BULUH PERINDU ASMARA
PAKET BULU PERINDU YANG MELEGENDA
Solusi asmara anda yang kandas,pacar di ambil orang,cinta bertepuk sebelah tangan, dan semua yang berhubungan dengan asmara ..
Bulu Perindu Asli Kalimantan
khasiatnya antara lain..
pengasihan, pemikat lawan jenis, penarik simpati, disenangi atasan bawahan, pelaris usaha, pelet, cepat dapat jodoh, cocok untuk pria dan wanita dan mudah di bawa-bawa,cukup di letakkan di saku dompet,dan kopiah atau ikat pinggang,
dan sepasang bulu perindu akan di kirim lengkap bersama tata cara penggunaannya dan cara penyimpanannya.
mahar : Rp.300.000
Bulu Perindu dalam kemasan plastik
petunjuk dan tata cara pemakaian akan di kirimkan lengkap bersama paket
Bulu perindu.
Cara penggunaan bulu perindu tanpa minyak :
1.untuk memikat cewek cukup baca mantranya pada tengah malam sambil membayangkan wanita/pria yang di tuju.
2.Bulu Perindu direndam sebentar saja dalam segelas air, lalu air nya di minum kan ke istri/suami, pacar atau orang lain yang sengaja akan anda lunakkan atau dibuat simpati hatinya.
insyallah akan nurut, marah jadi senang, benci jadi rindu.
3. Bulu Perindu di rendam sebentar dalam bak/ember sekitar 1 menit, lalu airnya disiram atau dipercik kan disekitar tempat usaha (spanduk, toples, meja, kursi, pintu, kaca , jendela, pagar toko dll agar laris.
bisa juga diletak kan dalam Hand phone (dibelakang batere) agar bisnis lewat HP lancar, dan siapa saja yang mendengar suara atau membaca sms dari HP anda secara bawah sadar akan terpengaruh kagum dan terpesona.
petunjuk lengkapnya akan kami berikan setelah anda memesan produk kami
Tentang bulu perindu :
Bulu Perindu berbentuk seperti bulu yang agak keras/kaku berasal dari sarang burung elang yang berada di atas pohon - pohon yang paling tinggi di pedalaman pulau kalimantan.
Di tempat aslinya Bulu Perindu ini berfungsi untuk menjaga anak - anak burung elang supaya betah/kerasan tinggal di sarangnya sehingga terhindar dari bahaya jatuh dari atas pohon tinggi tempat sarangnya.
Ciri - ciri keaslian :
Jika di tetesi / dibasahi air dan di letakkan di atas lantai atau sehelai kertas, maka secara menakjub kan Bulu Perindu tersebut akan menggeliat - geliat laksana seekor cacing.
Sepasang Bulu Perindu jika di dekatkan / dipertemukan ujung - ujungnya, secara ajaib akan berangsur - angsur saling menjauh.
Sekedar informasi kami telah megirimkan bulu perindu sampai ke luar negeri,
dan semua produk bebas ongkos kirim kecuali ke luar negeri kena tambahan biaya 150.000,-
Alkisah seekor induk burung Rajawali/Elang, membuat sarang diatas pohon yg sangat tinggi sekali di Gunung Bondang. Ianya sedang mau beranak, dan tak ingin jika sudah melahirkan kelak, anak2nya pada jatuh dan pergi sebelum masanya dia menjadi besar dan kuat. untuk itulah sang induk Rajawali/Elang perlu satu bentuk "pegangan".
Maka mulailah ia mencari-cari, terbang berputar kesana kemari menyusuri sungai, dengan pandangan matanya yg fokus layaknya memiliki Infra Red. Tampaklah akhirnya dari ketinggian, sebentuk kecil tetumbuhan layaknya cacing. Nampak jelas tetumbuhan itu ada diatas air sungai, dan anehnya malah seolah hidup berenang melawan arus sungai yg deras.
Segera sang induk menukik tajam kebawah dan menangkapnya dengan paruhnya. Kemudian dibawa terbang dan diletakkan di sarangnya.
tenangnya. karena ia sangat meyakini, anak2nya akan terjaga dari pengaruh gaib si Bulu Perindu yg ada pada sarangnya tersebut.
Yg dengan bulu perindu itu, anak2nya pada betah dan tidak nakal untuk meloncat kesana kemari, sangat betah betah banget tinggal di sarangnya.
dengan mengunakan jasa JNE, TIKI DAN POS INDONSIA.
paket akan tiba dalam 3 hari kerja dan paling lambat 7 hari kerja.
Jangan tunggu sampai pacar anda lari diambil orang !!!
