzalan shadeeda.
وإذ يقولُ المُنافِقونَ والذين في قُلُوبِهمْ مَرَضٌ ما وعَدَنا اللهُ ورسولُهُ إلا
Wa idh “yaqulul munafiquna wal-ladheena fi qulubihim maradun mawa’adanallahu wa rasuluhu illa غُرورَاً . فثبّتنا وانْصُرْنَا وسَخّرْ لَنَا هذا البَحْرَ كَمَا سَخَّرتَ البَحْرَ لمُوسَى
ghurura.”Fa thibbitna wan-surna wa sakh-khir lana hadhal bahr, kama sakh-khartalbahra li Musa,وسَخَّرْتَ النَّارَ لإبراهيمَ ، وسَخَّرْتَ الجِبالَ والحدِيدَ لدَاوُدَ ، وسخّرت الرِّيحَ
wa sakh-khartan nara li Ibrahim. Wa sakh-khartal jibaala walhadeeda li Dawud. Wa sakh-khartar reeha
والشّياطينَ والجِنَّ لِسُلَيمان َ، وسَـخِّرْ لنـا كـلَّ بحرٍ هو لَكَ في الأرضِ
wash-shayatina wal jinna liSulayman. Wa sakh-khir lana kulla bahrin huwa laka fil ardiوالسماءِ والمُلكِ والمَلَكـُوت وبحرِ الدنيا وبحرِ الآخـرةِ ، وسَـخِّرْ لنَا كـلَّ
was-samaa-i walmulki wal malakut. Wa bahrad-dunya, wa bahral akhira. Wa sakh-khir lanaشيءٍ ، يا مَـنْ بِيدِهِ مَلَكُـوتُ كـلِّ شَيء كهيعص كهيعص كهيعص انصُرنَا
kulla shay-in ya man bi yadihi malakutu kulli shay.”Kaf ha ya ‘ain sad.Kaf ha ya ‘ain sad.Kaf ha ya ‘ain sad.”
انصُرن فإنَّكَ خيرُ النّاصِرِينَ، وافتَحْ لنَا فإنّكَ خيرُ الفَاتِحينَ ، واغفِرْ لنَا فإنَّكَ
Unsurna fi-innaka khayrun-nasireen.Waf-tah lana fi-innaka khayrul fatiheen.Wagh-fir lana fi-innaka
خيرُ الغَافِرينَ ، وارحَمْنا فإنّكَ خيرُ الرّاحِمينَ ، وارزُقنا فإنّكَ خيرُ الرّازِقينَ ،
khayrul ghafireen.War-hamna fi-innaka khayrur-rahimeen.War-zuqna fi-innaka khayrur-raziqeen.واهْدِنَا ونَجِّنَا مِنَ القَوْمِ الظَّالِمِينَ ، وهَبْ لنَا رِيحاً طيّبةً كما هيَ في عِلمِكَ
Wahdina wanajjina minal qawmidh-dhalimeen.
Wa hab lana reehan tayyibatan kama hiya fi ‘ilmik.
، وانشُرْها علينا مِنْ خَزَائِنِ رحمتِكَ ، واحمِلْنَا بِها حَمْلَ الكرامةِ
Wan-shurha ‘alayna min khazaaini rahmatik.Wahmilna biha hamlal karamati
معَ السّلامةِ والعافيةِ في الدّينِ والدُّنيا والآخرةِ إنّكَ على كلِّ شيءٍ قدير.
ma’assalamati wal ‘afiyati fid-deeni wad-dunyawal akhira. Innaka ‘ala kulli shayin qadeer.اللهمَّ يَسِّرْ لنا أُمُورَنَا معَ الرّاحةِ لقلوبِنَا وأَبدانِنَا ، والسلامةِ والعافيةِ
Allahumma yassir lana umurana ma’arrahati li qulubina wa abdaninawas-salamati wal ‘afiyatiفي دِينِنا ودُنْيانا وكُنْ لنا صَاحِباً في سَفَرِنا، وخلِيفةً في أهلِنَا،
fi deenina wa dunyana. Wa kul-lana sahiban fisafarina wa khaleefatan fi ahlinaواطْمِسْ على وُجوهِ أَعدائِنَا وامْسَخْهُم على مكَانَتِهِم فلا يستَطيعون
Wat-mis ‘ala wujuhi a’daaina. Wam-sakhhum ‘ala makanatihim fala yasta-ti’unalالمُضِيَّ ولا المَجِيءَ إلينا
mudiyya walal majiyya ilayna.
