BULUH PERINDU ASMARA
PAKET BULU PERINDU YANG MELEGENDA
Solusi asmara anda yang kandas,pacar di ambil orang,cinta bertepuk sebelah tangan, dan semua yang berhubungan dengan asmara ..
Bulu Perindu Asli Kalimantan
khasiatnya antara lain..
pengasihan, pemikat lawan jenis, penarik simpati, disenangi atasan bawahan, pelaris usaha, pelet, cepat dapat jodoh, cocok untuk pria dan wanita dan mudah di bawa-bawa,cukup di letakkan di saku dompet,dan kopiah atau ikat pinggang,
dan sepasang bulu perindu akan di kirim lengkap bersama tata cara penggunaannya dan cara penyimpanannya.
mahar : Rp.300.000
Bulu Perindu dalam kemasan plastik
petunjuk dan tata cara pemakaian akan di kirimkan lengkap bersama paket
Bulu perindu.
Cara penggunaan bulu perindu tanpa minyak :
1.untuk memikat cewek cukup baca mantranya pada tengah malam sambil membayangkan wanita/pria yang di tuju.
2.Bulu Perindu direndam sebentar saja dalam segelas air, lalu air nya di minum kan ke istri/suami, pacar atau orang lain yang sengaja akan anda lunakkan atau dibuat simpati hatinya.
insyallah akan nurut, marah jadi senang, benci jadi rindu.
3. Bulu Perindu di rendam sebentar dalam bak/ember sekitar 1 menit, lalu airnya disiram atau dipercik kan disekitar tempat usaha (spanduk, toples, meja, kursi, pintu, kaca , jendela, pagar toko dll agar laris.
bisa juga diletak kan dalam Hand phone (dibelakang batere) agar bisnis lewat HP lancar, dan siapa saja yang mendengar suara atau membaca sms dari HP anda secara bawah sadar akan terpengaruh kagum dan terpesona.
petunjuk lengkapnya akan kami berikan setelah anda memesan produk kami
Tentang bulu perindu :
Bulu Perindu berbentuk seperti bulu yang agak keras/kaku berasal dari sarang burung elang yang berada di atas pohon - pohon yang paling tinggi di pedalaman pulau kalimantan.
Di tempat aslinya Bulu Perindu ini berfungsi untuk menjaga anak - anak burung elang supaya betah/kerasan tinggal di sarangnya sehingga terhindar dari bahaya jatuh dari atas pohon tinggi tempat sarangnya.
Ciri - ciri keaslian :
Jika di tetesi / dibasahi air dan di letakkan di atas lantai atau sehelai kertas, maka secara menakjub kan Bulu Perindu tersebut akan menggeliat - geliat laksana seekor cacing.
Sepasang Bulu Perindu jika di dekatkan / dipertemukan ujung - ujungnya, secara ajaib akan berangsur - angsur saling menjauh.
Sekedar informasi kami telah megirimkan bulu perindu sampai ke luar negeri,
dan semua produk bebas ongkos kirim kecuali ke luar negeri kena tambahan biaya 150.000,-
Alkisah seekor induk burung Rajawali/Elang, membuat sarang diatas pohon yg sangat tinggi sekali di Gunung Bondang. Ianya sedang mau beranak, dan tak ingin jika sudah melahirkan kelak, anak2nya pada jatuh dan pergi sebelum masanya dia menjadi besar dan kuat. untuk itulah sang induk Rajawali/Elang perlu satu bentuk "pegangan".
Maka mulailah ia mencari-cari, terbang berputar kesana kemari menyusuri sungai, dengan pandangan matanya yg fokus layaknya memiliki Infra Red. Tampaklah akhirnya dari ketinggian, sebentuk kecil tetumbuhan layaknya cacing. Nampak jelas tetumbuhan itu ada diatas air sungai, dan anehnya malah seolah hidup berenang melawan arus sungai yg deras.
Segera sang induk menukik tajam kebawah dan menangkapnya dengan paruhnya. Kemudian dibawa terbang dan diletakkan di sarangnya.
tenangnya. karena ia sangat meyakini, anak2nya akan terjaga dari pengaruh gaib si Bulu Perindu yg ada pada sarangnya tersebut.
Yg dengan bulu perindu itu, anak2nya pada betah dan tidak nakal untuk meloncat kesana kemari, sangat betah betah banget tinggal di sarangnya.
dengan mengunakan jasa JNE, TIKI DAN POS INDONSIA.
paket akan tiba dalam 3 hari kerja dan paling lambat 7 hari kerja.
Jangan tunggu sampai pacar anda lari diambil orang !!!
Harap juga di pahami tidak semua yang memakai bulu perindu ini berhasil, kita hanya berusaha semampu yang kita perbuat dan semuanya tentulah kembali kepada Allah SWT yang mengabulkan semua keinginan dan tugas kita adalah berikhtiar sesuai dengan kemampuan kita.
Friday, August 13, 2010
Do`a sholat dhuha
ALLAHUMAMA INNADH DHUHA-A DHUHA-UKA,WAL BAHAA-A BAHAA-UKA,WAL JAMAALA JAMAALUKA,WAL QUWWATA QUWWATUKA,WAL QUDRATA QUDRATUKA,WAL ISHMATA ISHMATUKA.
ALLAHUMMA INKAANA RIZQI FISSAMA-I FA ANZILHU,WA INKAANA FIL AEDHI FA-AKHRIJHU,WA INKAANA MU’ASARAN FAYASSIRHU,WAINKAANA HARAAMAN FATHOHIRHU,WAINKAANA BA’IDAN FA QARIBHU,BIHAQQIDHUHAA-IKA WABAHAAIKA,WA JAMAALIKA WAQUWWATIKA WAQUDROTIKA,AATINI MAA ATAITA ‘IBAADAKASH SHALIHIIN
amalan memohoN rezeki
.gentaralam@yahoo.com
Sedulur semua agar permohon rejeki kita di kabulkan oleh ALLAH SWT.lakukan lah sholat duha 4 rokaat,
rokaat 1 bc.al fatiha 11x ayat qursyi 11x..
Rokaat ke 2.bc al fatiha 11x.al kafirun 11x,salam.
Rokaat ke 3.bc al fatiha 11x al falaq 11x an nas 11x..
Rokaat ke 4 bc al fatiha 11x al ikhlas 11x… Salam.bc istigfar.111x.subhanallah walhamdulillah walailahaillallahu allahu akbar wala haula wala quwata illa billahil aliyil adzim.111x
doa sholat duha 41x.
insya allah akan allah kabukan segala permohonan kita dengan cepat baik urusan dunya maupun urusan ahirat dan allah jamin tidak akan ada yg dapat mencelakan kita baik yg di bumi ataupun yg di langit….semoga ada manfaatnya klo ada salahnya sy mohon maaf wassalam. @@@
WIHDATUL AL-WUJUD DAN WIHDATUL MAUJUD
1. Kami ingin memulai secara langsung dengan menguraikan sejenak tentang batasan diskusi dalam tema tersebut, yakni kami ingin membicarakan tentang wihdah al-wujud (kesatuan wujud) dan bukan tentang wihdah al-maujud (kesatuan maujud). Hal yang maujud itu banyak sekali, seperti langit, bumi, gunung, laut, pepohonan, spesies manusia dan lain-lain. Semua yang maujud tersebut memiliki perbedaan bentuk, rupa, warna, rasa , makanan, ukuran beratnya dan lain-lain. Tak ada seorang pun dari kalangan sufi yang sejati – seperti Ibn ‘Arabi dan al-Hallaj – yang mengatakan tentang wihdah al-maujud. Kalau orang mu’min yang biasa saja tidak pernah mengatakan tentang wihdah al-maujud, apalagi orang-orang sufi – yang merupakan mutiara orang-orang beriman. Mereka sangat takut untuk mengatakan yang demikian.
2. Pembelokan makna wihdah al-wujud menjadi wihdah al-maujud, ternyata banyak pendukungnya dalam setiap periode waktu.
Pertama, pada saat ulama sufi mengatakan tentang al-wujud al-wahid (wujud yang satu), para musuh mereka justeru menjelaskan konsep al-wujud al-wahid tersebut dengan pendekatan filosofis, sehingga wihdah al-wujud difahami dengan wihdah al-maujud, padahal di antara keduanya terdapat perbedaan yang sangat besar. Namun demikian, kebanyakan musuh kaum sufi menggunakan segala cara yang penuh dengan kebohongan dan keduastaan demi mematahkan argumentasi kaum sufi. Dalam pandangan mereka, “tujuan bisa menghalalkan segala cara”.
Kedua, satu hal yang berpengaruh terhadap kesalahfahaman tentang konsep sufi mengenai al-wujud al-wahid adalah pendapat Imam al-Asy’ari yang melihatnya dari kacamata filsafat kalam, bahwa “wujud adalah maujud itu sendiri”. Pendapat yang bercorak filosofis ini tentu tidak disepakati oleh orang-orang sufi dan juga oleh kebanyakan para pemikir Islam dan para filosofnya. Dalam pendapatnya yang bercorak filosofis ini, Abu al-Hasan al-Asy’ari bisa saja salah dan bisa saja benar. Begitu juga pendapat dan pemikiran filosofis beliau yang lain, bisa jadi salah dan bisa saja benar.