Harap juga di pahami tidak semua yang memakai bulu perindu ini berhasil, kita hanya berusaha semampu yang kita perbuat dan semuanya tentulah kembali kepada Allah SWT yang mengabulkan semua keinginan dan tugas kita adalah berikhtiar sesuai dengan kemampuan kita.
Friday, August 5, 2011
DOA UNTUK ORANG YANG SUSAH MENINGGAL
bacakanlah :
"Bis longir, mitulhaya,Allah musna, walhistinja,kang kari hin, banyu suci metu saka pangkon Allah, banyu erang metu saka roh ilapi, dat sahadatku datolah, kedop, kedop,bur,les,bur,lesbur,les "
insyah Allah akan mudah meninggalnya
Thursday, August 4, 2011
Sahadat Banten
kiagengjembarjumantoro@yahoo.co.id
Assalamualaikum wr wb.
Rahayu untuk semuanya.
Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam.
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM…… LILLAHITA’ALAA……….. SAYA IJAZAHKAN SAHADAT BANTEN UNTUK DULUR- DULUR KWA.
“SAHADAT BANTEN”
BISMILLAHIRROHMANIRROHIMI
ASHADU KALIMAT NAPAS
SABADAN ABADANA
ASHADU KALIMAT TIPAL-TIPAL
INGSUN YAH TAMPE RAHMAT ILLALLAH
KANG TANPE IMAN
LAILLAHAILLALLAH MUHAMMADARROSULULLAH
Dibaca ba’da magrib dan subuh 3x Atau 313x atau 1000x selama 7 hari, setelah selesai riyadhoh Di baca ba’da shalat seikhlasnya, berfungsi pengharapan semoga Allah memberikan kemanjuran dlm hal niat dan hajat kita.
Sebelumnya tawasul sprti biasa (kpd Nabi Muhammad jg para wali). semoga bermanfaat utk kita smua amin.
Perlu dulur-dulur ketahui untuk mendapatkan ilmu ini perlu perjuangan yg luar biasa, kalau saya ceritakan di sini tidak akan cukup saya mengetik selama 24 jam.
Semoga bermanfaat bagi anda dan menjadi ladang amal ibadah bagi kita. Semoga sholawat dan salam tetap melimpah kepada junjungan kita Rosulullah SWA berserta keluarganya. Terima kasih.
Wassalamualaikum wr wb.
KIAGENG J J
(PADEPOKAN JUMANTORO)
081.381.139.135.
ASMA ABUNAWAS
Pangeran Sukemilung
rico_endo@yahoo.com
Assalamu’alaikum wr.wb…buat saudaraku minal muslimin wal muslimat. Ijinkan Al-faqir untuk menuliskan satu Asma yang di Pesantren saya dahulu disebut dengan Asma ABUNAWAS. Sebenarnya dalam pengijazahan Asma ini tidak boleh ditulis.Sama dengan Hizib Maghrobi tingkat 1 yang hanya boleh di talkinkan saja.Asma ini secara implisit khasiatnya UNTUK MEMBINGUNGKAN PIKIRAN LAWAN.Ijazah ini dari Fadhilatus Syaikh Al-Mukarom Shohibul Fadhilah wal Ijazah KH.Mustajab Kholil,Jember.Pengasuh Ponpes Nurul Huda.Di desa curah waru,Gambirono,Bangsalsari,Jember,Jatim.Al-faqir tuliskan untuk tabarukan dengan Abah Kyai.Memanjangkan amal baik beliau.Semoga berguna bagi saudaraku semua.
Ini Asma Abunawas
Bismillahir rahmaanir Rohiim. BUNAWA’ WAL BATUN WA ‘AAFINAA WA’FUANNA
Riyadhohnya :
1.Puasa 3 hari bilaa ruh
2.Selama puasa Asma dibaca 7x ba’da sholat maktubah dan 1000x ba’da nisfu lail.
Untuk Tawasulnya hampir sama dengan Asma-Asma Raje lainnya.Jadi tambahkan saja dengan nama romo Kyai Mustajab Kholil. Karena tawasul yang saya punya sangat panjang,jadi untuk pengamalan harian saya hanya tujukan kepada :
1.Rasulullah Muhammad SAW
2.Nabiyullah Khidir AS
3.Romo Kyai Mustajab Kholil, jember.
Ba’da puasa di jadikan wirid 7x setiap ba’da maktubah.