ولو نشاءُ لطَمَسْنَا على أعيُنِهم فاستَبَقوا الصّراطَ فأَنَّى يُبصِرونَ ،
“Wa law nashaa-u latamasna ‘ala a’yunihim fas-tabaqus-sirata fa-anna yubsiroon.ولو نشاءُ لمَسَخْنَاهُم على مكانَتِهِم فما اسْتَطاعوا مُضِيّاً ولا يَرجِعُون .
Wa law nashaa-u lamasakh nahum ‘ala makanatihim famas-tata’umudiyyaw-wa la yarji’oon.”يس • وَالْقُرْءَانِ الْحَكِيمِ • إِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ • عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ •
“Ya seen. Wal Qur’aanil hakeem. Innaka laminal mursaleen. ‘Alasiratim-mustaqeem.تَنْـزِيلَ الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ • لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَـا أُنْذِرَ آبَاؤُهُمْ فَهُـمْ غَافِـلُونَ •
Tanzeelal ‘azeezir-raheem. Li tunzira qawmam-ma undhiraaabaa-uhum fahum ghafiloon.لَقَدْ حَقَّ الْقَوْلُ عَلَى أَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لا يُؤْمِنُونَ • إِنَّا جَعَلْنَا فِي أَعْنَاقِهِمْ أَغْلالاً
Laqad haqqal qawlu ‘ala ak-tharihim fahum layu’minoon. Inna ja’alna fi a’naqihim aghlalanفَهِيَ إِلَى الأَذْقَانِ فَهُمْ مُقْمَحُونَ • وَجَعَلْنَا مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ
fa hiya ilal adhqani fahummuqmahoon. Wa ja’alna mim-bayni aydihim saddaw-wa minخَلْفِهِمْ سَدًّا فَأَغْشَيْنَاهُمْ فَهُمْ لا يُبْصِرُونَ.
khalfihim saddanfa-agh shaynahum fahum la yubsiroon.”
شَاهَتْ الوُجُوهُ شَاهَتْ الوُجُوهُ ، شَاهَتْ الوُجُوهُ
Shaahatil wujooh.Shaahatil wujooh.Shaahatil wujooh.
وَعَنَتْ الوُجُوهْ للحَيِّ القَيُّومِ وقد خَابَ مَنْ حَمَلَ ظُلْماً .
“Wa ‘anatil wujoohu lil hayyil qayyumi wa qad khaba man hamaladhulma.”
طس- طسم- حمعسق. مَرَجَ البحْرَينِ يلتقيانِ بينهُمَا بَرْزَخٌ لا يَبْغِيَان
“Ta seen. Ha meem. ‘Ain seen qaaf.”"Marajal bahrayni yaltaqiyaan. Baynahuma barzakhul-la yabghiyan.”حم حم حم حم حم حم حم حُمّ الأَمْرُ وجاءَ النّصرُ فعلينا لا يُنْصَرون . ]
“Ha meem. Ha meem. Ha meem. Ha meem. Ha meem. Ha meem. Ha meem.”Hummal amru wa ja-an-nasru fa’alayna la yunsaroon.
حم • تَنْزِيلُ الْكِتَابِ مِنَ اللَّهِ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ •
“Ha meem. Tanzeelul kitabi minallahil ‘azeezil ‘aleem.
غَافِرِ الذَّنْبِ وَقَابِلِ التَّوْبِ شَدِيدِ الْعِقَابِ ذِي الطَّوْلِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ إِلَيْهِ الْمَصِيرُ [ [غافر/1-3].
Ghafiridh-dhambi waqabilit-tawbi shadeedil ‘iqabi dhit-tawli la ilaha illa huwa ilayhilmaseer.”( بسم الله بابنا ، تبارك حيطاننا ، يس سقفنا ، كهيعص كفايَتُنَا ،
Bismillahi, baabuna. Tabaraka, hitanuna. Ya seen, saqfuna. Kaf ha ya ‘ainsad, kifayatuna.حمعسق حِمَايَتُنَا
Ha meem ‘ain seen qaaf, himayatuna.