Sedangkan mereka yang tidak sepakat dengan pendapat al-Asy’ari di atas, memandang bahwa wujud tidak sama dengan maujud. Dengan wujud ini, jadilah wujud al-maujud. Ketika orang-orang sufi mengatakan tentang al-wujud al-wahid, para musuh mereka – apapun madzhab mereka – menjelakan konsep tersebut dengan mendasarkan diri pada pendapat al-Asy’ari di atas, sehingga mereka mengatakan bahwa al-wujud al-wahid sama dengan al-maujud al-wahid. Penjelasan dengan cara seperti ini – yakni dengan mendasarkan diri pada pendapat al-Asy’ari – membuat pendapat mereka lebih bisa dipercaya di mata musuh-musuhnya.
Persoalan ketiga, yang juga perlu diperhatikan adalah bahwa pendapat tentang wihdah al-maujud – dalam kacamata logika pembahasan – kurang bisa dibenarkan. Lagi pula gagasan tentang wihdah al-maujud yang tersebar di sana sini, merupakan sesuatu yang kacau dan menyesatkan, baik ditinjau dari segi maknanya maupun dari segi nilai filosofisnya, apa lagi konsep tersebut tidak dikenal dalam ajaran islam. Singkat kata, konsep tersebut – baik bentuk maupun maknanya – merupakan konsep yang menyesatkan.
Tambahan lagi, bahwa ungkapan wihdah al-maujud – yang sering dinisbatkan kepada al-Hallaj maupun kepada tokoh sufi yang lain – ternyata tidak pernah ditemukan dalam buku-buku mereka. Mereka tidak pernah menulis tentang konsep tersebut. Oleh karena itu, sangat jelas bahwa musuh-musuh mereka sengaja menisbatkan konsep tersebut kepada al-Halaj dan tokoh sufi yang lain, sehingga mereka memiliki alasan untuk menghukumi al-Hallaj dan kawan-kawan sebagai orang-orang yang kafir dan sesat.
3. Al-Wujud al-Wahid (wujud atau eksistensi yang satu)
Apakah ada hal yang meragukan dalam konsep al-wujud al-wahid tersebut? Sesungguhnya, itulah wujud Allah Swt yang ada dengan sendirinya tanpa membutuhkan sesuatu yang lain. Itulah wujud yang sebenarnya yang telah memberikan wujud kepada setiap yang ada. Tanpa wujud itu, maka sesuatu tidak mungkin ada. Wujud itulah Yang Maha Menciptakan, Yang Maha Meng-ada-kan dan Yang Maha Membentuk Rupa.
“Dialah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana yang dikehendaki-Nya. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (Qs. Ali Imran; 6).
Dengan demikian, hubungan Allah Swt dengan manusia adalah bahwa Allah Swt memberikan wujud kepada manusia yang dikehendaki-Nya, dalam setiap saat dan tersus menerus, sehingga manusia bisa hidup dalam “bentuk atau rupa” yang sesesuai dengan kehendak-Nya. Sedangkan hubungan Allah Swt dengan makhluk yang lain atau segala yang ada, juga sama polanya dengan hubungan antara Allah Swt dengan manusia. Misalnya, “Allah Swt menahan langit dan bumi supaya jangan lenyap; dan sungguh jika keduanya akan lenyap tidak ada seorangpun yang dapat menahan keduanya selain Allah” (Qs. Fathir; 41).
Yakni, Allah Swt mempertahankan wujud langit dan bumi, tetap mengatur keduanya dan tetap membuat keduanya berjalan seiring. Allah Swt mempertahankan langit dan bumi agar keduanya tetap ada dan berfungsi masing-masing. Jika Allah Swt tidak lagi “menahan” atau mempertahankan keduanya, maka keduanya akan binasa dan hancur berantakan.
Sesungguhnya Allah Swt senantiasa mengatur alam semesta ini. dia mengatur langit dan bumi, mengetahui apa yang dilakukan oleh setiap yang bernyawa, mengetahui semua butir atom, bahkan yang lebih kecil dari itu pun Allah Swt mengetahui dan mengaturnya, begitu juga dengan makhluk-makhluk lain yang besar-besar. Semuanya – baik yang di langit maupun yang di bumi – tidak bisa lepas dari ke-Maha Tahu-an Allah Swt.
Tentang ke-Maha Pengaturan Allah Swt ini, al-Qur’an dan Sunnah telah menjelaskannya dengan sangat gamblang, agar manusia tidak terlena; agar manusia menyadari bahwa keberadaan mereka tidak bersifat abadi; agar mereka tidak mengikuti hawa nafsunya; agar mereka “melepaskan pandangannya” ke atas dan menyaksikan cakrawala Tuhan; agar mereka mentauhidkan Allah Swt dalam bentuk beribadah kepada-Nya dengan seikhlas-ikhlasnya. Suatu keikhlasan yang tidak bercampur dengan syirik yang berupa hawa nafsu, harta, meteri maupun naluri kehewanannya.
Kami ingin menggambarkan bagaimana pendapat al-Qur’an tentang hal ini. Sesungguhnya Allah Swt telah menghadapkan kita dalam surat al-Waqi’ah dengan berbagai pertanyaan yang biasanya kita lupakan;
o “Jelaskanlah (kepada-Ku) tentang air mani yang kamu pancarkan. Apakah kamu yang menciptakannya, atau Kami yang menciptakannya?”(Qs. al-Waqi’ah; 58-59).
o “Jelaskanlah (kepada-Ku) tentang apa yang kamu tanam? Apakah kamu yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkannya?” (Qs. al-Waqi’ah; 63-64).
o “Jelaskanlah (kepada-Ku) tentang air yang kamu minum? Apakah kamu yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkannya?” (Qs. al-Waqi’ah; 68-69).
o “Jelaskanlah (kepada-Ku) tentang api yang kamu nyalakan (dari gosokan-gosokan kayu)? Apakah kamu yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya?’ (Qs. al-Waqi’ah; 71-72).
Dari beberapa ayat di atas, dapat diambil logika kebalikannya, yakni jika Allah Swt menghendaki, bisa saja Dia tidak menciptakan apapun, Dia tidak menjadikan suatu buah menjadi masak, Dia tidak menurunkan air dari awan, Dia tidak menumbuhkan kayu bakar, dan lain-lain. Sesungguhnya, di tangan Allah Swt lah segala urusan, baik yang positif maupun yang negatif. Di tangan Allah Swt lah urusan makhluk-Nya, apakah Dia mau menciptakan ataukah tidak.
Tidakkah kamu berfikir tentang “lemparan” yang kamu lempar? Sesungguhnya “bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar…” (Qs. al-Anfal; 17). Tidakkah kamu berfikir tentang kemenangan dalam jihad(mu)? Sesungguhnya Allah Swt lah yang membuat kamu menang dalam berjihad. Sedangkan mereka yang terbunuh sesungguhnya “bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allah lah yang membunuh mereka” (Qs. al-Anfal; 17).
Begitu juga, Allah Swt lah yang telah memberikan rizki dan makanan bagi manusia.
“Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya. Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air (dari langit), kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya, lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu, anggur dan sayur-sayuran, zaitun dan pohon kurma, kebun-kebun (yang) lebat, dan buah-buahan serta rumput-rumputan, untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu” (Qs. ‘Abasa; 24-32).
4. Ke-Maha Tahu-an dan ke-Maha Kuasa-an Allah Swt sebenarnya telah dirasakan dan dialami oleh manusia, tetapi mereka tidak pernah memperhatikannya. Mereka seperti hewan yang tidak pernah berfikir dan merenungkan semua itu. Allah Swt tidak pernah “disemayamkan” dalam hati dan keinginan mereka. Keinginan dan cita-cita mereka hanya berurusan dengan bagaimana caranya mereka bisa mengisi perut mereka, menimbun emas dan permata, meraih jabatan dan bagaimana mereka mempertahankan kekuasaannya. Mereka mendengar ayat-ayat Allah Swt, tetapi tidak pernah merenungkannya. Ayat-ayat tersebut tidak pernah berpengaruh dalam diri mereka. Mereka tenggelam dalam ni’mat Allah Swt yang teramat banyak, tetapi semua ni’mat itu tidak membuat mereka berterima kasih dan bersyukur kepada Allah Swt. Allah Swt tidak “berada” dalam hati, pikiran, lingkungan dan kehidupan mereka.
Namun demikian, ada sebagian manusia yang tidak memiliki sifat-sifat di atas. Mereka itulah orang-orang yang tenggelam dan menyaksikan kebenaran dan cakrawala Ilahiyah, berenang dalam samudera-Nya dan menemukan mutiaranya. Mereka selalu bersyukur dan berterima kasih atas segala ni’mat dan karunia-Nya yang selalu mereka rasakan dalam setiap sendi kehidupan mereka, sehingga Allah Swt pun menambahkan ni’matnya kepada mereka. “Jika kalian bersyukur, maka Aku tambahkan (ni’mat-Ku) kepada kalian…” (Qs. Ibrahim; 7).