Wednesday, August 3, 2011
KAIFIAT TAWASUL MUJARAB
Pangeran Sukemilung
0852.6846.8720
rico_endo@yahoo.com
Assalamu’alaikum wr wb….salam ta’dhim saya haturkan kepada semua
Dibeberapa bagian dalam artikel, saya selalu menyebutkan atau menyarankan untuk bertawasul. Adapun caranya belum saya tuliskan atau sahabat mungkin sudah mengetahuinya. Caranya pun beragam. Dan tidak sama satu dengan yang lainnya. Ini menunjukkan bahwasanya Allah memberikan jalan mana yang sekiranya mudah untuk kita lakukan. Allah menunjukkan Kasih sayangnya kepada kita dengan wasilah Para Nabi atau Aulia. Untuk bertawasul kepada Junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW, sudah pernah saya tuliskan. Maka yang akan sahabat tela’[ah sekarang ini adalah kaifiat bertawasul kepada Al-Imam Al-Musnid Al-Quthub Al-Habib Abdullah bin Abdul Qodir bil Faqih, Ra dan Sayyidina Quthbul Arifin Syekh Abdul Qodir Jailani, Ra. Cara ini merupakan apa yang saya terima dan di ijazahkan oleh Syeikhina Sayyidul Walid KH.Ali Umar Toyyib Al-Palembani. Untuk selanjutnya silahkan para sahabat untuk membacanya…..
Kaifiat Tawasul dan Faedah Yang Mujarab.
Ijazah ‘an Kholifatul Mursyid Thoriqotul Alawiyah Al-Muktabaroh
Syeikhina wa mursyidina Pangeran Muhammad KH.Ali Umar Toyyib Al-Palembani. Ra.
1.Kaifiat Tawasul kepada :
Al-Imam Al-Musnid Al-Quthub Al-Habib Abdullah bin Abdul Qodir bil Faqih, Ra
Sebelumnya lakukan dahulu sholat sunat Hadiah Lil Mayyit seperti yang pernah saya tuliskan pada artikel yang lalu. Caranya seperti ini :
@. Sholat Sunah Hadiah lil Mayyit
Niatnya : Usholli Sholatal hadiyyati rak’ataini lillahi ta’alaa
Tiap rakaat ba’da fatehah membaca :
- Ayatul Qursyi. 1x
- Surah At-takatsur.1x
- Surah Al-ikhlas.11x
Disujud akhir sebelum salam membaca :
Allahumma inni sholaitu bihadzihish-sholaati wa anta ta’lamu maa uriidu. Allahummab’ats tsawaabahaa ilaa ruuhi Al-Habib Abdullah bin Abdul Qodir bil Faqih, Ra
( cat : Sahabat jika mempunyai waktu yang lebih panjang, tidak ada salahnya mendahului dengan Sholat Sunah 4 Dimensi.)
@. Ba’da sholat membaca fatehah dengan sighot ini :
Al-fatehah…( niatkan )…ilaa ruuhil Imaami Sayyidil Walid Al-Habib Abdullah bin Abdul Qodir bin Ahmad Bil-faqih wa ilaa hadrotin Nabi Sayyidina Muhammadin SAW. Bisirril fatehah….7x
@. Setelah itu mengucapkan salam kepada Beliau Ra.
Assalamu’alaika yaa Sayyidil Walid Al-Habib Abdullah bin Abdul Qodir bin Ahmad Bil-faqih…7x
@. Setelah itu membaca Ucapan Istighosah seperti berikut :
Yaa Syaikhinal Quthub qum wa ahdhir karoomatan minkum li qodhoo-I hajaati….( Hajatmu )…70x.
( Ucapkan kalimat ini dengan pelan dan khusu’ , tidak usah terburu –buru atau memburu jumlah )
@. Setelah itu dzikir Qolbi.