فَسَيكْفيكَيهم الله وهو السميع العليم (ثلاثاً).
“Fasayakfikahumullahu wa huwas-sami’ul ‘aleem.
Fasayakfikahumullahu wa huwas-sami’ul ‘aleem.
Fasayakfikahumullahu wa huwas-sami’ul ‘aleem.”
( سترُ العَرشِ مَسْبُولٌ علينَا وعَيْنُ اللهِ ناظِرَةٌ إلينَا ،
Sitrul ‘arshi masbulun ‘alayna, wa ‘ainullahi nadhiratun ilayna,
بِحَوْلِ اللهِ لا يُقْدَرُ علينا واللهُ مِنْ وَرَائِهِمْ مُحِيطٌ. بلْ هوَ قُرآنٌ مَجيدٌ .
bi hawlillahi la yuqdaru ‘alayna. Wallahu miw-waraaihim muheet. Bal huwaQura’anum-majeed.في لَوحٍ مَحفوظٍ
Fi lawhim-mahfoodh.
فاللهُ خيرٌ حَافِظَاً وهو أرحمُ الرَّاحِمينَ ” (ثلاثاً) .
“Fallahu khayrun hafidhaw-wa huwa arhamur-rahimeen.
Fallahu khayrun hafidhaw-wa huwa arhamur-rahimeen.
Fallahu khayrun hafidhaw-wa huwa arhamur-rahimeen.”
” إنَّ ولِيّيَ اللهُ الذي نَزَّلَ الكِتَابَ وهُوَ يَتَوَلّى الصّالِحيَن “(ثلاثاً) .
“Inna waliy-yiyallahul-ladhee nazzalal kitaba wa huwa yatawallas-saliheen.”
“Inna waliy-yiyallahul-ladhee nazzalal kitaba wa huwa yatawallas-saliheen.”
“Inna waliy-yiyallahul-ladhee nazzalal kitaba wa huwayatawallas-saliheen.”
” حَسْبِيَ اللهُ لا إِلَهَ إِلاّ هُوَ عَلَيهِ تَوَكَّلْتُ وهُوَ رَبُّ العَرْشِ العَظِيمِ ” (ثلاثاً) .
“Hasbiyallahu la ilaha illa huwa ‘alayhi tawakkaltu wa huwa rabbul ‘arshil’adheem.;
Hasbiyallahu la ilaha illa huwa ‘alayhi tawakkaltu wa huwa rabbul ‘arshil’adheem.”
“Hasbiyallahu la ilaha illa huwa ‘alayhi tawakkaltu wa huwa rabbul ‘arshil’adheem.”
” بِسمِ الله الذي لا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيءٌ في الأرضِ ولا في السّماءِ وهُوَ السَّمِيعُ العَلِيمُ ” (ثلاثاً) .
Bismillahil ladhee la yadurru ma’asmihi shayun fil ardi wa la fis-samaa-i wahuwas-sami’ul ‘aleem.
Bismillahil ladhee la yadurru ma’asmihi shayun fil ardi wa la fis-samaa-i wahuwas-sami’ul ‘aleem.
Bismillahil ladhee la yadurru ma’asmihi shayun fil ardi wa la fis-samaa-i wahuwas-sami’ul ‘aleem
Audhu bi kalimatillahit-taammati min sharri ma khalaq.
Audhu bi kalimatillahit-taammati min sharri ma khalaq.
Audhu bi kalimatillahit-taammati min sharri ma khalaq.
” ولا حَوْلَ ولا قُوَّةَ إِلاّ باللهِ العَلِيِّ العَظِيمِ ” (ثلاثاً)
Wa la hawla wa la quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adheem.
Wa la hawla wa la quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adheem.
Wa la hawla wa la quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adheem.
وصلّى الله على سَيِّدنَا مُحَمَّدٍ وعَلَى آَلِهِ وصَحْبِهِ وسَلَّم والحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِينَ .
Wa sallallahu ‘ala sayyidina Muhammadiw-wa ‘ala aalihi wa sahbihi wa sallim.
PENJELASAN
Hizb Bahr – Hizib Lautan
Yang layak Syaikh Abu al-’Aza’im ibn Sultan Madi terkait dengan saya di kota ofTunis, semoga Allah Ta’ala mengawasi hal itu, begitu juga yang layak dan diberkati Syaikh Sharaf al-Din, putra dari Syaikh (al-Syadzili ) di kota Damanhur al-Wahsh dari Mesir pada tahun 715 H. syaikh yang berada di titik pengaturan dari Kairo untuk menunaikan ibadah haji ke Mekah dalam waktu yang singkat setelah keberangkatan dari para peziarah.
Dia berkata,”Aku telah ilahi memerintahkan untuk melakukan ziarah tahun ini. Jadi bagi kami menemukan sebuah kapal Sungai Nil di mana untuk melakukan perjalanan dengan cara Mesir Hulu: “Mereka mencari-cari kapal, namun hanya menemukan satu milik orang Kristen yang adalah orang Kristen tua dengan anak-anaknya.
Dia berkata, “Mari kita naik papan:” Kami masuk ke kapal dan berlayar dari Kairo dan bepergian selama dua atau tiga hari. Lalu angin bergeser sehingga kami berlayar ke dalamnya. Jadi, kita terikat ke tepi Sungai Nil di sebuah tempat tak berpenghuni. Kami tetap di sana sekitar satu minggu di dalam melihat perbukitan Kairo.
Salah satu peziarah menyertai kita bertanya, “Bagaimana mungkin bahwa Syaikh mengatakan bahwa ia diperintahkan untuk menunaikan ibadah haji tahun ini bila waktu untuk itu telah berlalu? Dan berapa lama perjalanan ini akan berlangsung?, Di tengah hari syaikh tidur dan terbangun, dan kemudian menawarkan doa ini [dikenal sebagai Litani Laut]. “Di mana kapten kapal?” ia bertanya.
“Ya” ia menjawab, “inilah aku: ‘
“Siapa namamu?” tanya syaikh. “Mismar: ‘
“Wahai diberkati Mismar, membabar layar: ‘syaikh memerintahkan.
“Wahai tuanku:” kapten keberatan, “[Jika saya melakukan itu], kita akan datang lagi ke Kairo dengan berlayar sebelum angin: ‘
“Kita akan kembali menjadi pelancong: ‘syaikh menjawab,” Insya Allah:’
Sekali lagi sang kapten keberatan, “Angin ini akan mengantar kami kembali ke Kairo sebelum akhir hari ini, dan, lebih jauh lagi, dengan angin seperti itu, untuk mendapatkan kapal berlayar di bawah akan benar-benar mustahil: ‘
“Membabar layar; ‘syaikh memerintahkan dia,” dengan berkat Tuhan: “Jadi kita mengibarkan layar, dan Tuhan [Dia dimuliakan] memerintahkan angin agar bergeser dan mengisi layar [begitu cepat, sehingga mereka] adalah mampu menyingkirkan tali dari tiang pancang. Mereka memotong dan kami berangkat di bawah angin sepoi-sepoi. Kapten masuk Islam, baik ia dan adiknya.
Ayah mereka tidak berhenti untuk meratap dan berkata, “Saya kehilangan dua anak laki-laki pada,
perjalanan ini: “” Sebaliknya; ‘syaikh berkata kepadanya, “Anda telah mendapatkan mereka:”
Malam itu Kristen memiliki visi di mana hari kebangkitan, sebagaimana adanya, telah datang, dan ia beholding surga dan api. Dia menyaksikan syaikh (al-Syadzili) melakukan ke Garden kerumunan besar orang. Di antara mereka adalah anak-anak orang Kristen. Dia ingin mengikuti mereka, tetapi ia dicegah. Dia diberitahu, “Kau bukan dari mereka sampai Anda masuk agama mereka: ‘
Orang Kristen yang terkait dengan syaikh, dan dia [Kristen] masuk Islam. Kemudian syaikh berkata kepadanya, “Orang-orang yang Anda lihat dengan saya adalah teman saya pada hari kebangkitan.”