Mereka bertaqwa kepada Allah Swt dengan sebenar-benar taqwa, sehingga Allah Swt memberikan ilmu kepada mereka. Mereka menjadikan Allah Swt sebagai Petunjuk dan Penolongnya, sehingga Allah Swt pun memberi petunjuk kepada mereka menuju jalan-Nya yang lurus dan menolong mereka terhadap diri mereka sendiri dan musuh-musuh mereka. Mereka secara terus menerus berusaha untuk merealisasikan makna tauhid, baik dalam ucapan, aqidah, perasaan maupun perbuatannya. Mereka betul-betul menghayati bahwa pernyataan Asyhadu an lailaha illallah mengandung makna yang sangat dalam yang tidak mungkin bisa dihayati oleh selain mereka.
Bagi mereka, makna syirik sangat jelas dalam bentuk yang tidak mungkin bisa difahami oleh orang-orang yang masih disibukkan oleh urusan duniai dan keluarga. Mereka hancurkan syirik dan berhala-berhalanya yang berupa hawa nafsu, syaitan, egoisme dan lain-lain. Singkat kata, mereka tutup semua pintu yang berpotensi menimbulkan syirik, agar syirik tidak bersemayam dalam hati mereka, baik syirik yang nyata maupun syirik yang tersembunyi. Dengan demikian, makna la ilaha illallah menjadi mantap dan kokoh dalam perasaan, tingkah laku dan maqam mereka. “… maka ke manapun kamu menghadap di situlah wajah Allah” (Qs. al-Baqarah; 115).
Di manapun mereka berada, Allah Swt senantiasa bersamanya. Allah Swt lebih dekat kepada mereka daripada urat leher mereka sendiri. Allah Swt lebih dekat kepada mereka daripada teman dan keluarga mereka. Allah Swt meliputi mereka, sehingga mereka tidak melihat selain Allah Swt yang bisa mengokohkan langit dan bumi. Mereka tidak melihat selain Allah Swt yang bisa memudahkan urusan. Dalam pandangan mereka, tidak ada yang bisa memiliki kekusaan selain Allah Swt. Dia-lah yang memberikan kekuasaan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Dia juga yang melengserkan kekuasaan dari tangan siapa saja yang dikehendaki-Nya. Dia-lah yang memuliakan dan menghinakan siapa saja yang dikehendaki-Nya.
Mereka telah menjadi rabbaniyun. Allah Swt “ada” dalam penglihatan, pendengaran, anggota tubuh dan hati mereka. Tidak ada yang luput dari pengawasan Allah Swt.
5. Para sufi membantu mereka yang ingin menempuh jalan menuju Allah Swt dan melakukan jihad secara terus menerus agar manusia bisa melepaskan diri dari belenggu materi dan melepaskan pandangannya ke langit.
Para sufi berusaha untuk menghadapkan wajah manusia kepada Allah Swt melalui ni’mat-Nya yang telah mereka rasakan dan juga melalui ciptaan-Nya. Sungguh, Allah Swt telah menyempurnakan setiap ciptaan-Nya. Mereka menghadapkan wajah manusia kepada Allah Swt melalui bunga yang sedang berkembang; melalui pepohonan yang sedang tumbuh; melalui matahari yang bersinar cerah; melalui bulan yang bersinar lembut; dan melalui bintang-bintang yang bertebaran dan berada dalam orbitnya. Singkat kata, melalui semua cipatan-Nya yang ada di alam semesta ini, para sufi mencoba menjelaskan makna ayat di bawah ini;
“Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu melihat sesuatu yang tidak seimbang? Kemudian pandanglah sekali lagi niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemukan sesuatu yang cacat dan penglihatanmu itupun dalam keadaan payah”(QS. al-Mulk; 1-4).
Bahasa kaum sufi adalah bahasa penghayatan, bukan seperti ungkapan “berbusa” para ulama kalam dan filsafat. Dalam bahasanya sendiri, kaum sufi memaparkan bahwa Allah Swt memberikan wujud kepada semua yang maujud; menjadikan yang berdiri bisa berdiri; membuat yang berjalan bisa berjalan; dan menyebabkan yang bergerak menjadi bergerak.
Allah Swt – dalam bahasa Ahli Sunah, khususnya penganut Asy’ariyah – adalah yang memotong, tetapi Dia bukan pisau yang memotong. Dia-lah yang membakar, tetapi Dia bukan api yang membakar. Dia-lah – ketika Dia menghendaki – yang berfirman kepada api: “Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim” (Qs.al-Anbiya; 69), sehingga api pun menjadi dingin dan tidak membahayakan.
Setiap kali para sufi mengungkapkan tentang al-wujud al-wahid ini dan mengumandangkannya, orang-orang menganggap para sufi sudah melewati batas dan keterlaluan. Padahal, para sufi tidak akan melampaui apa yang telah digariskan oleh ayat al-Qur’an yang memberikan penggambaran tentang keagungan Allah Swt dan pengawasan-Nya, yang tidak berarti bahwa “yang satu” itu bersifat “menyatu” dan bukan pula “keterpaduan” antara Sang Khaliq dengan makhluknya atau antara Yang Disembah dengan yang menyembahnya. Ayat itu adalah:
“Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zhahir dan Yang Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu”(Qs. al-Hadid; 3).
Ayat tersebut dan juga ayat-ayat lain yang telah kami sebutkan pada dasarnya bertujuan untuk mendorong kita menuju pengakuan atas ke-Maha Kuasa-an Allah, dan Maha Pengawasan-Nya, sedangkan pengawasan Allah meliputi semua hal. Ayat itu juga mendorong agar kita menghayati bahwa Allah swt mengarahkan manusia untuk “kembali berlari” menuju Allah dalam setiap urusannya, dan juga agar manusia mengagungkan diri-Nya sehingga terealisirlah pernyataan la illa ha illallah.
Lebih dari itu, semua yang dilakukan oleh para sufi senantiasa di bawah bimbingan al-Qur’an dan sunnah. Mereka menginginkan agar manusia menjadi rabbani. Namun jika masih banyak orang yang terlena di bumi ini dan hanya memandang ke arah “bawah”, maka itu bukanlah dosa atau kesalahan orang-orang sufi, karena mereka telah memenuhi kewajibannya yakni mengarahkan manusia kepada Allah swt.
Begitu juga, jika masih ada orang-orang yang tidak hanya terlena di bumi dan hanya memendang ke arah bawah saja, tetapi juga memusuhi orang-orang yang mengajaknya memandang ke arah langit dan mengarahkannya menuju Allah, maka mereka berarti telah memusuhi Allah dan rasul-Nya. Balasan bagi mereka sangat jelas yakni sebagaimana yang diaparkan dalam surat al-Ma’idah ayat 32.
6. Mungkin anda akan bertanya: “Kalau demikian, bagaimana dengan kasus yang menimpa al-Hallaj? Dan mengapa ia dihukum mati?”
Sesungguhnya kasus yang menimpa al-Hallaj yang sebelumnya menjadi rahasia kini rahasia itu telah terbongkar. Al-Hallaj adalah seorang pribadi yang teguh, beliau merupakan simbol bagi orang-orang jadzab. Di manapun beliau tinggal, banyak orang yang mengunjunginya dan ke manapun beliau pergi, banyak orang yang menyertainya.
Sebagaimana dengan para sufi yang lain, al-Hallaj juga mencintai keluarga (keturunan) Nabi sebagai konsekuensi cintanya beliau kepada Nabi Muhammad Saw. Pada saat itu, ahl al-bait (mereka yang merupakan keturunan Rasulullah Saw) memiliki ambisi untuk memerintah atau memegang tampuk kekuasaan. Oleh karena itu, Bani Abbas (yang sedang berkuasa pada saat itu) tidak menyenangi seorang pribadi seperti al-Hallaj yang mencintai ahl al-bait. Al-Hallaj tetap pada sikapnya, bahkan pengikutnya semakin banyak dan kuat yang tersebar dalam setiap tempat. Oleh karena itu, demi mempertahankan stabilitas pemerintahan, al-Hallaj harus dihukum.
Dengan demikian, hukuman mati yang ditujukan pada al-Hallaj jelas bermotif urusan duniawi, dalam hal ini adalah motif politik. Merupakan hal yang sangat mudah bagi penguasa untuk menjungkirbalikan hukum, mendatangkan saksi-saksi palsu, menyuap para hakim dengan harta dan kedudukan serta menuruti hawa nafsunya. Demikianlah, al-Hallaj dihukum mati dengan mengatasnamakan kepentingan agama. Bahkan beliau dituduh telah menyebarkan suatu pendapat yang sebelumnya tidak pernah beliau kemukakan dalam buku-bukunya. Itulah kasus yang menimpa al-Hallaj, dan tuduhan itu “tetap” menjadi misteri.
Menurut logika yang benar, “seorang arsitek tidak boleh memberikan “fatwa” tentang persoalan kedokteran, begitu juga seorang sasterawan tidak bisa memberikan keputusan tentang persoalan-persoalan yang dihadapi oleh para arsitek”. Dengan demikian, tokoh-tokoh besar seperti Ibn ‘Arabi, al-Hallaj dan Ibn Faridl tidak bisa dihukum oleh orang-orang yang belum sampai maqam mereka, atau setidaknya mendekati maqam mereka.
Salah seorang guru kami pernah ditanya: “Sesungguhnya si-Fulan telah mengkritik Ibn ‘Arabi dalam beberapa masalah”. Jawab guru kami: “Apakah seekor kumbang berhak untuk menghakimi perbuatan singa? Seekor kumbang tidak berhak untuk menghakimi perbuatan binatang buas, juga tidak berhak untuk membicarakan apa yang dilakukan oleh binatang buas, karena bisa jadi logika yang dipakai tetap logika seekor kumbang”.