Tutup matamu, tunjangkan lidah ke langit-langit dan membaca : Allah…Allah. 1000x
@. Tutup dengan doa dibawah ini…
Bismillahir rahmaanir rahiim. Allahumma anta ta’lamu siiri wa ‘alaa niyyati faqbal ma’dziroti wa ta’lamu haajati… ( Hajatmu.red ) faa’thinii suu’lii wa ta’lamu maafi nafsii faghfirlii dzanbii. Allahumma inni as-aluka iimaanan daa-imaan yubaasyiru qolbii wa yaqiinan shoodiqoon hatta a’lama annahu lan yushiibanii illa maa katabtahu ‘alayya wa rodh-dhinii bimaa qosamtahu lii ( Yaa Dzal jalaali wal ikrom. 7x ) walhamdulillahi robbil ‘alamiin. 7x
Selesailah riyadhohmu……
2.Kaifiat Tawasul kepada :
Al-Imam Al-Quthub Sayyidina Quthbul Arifin Syekh Abdul Qodir Jailani, Ra
@. Caranya dahului dengan sholat hadiah atau sholat hajat dengan membaca surah Al-Ikhlas 11 x di dalam tiap rakaatnya. Lalu membaca tawasul fatehah seperti berikut :
Al-fatehah…( niatkan )…ilaa ruuhi Al-Imam Al-Quthub Sayyidina Quthbul Arifin Syekh Abdul Qodir Jailani, Ra wa ilaa hadrotin Nabi Sayyidina Muhammadin SAW. Bisirril fatehah….7 x
@. Ba’da fatehah membaca sholawat ‘Alan Nabi SAW dengan sighot ini :
Allahumma sholli ‘alaa sayyidina muhammadinil faatihi lima ughliqo wal khootimi lima sabaqo naashiiril haqqi bil haqqi wal haadii ilaa shiroothikal mustaqiimi , sholallahu ‘alaihi wa aalihi wa shohbihi haqqo qodrihi wa miqdaarihil ‘adhiimi ….11 x
@. Setelah itu mengucapkan salam kepada Beliau Ra.
Assalamu’alaika yaa sulthonul aulia-I wal quthbir robbanii Sayyidi Abdul Qodir Jailanii fii qodhoo-I haajati….( Hajatmu.red ) …11 x
Selesailah riyadohmu…..
Sahabat…kuncinya adalah menumbuhkan rasa mahabbah kepada beliau yang kita tawasuli. Tidak ada salahnya untuk membaca Manaqib / Riwayat Hidup Aulia yang kita maksud. Sekiranya dengan itu dapat menumbuhkan rasa mahabbah tadi. Dengan mengetahui riwayat beliau, maka akan tumbuh kekaguman dan mahabbah di dalam hati.
Bagian akhir dari risalah ini adalah satu faedah yang mujarab. Sebuah riwayat yang disampaikan oleh Al-Imam Al-Allamah Abu Abdillah Muhammad bin Yusuf As-Sanusi Al-Hasani. Beliau menyampaikan, bahwasanya Nabi SAW bersabda : “ Barang siapa tertimpa kesusahan atau kesempitan didalam kehidupannya, maka hendaklah dia menulis kalimat-kalimat di bawah ini di satu kertas dan dilemparkan ke air yang mengalir . Maka sesungguhnya Allah Ta’alaa akan hilangkan kesusahan dan kesedihannya dan Allah luaskan rezeqinya.” ( Al-Hadist )
@. Sebelum menulis maka bacalah fatehah terlebih dahulu kepada :
- An-Nabi Sayyidina Muhammad SAW
- Nabiyullah Khidir Balya bin Mulkan AS.
- Al-Imam Al-Allamah Abu Abdillah Muhammad bin Yusuf As-Sanusi Al-Hasani
- Al-Imam Al-Haber Al- Quthub Al-Habib Abdul Qodir bin Ahmad Bil-Faqih, Ra
- Al-Imam Al-Musnid Al-Quthub Al-Habib Abdullah bin Abdul Qodir Bil-Faqih, Ra
- Al-Imam Al-Allamah Al-Habib Alwi bin Ahmad Bahsin, Ra
- Syeikhina wa mursyidina wa murobbi ruuhina Pangeran Muhammad KH.Ali Umar Toyyib Al-Palembani. Ra.
Ini kalimat yang ditulis di kertas :
Bismillahir rahmaanir rahiim. Minal ‘abdul zaliilil-faqri …..bin…..( nama kita ) ilal maulil jaliilil kabiiri : Robbi inni massa niyadh-dhurru wa anta arhamar rohiimiin.
Dan doa ini dibaca ketika akan melempar ‘ surat ‘ tersebut ke air yang mengalir :
Allahumma bihurmati Sayyidinaa Muhammadin Sholallahu ‘alaihi wa aalihi wa shohbihi wa sallama. Iksyif dhurri waghni faqrii wajbur kasrii wa azil Hammi wa ghommi wa iqdhi haajati……( Hajatmu.red ) innaka ‘alaa kulli syaii-in qodiir. Bi Haqqi LAA ILAAHA ILALLAH MUHAMMADUR RASULULLAH SHOLALLAHU ‘ALAIHI WA AALIHI WA SHOHBIHI WA SALLAM. Amiin wal hamdulillahi robbil ‘aalamiin.
Semoga risalah ini berguna bagimu. Izinkanlah saya dan semua keluarga serta guru dan mursyid menjadi bagian yang terindah bagimu. Apapun itu bentuknya, sesungguhnya kita mencintai kebaikan. Tugas kitalah untuk menarik para sahabat yang terperosok.Agar kembali bangkit..