Kami melanjutkan perjalanan kami dengan mudah dan berhasil dengan insiden penceritaan yang akan memakan waktu yang lama. Mereka menyelesaikan ibadah haji tahun itu.
Tuanku, Madi, terkait, menurut laporan dari syaikh, Kristen menjadi salah satu orang kudus yang besar dari Allah. Akibatnya, ia menjual kapal dan melakukan haji bersama kami, bersama dengan anak-anaknya. Dia punya zawiya (tempat ibadah) di Mesir Hulu dan merupakan salah satu dari orang-orang yang dianugerahi dengan kekuatan karismatik. Perjalanan yang penuh berkah ini merupakan kesempatan bagi manifestasi dari kekuasaan tersebut. Semoga Tuhan mengasihaninya dan akan senang dengan dia.
Syaikh berkata,
Demi Tuhan, aku tidak mengucapkan itu [yang hizib Laut] kecuali seperti itu datang dari Nabi Allah, dari instruksi yang saya belajar itu. “Penjaga itu;” katanya kepada saya, “karena itu berisi nama terbesar Tuhan: ‘
Hal ini tidak dibacakan di tempat manapun tanpa keamanan yang memerintah di sana. Jika itu telah dengan penduduk Baghdad, Tatar tidak akan mengambil kota.
Ul Hizb Bahr – hizib Laut
Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, Pengasih. Berkat-berkat Allah dan salam ditujukan kepada junjungan kita Muhammad dan keluarganya. Ya Allah, Yang maha Satu,
Maha Mengetahui
Engkau Tuhanku, dan pengetahuan-Mu cukup bagi saya. Apa yang sangat baik Iord adalah Tuhanku! What a wonderful kecukupan adalah kecukupan!
Engkau permohonan kepada Engkaulah perlindungan, dalam gerakan-gerakan dan saat-saat istirahat, dalam kata-kata, keinginan, dan pikiran yang lewat, dari keraguan, pengandaian dan angan-angan-veilings, mereka, di atas hati, occluding melihat yang gaib.
Setia diadili; Mereka sangat terguncang.
Lalu orang-orang munafik akan berkata, dengan orang-orang dilanda penyakit hati, “Allah dan Rasul-Nya menjanjikan kami hanya khayalan. (Q. 33:11-12)
Meskipun demikian, membuat kita tegas, bantuan AS, dan tunduk kepada kita laut ini, seperti Engkau tidak tunduk laut kepada Musa, dan api kepada Ibrahim, dan gunung-gunung dan besi untuk Daud, dan angin, setan, dan jin kepada Salomo.
Dimasukkan ke dalam tunduk kepada kami setiap lautan-Mu di bumi dan langit, di domain ini dan langit, lautan dunia ini dan lautan berikutnya. Render tunduk kepada kami setiap hal, “0 Engkau, yang tangannya memegang kedaulatan atas segala sesuatu” (Q. 23:88).
Kaf ha ‘ya’ ‘ain sedih
Kaf ha ‘ya’ ‘ain sedih
Kaf ha ‘ya’ ‘ain sedih
Membantu kami, karena sesungguhnya Engkau penolong yang terbaik.
Buka untuk kita tangan rahmat, karena sesungguhnya Engkau yang terbaik dari pembuka. Maafkan kami, karena sesungguhnya Engkau pardoners yang terbaik.
Jadilah penyayang kepada kita, karena sesungguhnya Engkau yang terbaik dari orang-orang yang menunjukkan belas kasihan.
Mendukung kita, karena sesungguhnya Engkau sustainers yang terbaik. Membimbing kita dan menyelamatkan kita dari orang-orang yang tidak adil.
Mengirimkan angin lembut, seperti Engkau tahu bagaimana melakukannya, dan biarkan itu meniup kita dari gudang-gudang rahmat-Mu. Biarkan beruang kita sepanjang seperti oleh intervensi ajaib, dengan keamanan dan kesejahteraan, dalam agama, urusan duniawi, dan akhirat.
Engkau berkuasa atas segala sesuatu. Tuhan, memfasilitasi bagi kami urusan kami, dengan mudah pikiran dan tubuh, dengan keamanan dan kesejahteraan dalam agama dan hal-hal duniawi. Menjadi teman bagi kita dalam perjalanan kita, dan pengganti rumah tangga kami.