Imam Syafi’i pernah berkata berkaitan dengan orang-orang yang mengkritik Imam Muhyidin Ibn ‘Arabi: “Sesungguhnya mereka itu seperti nyamuk yang meniup sebuah gunung dan menginginkan agar gunung itu bisa berpindah dari tempatnya karena tertiup angin yang dihembuskan nyamuk itu. Ini tentu tidak mungkin, karena gunung itu masih tetap kokoh menjulang tinggi. Dengan gunung itu, bumi menjadi menjadi kokoh dan dunia menjadi tetap seimbang”.
Imam al-Sya’rani juga pernah mengomentari orang-orang sufi secara umum dan Sayyidina Muhyidin secara khusus: “Dalam pandanganku, para penyembah berhala saja tidak berani untuk mengatakan terus terang bahwa berhala yang mereka sembah itu sebagai tuhan mereka, bahkan mereka hanya berkata: ‘Kami tidak menyembah mereka (berhala-berhala itu), melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya” (Qs. al-Zumar; 3).Maka bagaimana mungkin mereka yang menjadi auliya Allah berani mengaku ‘telah bersatu’ dengan Allah swt. Ini adalah sangat mustahil bagi mereka, semoga Allah meridlai mereka”.
Oleh sebab itu, agar seseorang bisa memahami, maka ia harus sampai pada posisi yang setara, atau mendekati dengan posisi/maqam Imam Muhyidin, Ibn Arabi, al-Hallaj dan Ibn Faridl, semoga Allah meridhoi mereka dan memberikan kepada kami manfaat dari karya-karya mereka. Wa billah al-taufiq. @@@
Jenis kayu yang memiliki tuah, daya & kegunaannya bag II
Pohon Kebak umumnya semacam pohon beringin hutan tetapi tidak bisa besar, namun adapula yang beranggapan pohon ini sejenis waru tetapi daunnya agak muda, sering disebut Tutup (Macaranga sp, Acalypha sp). Kayunya yang ringan dipercaya melariskan dagangan dengan menaruhnya ditempat dagangan atau uang. Kayu ini mudah kena pelapukan / jamur.
18. Kelor, Maronggi, Celor, Keloro (Moringa Olefera Lamk)
Semua bagian pohon ini dipercaya bisa untuk obat. Jika ada orang yang kejang-kejang atau kesurupan atau kena hawa jahat (sawan) dari jenazah, cobalah tengkuknya dan semua persendian tubuhnya digosok dengan remasan daun kelor, biasanya ia segera siuman. Orang yang punya kesaktian tertentu (Black Magic) biasanya juga akan punah bilamana dipukul dengan cabang pohon kelor. Tidak semua pohon kelor memiliki bagian teras yang berwarna hitam yang biasa disebut GALIH KELOR, bagian kayu ini sering dicari sebagai jimat karena dipercaya dapat menunjang ilmu kanuragan dan kebal terhadap senjata tajam. Galih Kelor tidak dianjurkan dibawa oleh mereka yang berpembawaan lekas naik darah.
19. Kengkeng
Banyak dijumpai dilereng Gunung Lawu, dicari karena dapat menyadarkan orang yang kesurupan. Sepotong kayu ini jika ditaruh dekat bayi atau anak kecil bisa menolak roh jahat, roh halus.
20. Krangeyan (Litsea Cubeba Pers)
Pohon setinggi 5 – 15 m dengan batang yang paling besar hanya berdiameter 25 cm ini banyak dijumpai di daerah pegunungan. Mulai dari kulit, daun dan bunganya berbau harum. Kayunya diyakini memiliki daya menolak santet, tenung dan gangguan setan jahat. Untuk pengobatan umumnya baik bagi sakit pernapasan.
21. Liwung (Arenga Pinnata Merr ?, Calyptrocalyk Spicatus ?, Cycas Sp ?)
Kayu ini ditemukan didaerah Gunung Lawu, biasnya berbentuk tongkat atau potongan yang banyak ditawarkan oleh penduduk setempat. Warnanya hitam seperti teras kayu aren, bedanya seratnya agak kasar. Kayu Liwung berasal dari pohon Liwung yang tidak lain adalah pohon Aren laki-laki karena tidak mempunyai bunga betina. Pohon ini amat jarang, sementara ada kayu sejenis yang dipercaya sebagai kayu liwung namun asalnya berbeda. Kayu Liwung dipercaya mempunyai tuah kekebalan terhadap senjata tajam dan tumpul, sangat baik untuk mereka yang mendalami ilmu kanuragan. Sifatnya agak panas, tidak baik untuk mereka yang mudah terpancing emosinya.
22. Lotrok
Sepintas mirip kayu Kebak atau Boga, namun agak kemerahan.
Kayunya ringan dan berasal dari lereng gunung berapi. Dipercaya kayu ini dapat memperlancar pesalinan dan anti black magic namun kadar tuahnya rendah.
23. Mimang
Tidak diketahui nama latinnya, akar mimang menonjol dipermukaan tanah, konon siapa yang melangkahinya akan bingung dan tersesat. Akar mimang ditanam ditanah dibawah pintu masuk dan bagian belakang rumah. Baik akar maupun kayunya dipercaya memiliki khasiat membingungkan orang siapa saja yang melangkahinya.
24. Pamrih & Ringin Sepuh (Ficus Spp)
Kayu Pamrih berasal dari pohon Pamrih yang tumbuh dibekas pertapaan Sri Sultan Hamengku Buwono I di Beton Kampung Sewu ditepi Bengawan Solo, Surakarta. Menurut legenda dibawah pohon itulah baliau berteduh setiap hari sampai ada bisikan gaib untuk melawan Kompeni Balanda. Kayu Pamrih dipercaya bertuah kepangkatan, kewibawaan dan keberanian, cocok bagi mereka yang berkecimpung di pemerintahan.
Ringin sepuh disini adalah pohon yang tumbuh dihalaman makam raja-raja Mataram di Kota Gede, Yogyakarta. Dinamakan juga “Waringin Tuwo” atau Ringin Sepuh, sejak jaman dulu dipercaya memiliki kekuatan gaib. Daunnya yang jatuh “mlumah kurep” artinya satu jatuh terlentang pada satu sisi sedang satunya pada sisi lain ditambah akar dan sedikit kulit pohon, semuanya dimasukan kedalam kantong kain putih kecil banyak digunakan sebagai zimat keselamatan. Bagi yang mujur, kadang kejatuhan sebuah cabang pohon ini. Kayunya dipercaya memiliki tuah keselamatan, kewibawaan dan derajat kepangkatan. Dijaman dahulu, hampir semua warga Yogya yang akan merantau keluar daerah dibekali bungkusan daun ini. Kalau maju perang atau pergi kedaerah lain, akan kembali dalam keadaan selamat.
25. Nagasari, Penaga Putih, Nagakusuma (Mesua Ferrea Linn)
Pohon ini asalnya dari India, banyak ditanam dihalaman atau kebun dibawah 1300 m dpl didaerah Jawa dan Bali, bisa mencapai tinggi 20 m dengan diameter 50 cm. Yang dianggap bertuah umumnya terdapat di makam-makam tokoh sejarah, misal Raja, Ulama seperti di Imogiri, Kotagede, Kudus dan Gunung Muria. Daun yang muda berwarna merah, duduk berhadapan, bunga besar dengan 4 helai daun mahkota yang berwarna putih, berbau wangi. Sedang buahnya berkulit keras disebut Gandhek berisi 1 – 4 biji. Mulai akar, daun, bunga sampai kulit dan kayu dimanfaatkan untuk obat dan azimat penangkal bahaya.
Kuncup bunga yang masih tertutup disebut sari kurung atau cangkok kurung. Sedang kuncup bunga yang telah terbuka disebut sari mekar atau cangkok mekar. Benang sarinya harum, dinamakan podhisari atau sari naga / sari cangkok. Bunga yang telah diambil benang sarinya ditumbuk halus menjadi obat-obatan disebut sari cangkok. Semua ini menjadi bahan campuran pelbagai obat racikan.
Biji Nagasari juga banyak dimanfaatkan untuk obat luar, caranya biji ditumbuk halus setelah dihilangkan kulit kerasnya, kemudian ditaruh dalam minyak kelapa atau wijen (sesam oil) dan dipanasi. Minyak ini sangat baik untuk luka infeksi, eksim menahun, bengkak bahkan bisul dan segala macam penyakit kulit. Untuk pengobatan sebaiknya dalam keadaan hangat larutan nogosari dalam minyak itu dioleskan pada bagian yang sakit.
Biji Nagasari juga dapat digunakan untuk pengobatan infeksi dalam. Caranya, ambil 3 –5 nogosari, pecah dan tumbuk lalu taruh dalam gelas berikut kulitnya lalu seduh dengan air setengah panas (air termos), diamkan sekitar 5 menit dan setelah dingin diminumkan pada si sakit. Isinya jangan dibuang tetapi isi dengan air panas lagi dan lima jam kemudian diminumkan lagi kemudian ditambah air panas lagi dan minumkan 5 jam kemudian. Air nogosari ini sangat baik untuk mengobati haid yang selalu sakit, pendarahan lambung dan keputihan. Menurut pengalaman banyak orang, segala penyakit yang mempunyai efek panas badan dapat disembuhkan dengan nogosari, baik dengan seduhan dalam air mulai dari biji, serpihan kayu, daun, bunga atau kulit kayunya. Kulit kayu Nogosari berwarna coklat, jika sudah tua menjadi coklat kehitaman atau coklat dengan serat serat hitam. Kayu yang dianggap mempunyai daya gaib istimewa terutama yang dari makam leluhur. Untuk mendapatkannya dianjurkan puasa mutih (hanya makan nasi dan minum air putih) selama beberapa hari. Sebelum memotong kayu, seyogyanya melakukan sesaji selamatan menurut petunjuk penjaga makam.
Kayu Nogosari termasuk keras dan ulet, sebaiknya setelah dipotong jangan dijemur, tetapi setelah agak kering buatlah barang yang diinginkan, misal tongkat, pipa, stick dan sebagainya.
Kayu ini sangat berbahaya jika untuk memukul. Secara spiritual kayu ini bersipat mengembalikan daya yang dilontarkan kepada pemakai. Diyakini kayu ini merupakan kayu yang paling unggul diantara kayu bertuah lainnya. Tuahnya : keselamatan, kewibawaan, pengobatan, perlindungan terhadap orang jahat/jin jahat, binatang berbisa, anti tenung dan black magic. Pemakai kayu ini diharapkan berlaku jujur dan suci, jika tidak maka tindakan negatif nya akan berbalik memukul diri sendiri. Kayu Nagasari mudah dikenal karena jika ujungnya dibakar tidak menyala dan jika direndam air sekitar 10 menit maka permukaannya akan keluar bulu-bulu halus.
Pantangan : Kayu ini jangan sekali-kali dilangkahi wanita atau pria dan seyogyanya kayu ini jangan dilekati benda logam(emas, kuningan, perak) atau gading. Biarkan seperti adanya. Kayu yang tua sangat bagus untuk dibuat mata cincin, khasiatnya sama dengan membawa kayu Nagasari dalam ukuran besar.
26. Rotan Poleng, Rotan Pethuk (Daemonorops Spp, Gleichenia Spp)
Batang rotan yang poleng (bintik hitam) dipercaya bertuah membuat orang kuat berjalan jauh, karenanya dicari untuk dibuat tongkat. Begitu juga dengan rotan pethuk, artinya dua ruas yang saling berhadapan, dipercaya memiliki daya gaib, diantaranya bisa menghilang, kebal terhadap senjata tajam dan menghalau unsur jahat.
Menurut cerita Pangeran Mangkubumi pernah diberi rotan pethuk dan apabila diajunkan maka musuhnya seakan melihat orang dalam jumlah banyak sehingga melarikan diri.
27. Secang (Caesalpinia Bonducella Flemm / C. Sappan Linn)
Pohon secang tumbuh dimana-mana, ditanam sebagai pagar hidup atau pohon liar, pohonnya penuh duri, kayu gubal berwarna putih sedang bagian terasnya berwarna merah darah. Rendaman atau seduhan air panas kayu secang ini berwarna merah dikenal sebagai obat manjur penyakit yang ditandai keluarnya darah seperti demam berdarah, mimisan, muntah darah, berak darah bahkan penyakit darah tinggi, juga untuk menyembuhkan penyakit gula darah (DM), jantung, infeksi ginjal dan lever.
Untuk penyakit jantung, seduhan ini ditambah daun Dewandaru dari Gunung Kawi, anak yang panas dapat didinginkan dengan mengompresnya dengan seduhan air secang. Penyakit stroke yang belum terlambat dapat diberi minuman rebusan kayu secang yang ditambah dengan pohon ceplukan dan sedikit adas pulowaras. Untuk pengobatan penyakit kanker, rebusan secang ditambah serpihan tatal kayu setigi, nogosari dan segenggam rumput lidah ular atau jika tidak ada dapat diganti dengan buah Makutha Dewa. Kayu secang bertuah anti roh jahat, pelarisan dagangan dan menolak santet. Untuk pelarisan seyogyanya semua tempat barang dagangan dan lantai took dipel dengan air rebusan secang dan bagian depan tempat usaha disiram dengan seduhan secang setiap pagi sebelum toko buka.
28. Sempu (Dillenia Sp ?)
Kayu berwarna putih seperti kebak, dipercaya menyembuhkan orang kesurupan, caranya dengan membawa kayu sempu rabalah orang tersebut dan dengan ijin Allah SWT berdoalah agar orang tersebut sadar, atau rendamlah sepotong kayu sempu kedalam air putih, basahilah kepalanya dengan air tersebut dan berdoalah menurut keyakinan anda, semoga orang tersebut bisa sadar. Hal yang sama bisa dilakukan juga dengan menggunakan potongan kayu nogosari.
29. Setigi, Kastigi, Sentigi, Kayu Sulaiman
Banyak ditemukan didaerah berdekatan dengan pantai laut dan biasanya tumbuh ditanah berkapur. Pohon ini daunnya menyerupai daun sawo beludru atau duren yaitu hijau dengan bagian bawah berwarna merah tembaga.
Kayu ini bersifat perempuan, sebaiknya jangan dipakai oleh wanita terlebih yang belum menikah. Kayu ini yang masih segar berwarna putih kemerahan namun lama kelamaan berubah coklat tua dan jika memukul orang hanya menyebabkan pingsan, tidak mati.
Tuah kayu antara lain anti gigitan binatang berbisa, caranya ditempelkan potongan kayu setigi ke bekas gigitan atau sengatan beberapa lama. Juga menolak hama tumbuhan, penyakit menular dan tanah sangar karena pengaruh jin jahat/black magic. Kayu ini bisa juga untuk mengobati penyakit kanker. Ambil serpihan (tatal) kayu setigi, rebus bersama rumput lidah ular-ularan, segenggam daun tapak dara dan adas pulowaras, penderita diminta minum 3 x sehari masing masing 1 gelas. Kayu Setigi relatif ringan namun tenggelam dalam air. Pemakai kayu setigi atau tesek atau pembawa kayu setigi jangan sekali kali masuk air karena bisa tenggelam. Kayu ini banyak terdapat dipantai-pantai khususnya pegunungan kapur yang setiap hari mendapat angin laut.
30. Sodo Saren, Sodo Lanang (Arenga Pinnata Merr)
Lidi daun aren dipercaya memiliki khasiat menghalau jin/setan dan melumpuhkan orang-orang yang memiliki kesaktian karena ilmu hitam. Mereka akan hilang kesaktiannya bila dipukul dengan lidi daun aren, jangan sekali-kali memukul anak dengan lidi daun aren karena salah-salah bisa kena penyakit jiwa yang sulit disembuhkan.
Rumah yang angker atau banyak dihuni hewan pengganggu seperti tikus, ular, kelabang dll, bisa dibersihkan dengan satu ikat lidi aren yang dikebutkan keseluruh penjuru ruangan, lebih baik lagi bila disertai dengan membakar daun trembesi (johar, Cassia siamea Lamk) yang kering dicampur sedikit belerang, biasanya dalam beberapa waktu sudah bebas dari segala gangguan.
Sodo Saren disebut juga sodo lanang, penamaan ini juga diberikan kepada lidi daun kelapa yang jatuh menancap ditanah secara alamiah. Khasiatnya sama dengan lidi pohon aren.
Bila sodo lanang tidak digunakan, taruhlah diatas pintu masuk rumah sebagai penolak bala.
31. Sulastri, Slastri, Sletri, Sulastri, Bintangur Bunut (Calophyllum Soulatri Burm)
Pohon ini bisa mencapai tinggi 30 m dengan diameter 50 cm. Dipelihara orang karena bunganya harum, pohon ini dianggap bertuah yang ditanam di petilasan pemandianLangenharjo, Sukoharjo, Surakarta sebagai peninggalan Sri Sunan PBX.
Sejak jaman dulu daunnya dipercaya dapat merukunkan pasangan suami istri yang selalu cekcok atau tidak rukun, begitu juga kayunya dapat disimpan untuk maksud yang sama. Daun Sulastri sering digunakan untuk penyakit rheumatik sedang kulit kayunya banyak dimanfaatkan untuk campuran jamu penguat badan.
32. Tesek, Tengsek (Rhynchocarpa Monophylla Backer ?)
Kayunya amat keras dan awet, banyak ditemukan dilereng gunung berapi dengan tinggi mencapai 40 m dan diameter 50 cm, batangnya lurus dan bulat.
Karena banyak diburu orang, sekarang makin langka, dibedakan antara Tesek biasa dan Tesek Wulung, yang pertama kayunya putih, disana sini diwarnai cerat-cerat atau poleng hitam. Tesek lainnya wulung, kulitnya berwarna coklat tapi lama lama menjadi hitam.
Menurut kepustakaan, kayu ini tenggelam di air dan jika diletakan diair mengalir maka ia akan berjalan melawan arus, kayu ini bagus disimpan orang yang sabar dan tidak mudah marah karena bila digunakan untuk memukul walau hanya digunakan sebagai mata cincin, bahayanya tetap ada, orang bisa pingsan sampai mati. Kayu ini biasa dibuat cincin, pipa, tangkai tombak, gantungan kunci dll.