Dengan wajah menghapuskan musuh-musuh kami, dan mengubah mereka di mana mereka berdiri, menonaktifkan mereka dari meninggalkan atau datang ke Amerika Serikat. Jika Kami menghendaki, Kami akan menghapuskan mata mereka. Namun, mereka akan berlomba maju ke jalan. Tapi bagaimana mereka lihat? Kalau Kami kehendaki, Kita harus mengubah mereka di mana mereka berdiri. Jadi, mereka tidak akan dapat pergi atau kembali (Q 36:66-67).
Ya ‘dosa! Oleh Bijaksana Al-Qur ‘an! Pasti kamu salah satu dari mereka dikirim pada jalan yang lurus! Sebuah wahyu yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang, bahwa Engkau mightest memperingatkan orang-orang yang bapak-bapak tidak diperingatkan. Namun, mereka tidak mengambil pelajaran.
Deklarasi telah dikonfirmasi terhadap sebagian besar dari mereka. Namun mereka tidak percaya. Kami telah melingkari leher mereka dengan rantai sampai ke dagu, tetapi mereka memegang kepala mereka tinggi. Sebelum mereka telah Kami meletakkan penghalang, dan di belakang mereka sebuah penghalang, dan Kami telah dikaburkan penglihatan mereka, maka mereka tidak melihat (Q 36:1-8).
Mungkin wajah mereka menjadi cacat!
Mungkin wajah mereka menjadi cacat!
Mungkin wajah mereka menjadi cacat!
Biarkan wajah mereka tunduk sebelum Living, the Self-subsisten, Karena dia yang sarat dengan salah sudah bertemu frustrasi. Ta ‘dosa, ha’ mim, ‘ain dosa Qaaf. (Q 27:1)
Ia telah merilis dua lautan yang bertemu; Namun di antara keduanya ada batas [barzakh] bahwa mereka tidak jembatan. … (Q 55:19-20)
Ha ‘mim, ha’ mim, ha ‘mim, ha’ mim, ha ‘mim, ha’ mim, ha ‘mim! (Q 40:1)
Urusan telah ditetapkan. Kemenangan telah datang. Atas kami mereka tidak akan menang. Ha ‘mim!
[Ini adalah] pengiriman ke Kitab dari Allah, Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui AII, Mengampuni dosa,
Penerima penyesalan, parah dalam menghukum, Penyantun.
Tidak ada Tuhan selain Dia ada di sana.
Kepada-Nya lah kembali. (Q 40:1-3)
Dalam nama Allah (bismillah) adalah pintu kita. Mei [Allah] memberkati dinding kita.
Ya ‘dosa (Q 36:1) adalah langit-langit kita.
Kaf ha ‘ya’ ‘ain sedih (Q 19:1) adalah kecukupan kita. Ha ‘mim’ ain sin Qaaf (Q 42:1) adalah tempat perlindungan kita.
Jadi Tuhan sudah cukup bagimu terhadap mereka, karena Ia mendengar semua, tahu semua.
[Ulangi tiga kali]
Tabir tahta telah dijatuhkan atas kami, dan mata Allah memandang pada kami. Allah adalah di belakang mereka, sekeliling. Memang, itu adalah pertunjukan yang mulia [Al Qur'an], tertera pada dijaga tablet [lawh Mahfuz] (Q. 85:20-21). [Ulangi tiga kali]
Protector saya Tuhan, yang mengungkapkan Kitab (dari waktu ke waktu), dan Ia akan memilih dan berteman dengan orang benar. (Q. 7:196) [Ulangi tiga kali]
kecukupanku adalah Tuhan. Tidak ada Tuhan selain Dia ada di sana. Kepada-Nya aku bertawakal, Sebab Ia adalah Tuhan atas takhta agung (Q. 9:129). [Ulangi tiga kali]
Dalam nama Allah, dengan Nama yang ada di bumi atau langit yang dapat merugikan, karena Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. [Ulangi tiga kali]
Tidak ada kekuatan dan tidak ada kekuatan kecuali dengan Allah, Tinggi, Yang Maha Perkasa.