Tuahnya : tahan lama dalam air, diwaktu banjir mengamuk ia bisa tahan jika memakai kayu ini, juga dipercaya anti tanah sangar, anti hama tumbuhan dan anti ilmu hitam, anti upas atau entup (sengatan lebah). Wanita dan Pria boleh memakai kayu ini dan kayu ini bersifat laki-laki, jodoh kayu ini adalah kayu setigi. Kayu Setigi yang terkenal dari Gunung Lawu atau Merapi.
33. Timaha
Kayu Timaha yang berkhasiat adalah yang mengandung pelet.
A. Pelet Kendhit, pelet yang melingkar pada kayu dengan warna yang lebih gelap dari kayu asalnya dan kelihatan mengkilap seperti bara api. Pelet jenis iniberkhasiat membawa kebahagiaan, kemudahan, kekayaan dan melindungi diri dari bahaya dan penyakit bagi pemiliknya.
B. Pelet Tulak, membentuk garis tebal dari atas kebawah dengan warna yang menkilap hitam/coklat tua dan gambar yang ditengah lebih menyala dari gambar yang lain, khasiatnya melindungi pemilik dari senjata tajam.
C. Pelet Pudhak Sinumpet, menyerupai pelet tulak hanya tidak mempunyai gambaran hitam, khasiatnya seperti pelet tulak.
D. Pelet Pulas Kembang, pelet yang menyerupai awan ber-arak dan berkhasiat menolak bahaya dilaut dan sebagai penolak binatang buas disungai (buaya, ular dll).
E. Pelet Dhoreng, gambarnya seperti loreng harimau, berkhasiat pemiliknya menjadi angker/tegar dan disegani. Banyak dicari dengan harga cukup tinggi.
F. Pelet Ngamal, pelet dengan bentuk bintik-bintik besar (ceplok) dengan jarak sedikit jarang satu sama lain. Khasiatnya memberikan kepuasan hidup dan selalu gembira. Pelet ini sedikit memilih dan hanya pejabat yang memakainya.
G. Pelet Pulas Groboh, gambarnya bintik-bintik besar dan kecil. Khasiatnya hampir sama dengan pelet ngamal hanya tidak pemilih.
H. Pelet Beras Wutah, bergambar titik-titik kecil merata pada seluruh kayu, khasiatnya untuk pengasihan (dicintai manusia dan binatang), banyak dicari dan mahal.
I. Pelet Ngirim (Ngingrim) Kembang, gambarnya berbentuk besar dan panjang, khasiatnya dihormati orang, dicintai lawan jenis dan biasanya dipakai oleh yang belum berkeluarga (bisa jejaka, duda).
J. Pelet Gandrung, bentuknya bulat bulat dan tidak teratur dengan warna lebih mengkilat dan terang, pemiliknya hidup hemat dan cermat.
K. Pelet Ceplok Kelor, gambarannya bulat telur dan besar seperti daun kelor, khasiatnya memberi keselamatan pada pemilik.
L. Pelet Ceplok Bantheng, pelet yang hampir menutup seluruh kayu tetapi masih terlihat disana-sini kayu aslinya. Pemiliknya akan selalu dalam keadaan sehat wal-afiat.
M. Pelet Segara Winotan, pelet yang terdiri dari satu, dua, tiga bintik-bintik yang teratur. Khasiatnya dihormati setiap orang dan pelet ini pemilih, hanya pejabat tinggi yang pantas memakainya.
O. Pelet Gana, pelet yang bergambar seperti batu arca, khasiatnya memberi kesejahteraan dan menghimpun semua kebaikan dan kebahagiaan. Dulu hanya dipakai raja atau pejabat tertinggi.
P. Pelet Sembur, pelet dengan gambar titik-titik kecil tersebar diseluruh permukaan kayu, khasiatnya dapat menundukan manusia atau binatang, menghindarkan kemarahan orang lain dan umumnya pelet ini mempunyai kekuatan gaib.
Q. Pelet Nyerat, jenis ini bergambar garis-garis tipis seperti gambar pada marmer, kadang seperti hurup/tulisan. Khasiatnya pemiliknya dapat hidup mandiri, percaya diri dan selalu beruntung serta jaya, dalam berusaha selalu berhasil.
R. Pelet Dewadaru, seperti pelet nyerat, hanya garisnya lebih tebal dan tajam sehingga kadang-kadang sulit membedakan dengan pelet nyerat. Khasiatnya melindungi keluarganya dari mara bahaya, melindungi harta benda dan biasanya pusaka yang memakai pelet ini ditaruh dalam tempat penyimpanan harta. Pelet ini terdapat pada pohon beringin dan mempunyai nilai cukup tinggi dan sangat dihormati.
Jenis kayu yang memiliki tuah, daya & kegunaannya
Kayu, Kegunaan & Daya Yang Dipunyainya.
Dikalangan masyarakat kita, terutama yang ada di Pulau Jawa, ada yang mempunyai keyakinan bahwa untuk beberapa jenis kayu tertentu, ada yang memiliki daya gaib dan khasiat tertentu. Asal kayu tersebut bisa saja karena berasal dari pohon atau kayu bekas tempat keramat atau yang dikeramatkan seperti makam leluhur, para Wali atau karena langka, susah mendapatkannya atau bisa juga karena memiliki sifat khusus yang tidak dimiliki kayu lain.Derajat tuah kayu tergantung dari tempat tumbuh, lingkungan dan tata cara pengambilannya yang kadangkala memerlukan sesajian. Selain itu gambar yang ada pada kayu karena proses alam atau pembusukan atau penyakit pohon kadangkala diyakini memiliki pengaruh gaib juga, contohnya Pelet Kendhit pada warangka keris dari kayu Timaha dipercaya memiliki daya mengikat tamu hingga mereka tidak meninggalkan tempat hajatan sebelum acara selesai.
Ternyata kepercayaan ini terdapat juga dibeberapa suku bangsa lain, bukan hanya bangsa kita saja.
Dengan mengacu beberapa sumber, a.l. Drs. Budihardono, Ir. Bambang W.B. , R. Oesodo, Ir. Wibatsu HS dan sumber lainnya diuraikan dibawah beberapa jenis kayu yang secara tradisional dianggap bertuah. Penyertaan nama latin untuk menambah informasi mengenai jenis kayu tersebut, untuk beberapa nama latin yang dirasa kurang tepat diberi tanda (?).
1. Asam Jawa, Celagi, Tangkal Acem (Tamarindus Indicus Linn)
Pohon Asam sangat popular di Indonesia dengan tinggi mencapai 30 m dan diameter mencapai 60 – 70 cm. Daun dan buahnya banyak digunakan untuk obat. Asam Kawak adalah buah asam yang telah dibersihkan dari biji dan seratnya kemudian dikukus sekitar 10 menit, diberi sedikit garam, dibentuk seperti bola dan dijemur disinar matahari. Asam kawak ini digunakan untuk obat macam macam, diantaranya penyakit tenggorokan. Bijinya disebut Klungsu, diyakini dapat menolak roh jahat, khususnya dari Kerajaan Kidul. Biji asam yang hitam legam sebanyak 3-9 biji jika ditaruh dalam lampu mobil/motor dipercaya dapat menghindari kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan oleh mahluk halus. Bagian hitam dari teras asam dinamakan Galih Asam, bertuah untuk keselamatan, menolak Jin jahat dan anti tenung. Jika dipukulkan pada seseorang yang mempunyai daya magic hitam maka biasanya akan punah kesaktiannya. Galih Asam hanya baik dipakai oleh pemimpin berhati “Satriya Pandita”, kayu ini juga bagus untuk Warangka Keris.
2. Awar-awar, Dausalo, Bar-abar, Sirih Popar (Ficus Septica Burm)
Perdu yang banyak tumbuh di tempat agak basah ini hampir tumbuh diseluruh Nusantara, dari akar sampai daun mempunyai kegunaan. Akarnya ditumbuk dengan Adas Pulowaras dan airnya diperas dapat digunakan untuk mengobati keracunan ikan, gadung (Dioscorea hispida dennst.) dan kepiting. Jika ditumbuk dengan segenggam akar alang-alang dan airnya diperas merupakan obat muntah yang sangat manjur.
Daun awar-awar sering digunakan untuk menolak setan. Jaman dulu daunnya banyak dimanfaatkan untuk membuat tikee, yaitu daun awar-awar diiris halus kemudian dicampur candu. Dalam bentuk bulatan kecil ini tikee dibakar didalam alat penghisap madat khusus yang dinamakan "bedhutan".
Seringkali pohon awar-awar yang sudah tua bagian terasnya memperlihatkan gambar seperti pelet timaha, bagian ini banyak dicari pecinta keris untuk warangka karena diyakini kayu ini dapat meredam keris/tombak yang panas serta menjauhkan dari gangguan jin jahat dan black magic. Yang perlu diingat kayu ini sangat lunak.
3. Bambu Buntet, Bambu Pethuk (Bambusa Sp, Phyllostachys Sp, Schizostachum Sp, dsb)
Bambu buntet adalah bambu yang buluhnya tidak kosong. Dipercaya tongkat atau potongan bambu ini bertuah menghalau pengaruh roh jahat dari rumah. Bambu pethuk adalah bambu yang kedua ruasnya saling bertemu. Dipercaya siapa saja yang membawa potongan bambu ini akan kesampaian maksudnya, tidak mendapat gangguan dari siapa saja. Rotan pethuk adalah rotan yang buku ruasnya saling berhadapan, khasiatnya sama dengan bambu pethuk. Bambu Carang Gantung adalah bambu yang tumbuh dari rebung dan keluar sebagai pohon bambu kecil kecil, diyakini anti jin jahat dan santet, banyak ditaruh diatas pintu masuk rumah dan jika dipukulkan pada ular akan mati seketika, juga dipercaya bertuah menghindari wabah penyakit menular dan ilmu hitam yang hendak mengganggu pemiliknya.
4. Boga (Ficus Toxicaria Linn ?)
Kayu ini menyerupai kayu Kebak (Ficus Alba Reinw), warnanya putih dan diyakini berkhasiat menglariskan dagangan. Caranya : taruh sepotong kayu ini didalam almari / etalase barang yang dujual, atau dapat juga disimpan dalam peti uang. Jika ditaruh didalam rumah dipercaya pemiliknya tak pernah kekurangan sandang pangan.
5. Bambu Apus Pringgolayan, Wulung & Ori
Bambu Apus (Gigantochloa Apus Kurz) yang tumbuh dibelakang makam Pangeran Pringgoloyo dkampung Pringgalayan, Kotagede, Yogyakarta sejak jaman dulu dipercaya memiliki tuah membuat pekarangan menjadi angker, karena itu sering digunakan untuk mengusir penyewa yang bandel, tidak mau pindah. Biasanya sepotong bambu apus ditanam atau ditaruh dekat pintu rumah, tetapi setelah tujuannya tercapai segera dikembalikan ke Pringgolayan. Menurut juru kunci makam, semua bambu apus di Pringgolayan mempunyai sifat demikian, tetapi sifat baiknya juga ada termasuk jimat penglaris dagang, tumbal keselamatan, menolak jin jahat. Semua tergantung dari permohonannya.
Bambu wulung (Gigantochloa verticillata Munru) dan bambu Ori (Bambusa Bambos Miq) juga dipercaya memiliki tuah menolak setan. Untuk keperluan ini, ambil sepotong buluh bambu yang satu ruasnya tertutup kemudian taruh disisi pintu masuk dan isi buluh bambu itu dengan air cucian beras, potong dlingo bangle, garam dan rumput alang-alang. Setiap kali, misal setiap minggu, isi dengan air cucian beras, sarana ini selain menolak jin jahat juga menolak tuju, tenung dan santet.
Cara lain, ambil bambu ini dalam bentuk tusuk sate (diruncingkan). Masing-masing disudut perkarangan atau rumah tusukan bambu ini kedalam tanah. Taburi garam dan irisan dlingo bangle disekitar tusukan sate ini.
6. Lingsar (Pterocarpus Sp ?)
Pohonnya tinggi besar, tumbuh ditempat kramat Lingga Manik, barat daya desa Kayangan, Kulonprogo, sebelah utara Samigaluh. Dipercaya bisa menolak jin jahat dan memperlancar permohonan yang bersifat kesucian. Kayu Lingsar sepintas seperti Kayu Sengon (Albizzia falcate), bersifat mudah retak karena penggantian cuaca.
7. Klumpit, Klumprit (Terminalia Edulis Blanco ?)
Pohonnya tinggi besar, banyak terdapat dihutan jati, namun kini hampir punah digunakan untuk bahan bangunan yang tidak menuntuk keawetan. Salah satu pohon Klumpit yang masih alami terdapat di Goa Ngrancang Kencono, 7 km barat daya kecamatan Playen termasuk kawasan desa Manggoran Kidul.
Kayu ini dipercaya bertuah memudahkan permohonan yang bersifat duniawi.
8. Wergu (Rhapis Flabelliformis l’Herit)
Palma kipas atau Wergu biasanya tumbuh dalam rumpun yang padat.
Batang berbuku-buku lurus keatas dengan daun daun seperti kipas. Pohon ini berasal dari China, Vietnam, Laos dan Kamboja. Biasanya tumbuh liar atau sebagai tanaman pagar.
Batang yang berat biasanya berasal dari yang berumur 20 th lebih, dijaman dulu kayunya banyak dieksport ke Hongkong dan China. Nama dagangnya Cannes de laurier atau jones du Tonkin. Kualitasnya dibedakan : (1) diameter lebih dari 20 mm, (2) diameter 13-20 mm, (3) diameter 8 – 13 mm. Semua kualitas ini mempunyai panjang 125 mm.
Kayu Wergu dipercaya bertuah menjauhkan ular dan binatang berbisa, selain itu juga memiliki daya menambah kekuatan bagi pemakainya.
9. Songgo Langit (Ochrosia oppositifolia K.Schum & Tridax procumbens Linn.)
Kayu Songgo Langit yang dianggap bertuah adalah kayu Ochrosia oppositifolia K.Schum. yang sudah amat langka, tingginya bisa mencapai 13 – 14 m dengan diameter 30 sm, biasanya tumbuh didaerah pantai atau tepi pantai. Akarnya keras, dari luar tampak kuning tetapi dalamnya tampak kuning pucat. Kayunya berbau untuk obat dan biasanya digunakan untuk obat terutama sakit perut, kejang perut dan rasa tidak enak setelah makan ikan atau udang. Sementara ada yang beranggapan kayu Songgo langit yang berkhasiat ghaib adalah jenis perdu Tridax procumbens Linn. Biasa tumbuh dikarang karang pegunungan kapur. Pohon ini banyak bercabang dan akar batangnya kuat. Berasal dari Amerika Tengah. Tuahnya menolak niat jahat dari orang atau mahluk halus.
10. Pule, Pulai (Alstonia Scholaris R. Br)
Pohon yang bisa mencapai tinggi 49 m, terdapat diseluruh nusantara, yang baik biasanya tumbuh dibawah 900 m d.p.l dan didekat air. Ada 2 macam varietas, yang bertangkai dan tulang daun berwarna hijau dan satunya berwarna ungu. Keduanya memiliki kegunaan sama.
Kayu Pule lunak dan berwarna kuning keputihan, ada jenis kayu pule yang keras, tetapi umumnya lunak. Dalam dunia pengobatan dikenal sebagai obat demam, malaria, penyakit gula darah dan kurang nafsu makan, rasanya pahit seperti Bratawali. Getah pohon Pule sering digunakan untuk mematangkan abses (bengkak) di kulit.
Banyak yang menganggap Pule bertuah untuk menolak unsur jahat dalam rumah atau pekarangan, kadang digunakan untuk mengobati kesurupan, untuk ini ambil cabang yang masih ada daunnya dan cabang pohon awar-awar serta segenggam tumbuhan alang-alang. Cambukanlah pelan-pelan punggung orang yang sedang kemasukan roh jahat itu. Biasanya dia akan segera sadar.
11. Rumput Fatimah (Calligonum Sp)
Rumput fatimah banyak diambil kaum muslim dari Tanah Suci Mekah dipercaya memiliki tuah memudahkan menagih hutang, permohonan pekerjaan, melunakan hati orang dan sebagainya. Ada juga kegunaan lain untuk memperlancar persalinan, caranya : masukan rumput itu kedalam air, biasanya akarnya mengembang, bacalah Al-Fatihah atau Al-Ikhlas sebanyak 100 x selama merendam itu, minumkan segelas ke ibu yang bersangkutan sambil memohon petunjuk Allah.
Rumput ini juga dapat mengobati kanker, stroke ringan dan tekanan darah tinggi, hanya disini digunakan air panas (thermos), bacaannya Al-Fatihah dan Ayat Kursi masin masing minimal 200 x sesudah itu mohon penyembuhan pada Allah dan minumkan satu gelas 3 x sehari sampai sembuh. Oleskan air rendamannya kepada sisakit.
12. Minging
Sejak jaman dulu pohon ini diyakini membuat ular mabuk, disebut juga pohon ular.
Sering disimpan sebagai penghalau ular atau dibuat tongkat kalau masuk hutan, warnanya coklat kehitaman dan agak berat.
13. Cendana (Santalum Album L.)
Aslinya berwarna kuning agak kemerahan, berbau wangi, kayu ini diyakini bertuah didekati arwah leluhur, jangan membawa pusaka yang berwarangka Cendana bilamana menengok orang sakit karena dipercaya dapat mempercepat ajalnya. Tosan aji yang diberi warangka Cendana akan berbau harum dan lebih awet.
14. Drini, Sentigi (Pemphis Acidula Forst)
Kayu Drini dulu banyak dijumpai dipantai selatan Jawa khususnya dipantai Krakal sebelah timur Baron, Gunung Kidul. Menurut beberapa orang, kayu ini juga ditemukan didaerah pantai lain. Karena banyak dicarai maka kayu ini terancam punah karena diyakini bertuah untuk keselamatan, anti black magic, anti gigitan ular dan dijauhi ular. Selain itu rendaman kayu dalam air juga berkhasiat mengobati penyakit perut. Kayu yang kering akan berbau harum bila digosok dengan ujung jari. Jenis Drini dari Pulau Kangean oleh penduduk setempat dinamakan SETIGI, CANTINGGI atau MENTIGI, kayu ini juga banyak dicari untuk pengobatan, karena langka maka harganya sangat mahal, biasanya pohon Drini tumbuh ditanah kapur yang banyak mendapat angin laut atau sering terendam air laut.
15. Dewadaru
Kayu amat langka ini dulu banyak ditemukan di pulau Karimunjawa sebelah utara Jepara, diyakini bertuah menolak hewan buas dan ular, menyembuhkan gigitan ular berbisa dan menjaga keselamatan. Kayu ini kurang baik dibawa dalam perjalanan berperahu karena sifatnya mendatangkan angin taufan.
Ada 2 macam kayu Dewandaru, yang dipercaya asli tumbuh didesa Nyamplung, konon jelmaan dari tongkat yang ditinggalkan Sunan Kudus, seorang wali Kerajaan Demak. Sedangkan Kayu Dewandaru dari Gunung Kawi, walau jenisnya lain dengan yang ada di Karimunjawa tetapi dipercaya berkhasiat sama.
16. Kayu Itam, Kayu Arang, Kayu Ebony (Diospyros spp)
Kayu berwarna hitam atau kelabu berserat serat hitam. Kayu ini, khususnya yang hitam seluruhnya, bertuah menangkal roh jahat dan menciptakan suasana ketentraman. Ruang tamu yang diberi hiasan kayu ebony akan terasa teduh dan damai sehingga kerasan tinggal diruang tersebut.
SELANJUTNYA ....
Mengetahui makna dari waktu bersin
Bersin antara jam 06 - 07 pagi hari
bermakna akan ada ajakan untuk makan-makan
Bersin antara jam 07 - 08 pagi hari
bermakna akan ada keberuntungan yang tak terduga
Bersin antara jam 08 - 09 pagi hari
bermakna akan ada orang yang menghina anda
Bersin antara jam 09 - 10 pagi hari
bermakna akan ada keberhasilan dari urusan yang anda usahakan
Bersin antara jam 10 - 11 pagi hari
bermakna anda menjadi pembicaraan orang banyak
Bersin antara jam 11 - 12 siang hari
bermakna akan ada sesuatu perselisihan yang menghawatirkan antara anda dengan teman anda
Bersin antara jam 12 - 13 siang hari
bermakna akan ada berita yang menyenangkan dari luar daerah
Bersin antara jam 13 - 14 siang hari
bermakna akan ada penghalang dalam setiap rencana anda yang menyebabkan kegagalan
Bersin antara jam 14 - 15 siang hari
bermakna akan ada orang yang akan mencelakakan diri anda
Bersin antara jam 15 - 16 sore hari
bermakna akan ada berita yang kurang mengenakkan dari kerabat sendiri
Bersin antara jam 16 - 17 sore hari
bermakna akan ada sesuatu yang mehalang-halangi niat biak anda
Bersin antara jam 17 - 18 sore hari
bermakna akan ada sesuatu sebab yang mengganggu kesehatan anda
Bersin antara jam 18 - 19 malam hari
bermakna akan ada pemberian yang menggembirakan dari atasan anda
Bersin antara jam 19 - 20 malam hari
bermakna seandainya anda memiliki seorang kekasih ini, merupakan taanda yang berarti si dia sedang merindukan anda
Bersin antara jam 20 - 21 malam hari
bermakna akan ada pencuri yang akan mengunjungi anda
Bersin antara jam 21 - 22 malam hari
bermakna akan ada suatu barang yang dinilai berharga pergi meninggalkan anda
Bersin antara jam 22 - 23 malam hari
bermakna akan ada perjumpaan antara anda dengan seorang karib yang lama diperantauan
Bersin antara jam 23 - 24 malam hari
bermakna akan ada peristiwa yang menyusahkan yang menghambat perjalanan anda
Bersin antara jam 24 - 01 dini hari hari
bermakna bagi anda yang telah berumah tangga di harapkan dapat menghindari perselisihan yang akan terjadi
Bersin antara jam 01 - 02 pagi hari
bermakna akan ada khabar yang kurang mengenakkan jiwa dan hati anda yang datangnya dari luar daerah
Bersin antara jam 02 - 03 pagi hari
bermakna akan ada undangan yang datang kepada anda untuk dapat menghadiri suatu perayaan
Bersin antara jam 03 - 04 pagi hari
bermakna akan ada teguran dari pimpinan untuk anda
Bersin antara jam 04 - 05 pagi hari
bermakna akan ada penyambutan dari anda untuk tamu yang datang dari jauh
Bersin antara jam 05 - 06 pagi hari
bermakna akan ada rasa yang sangat menggambarkan kenikmatan dan kebahagiaan kepada anda.
Saat Telinga Berdenging
Telinga sebelah kanan berdenging
antara pada jam 06-07 pagi hari
bermakna akan mendapat kabar buruk
antara jam 07 - 08 pagi hari
bermakna akan difitnahkan orang yang menjadikan guncingan orang
antara jam 08 - 09 pagi hari
bermakna akan berencana pergi jauh dan entah itu sendiri atau bersama orang lain
antara jam 09 - 10 pagi hari
bermakna akan ada berita yang kurang menyenangkan tentang keluarga
antara jam 10 - 11 pagi hari
bermakna akan ada penghalang dari rencana perjalanan anda sebaiknya ditunda atau dibatalkan dulu
antara jam 11 - 12 siang hari
bermakna akan ada khabar yang kurang mengenakkan yang datangnya bersamaan dengan surat yang akan diterima dalam waktu dekat
antara jam 12 - 13 siang hari
bermakna akan ada saudara jauh yang datang dengan membawa cerita lama
antara jam 13 - 14 siang hari
bermakna akan ada ajakan maka-makan
antara jam 14 - 15 siang hari
bermakna akan ada sesuatu yang membahayakan anda dalam waktu dekat
antara jam 15 - 16 sore hari
bermakna akan ada berita dari keluarga yang entah itu yang menyenangkan atau menyedihkan
antara jam 16 - 17 sore hari
bermakna akan ada perjalanan jauh yang akan anda lakukan dalam waktu dekat
antara jam 17 - 18 sore hari
bermakna anda sedang menjadi pembicaraan banyak orang
antara jam 18 - 19 sore hari
bermakna akan ada sesuatu yang berharga pergi meninggalkan anda
antara jam 19 - 20 malam hari
bermakna akan mendapat berita buruk dari kalangan sendiri
antara jam 20 - 21 malam hari
bermakna akan ada keberuntungan yang besar untuk anda
antara jam 21- 22 malam hari
bermakna akan ada yang mengancam anda
antara jam 22 -23 malam hari
bermakna akan ada berita yang baik datang kepada anda
antara jam 23 - 24 malam hari
bermakna akan ada seseorang yang jatuh cinta
antara jam 24 - 01 pagi hari
bermakna akan ada sesuatu wejangan yang diberikan oleh orang tua
antara jam 01- 02 pagi hari
bermakna akan ada perselisihan antara kerabat sendiri
antara jam 02- 03 pagi hari
bermakna segala perjalanan yang ada kerjakan akan selamat sampai tujuan.
antara jam 03- 04 pagi hari
bermakna akan ada yang sesuatu yang hilang yang anda nilai sangat berharga
antara jam 04- 05 pagi hari
bermakna akan ada sesuatu yang merugikan anda jika anda seorang pekerja anda akan diberi peringatan dari pimpinan
antara jam 05- 06 pagi hari
bermakna akan ada orang yang akan mencelakakan anda
Telinga sebelah kiri berdenging
antara jam 06-07 pagi
bermakna akan ada tamu yang menguntungkan dalam waktu dekat.
bermakna akan melakukan perjalan jauh dalam waktu dekat antara jam 08-09 pagi
bermakna akan kedatangan keluarga dekat antara jam 10-11 pagi
bermakna akan selamat dalam perjalanan yang akan datang
antara jam 11-12 siang
bermakna akan kedatangan keluarga dari seberang lautan
antara jam 12-13 siang
bermakna akan terserang penyakit dalam waktu dekat
antara jam 14-15 siang
bermakna akan kedatangan tamu
antara jam 15-16 sore
bermakna akan bepergian jauh baik beurusan usaha atau urusan kerja, sendiri atau bersama-sama.
antara jam 17-18 sore
bermakna dalam waktu dekat akan mendapat keuntungan besar bagi usaha dagang yang dirintis dan dalam waktu dekat akan naik pangkat bagi pekerjaan.
antara jam 19-20 malam
bermakna akan menerima pernyataan cinta dari seseorang dalam waktu dekat ini.
antara jam 21-22 malam
bermakna akan menerima undangan perkawinan dari teman dekat
antara jam 22-23 malam
bermakna akan kedatangan pencuri
antara jam 23-24 malam
bermakna akan menghadapi penghalang dalam mengurus perkara yang sedang dihadapi
antara jam 00- 01 dini hari
bermakna semua cita-cita akan yang direncanakan akan segera tercapai
antara jam 01- 02 dini hari
bermakna akan menerima kabar yang sangat menyengkan
antara jam 02- 03 dini hari
bermakna akan ada perseturuan dalam keluarga.
antara jam 04- 05 pagi hari
bermakna and akan mendapat usaha pekerjaan baru
antara jam 05- 06 pagi hari
bermakna akan ada musyawarah dan mufakat dalam setiap persoalan yang dihadapi oleh anda sebagai jalan keluarnya.