Terima kasih atas respon yang ada.Barakallah fikum. Jazakumullah bi ahsanil jaza. Wassalam. -k-
Footnote :
Untuk anak-anakku kelak…warisan terbaik bagimu hanyalah sebentuk Ilmu yang barokah. Ambillah ini sebagai bekalmu, kelak kau akan berada dibawah panji para sholihin. Amiin, Insya Allah.
Sunday, July 31, 2011
PENGASIHAN JABAT TANGAN
ERIS PERDANA PUTRA PUTRA
kitabkualquran@yahoo.com
Aslkmkm Wr Wb
Kepada seluruh Majelis Silaturahmi KWA, pada kesempatan yg kedua ini saya akan membagi keilmuan hikmah, di mana saya dapatkan dari Shohibul Ijazah di Kudus. Asma ini di namakan ASMA’ JABAT TANGAN karena asma ini dibaca pada saat kita akan berjabat tangan, di mana Asma’ ini juga Asma’ pengasihan lewat jabat tangan. Insya Allah jika kita yakin akan kekuatan Allah maka kita juga akan mendapatkan hasil yg maksimal. Asma’ ini digunakan untuk dalam hal pekerjaan, perkenalan, pacar, tender dan apapun tergantung dengan niat kita, yg intinya pihak lawan kita Insya Allah akan menaruh simpatik+senang+merasa iba. INSYA ALLAH, BIDZNILLAH AMIIIN
Asma’ ini tidak perlu di puasai dan di wirit, dan saya ijazahkan kepada seluruh membagi+mengamalkan ILMU YG HAQ&MUTLAK MILIK ALLAH SWT. Adapun bacaan ASMA’ ini yaitu :
BISMILLAAHIRRAKHMAANIRRAKHIIM.
FAJA ‘ALAHUM KA-ASFIM MA’ KUUL….(dibaca 3x), ALLAH KINASIHAN… (dibaca 1x)
Niat trus dibaca dengan TAHAN NAPAS, kemudian ditiupkan pada telapak tangan 3x. Insya Allah Biidznillah
Demikian ASMA’ JABAT TANGAN ini dipergunakan dengan sebaik-baiknya dan jangan disalahgunakan yg tidak baik, karena pada hakekatnya Allah SWT mengetahui semua niat kita (Baik atau tidak)
Sunday, July 24, 2011
AMALAN AGAR PENIS PERKASA LAGI
Kehidupan seks yang normal sangat diperlukan dalam berumah tangga. Ada kalanya suami memiliki problem seksual sehingga harus diatasi. Salah satu problem itu adalah lemah syahwat karena penis tidak bisa ereksi. Untuk mengatasinya sebagai berikut:
Pada hari Selasa Kliwon, carilah dahan pohon yang menjuntai di arus sungai dan dahan itu bergerak-gerak kena arus. Potong dahan kayu pohon itu dan bakarlah. Pada bagian ujung dahan akan keluar air yang berbuih. Oleskan air berbuih itu ke penis dan niatkan agar penis Anda kembali normal seperti sedia kala atas ijin Tuhan Yang Maha Welas dan Maha Asih.
Thursday, July 21, 2011
ILMU KESEMPURNAAN ( INSAN KAMIL )
NGELMU KASAMPURNAN
Wongalus
Salam KWA-ngen…
Sedulur-sedulur KWA yang dimuliakan Allah SWT, pada kesempatan kali ini saya ingin sedikit berbagi dengan panjenengan semua. Saya mulai dengan sebuah dialog antara Syech Siti Jenar dengan seorang tamu yang bertandang ke rumahnya.
Tamu: Saya mencari Syech Siti Jenar?
SSJ: Syech Siti Jenar tidak ada yang ada Allah
Tamu: Kalau begitu saya mau mencari Allah
SSJ: Allah tidak ada, yang ada Syech Siti Jenar.
Makna dari dialog yang sarat dengan sufisme di atas adalah Aku mencari diriku dan hanya menemukan Allah, Aku mencari Allah dan hanya menemukan diriku. Man Arofa Nafsahu, Faqod Arofa Rabbuhu. Siapa yang mengenal dirinya maka dia akan mengenal Tuhannya. Siapa yang tahu jati dirinya maka jati diri Tuhan juga diketahuinya. Siapa yang kenal aku maka ke-Akuan Tuhan juga diketahuinya. Manusia adalah bayangan di dalam sebuah kaca, sementara yang berdiri di depan kaca adalah Tuhan.
Sang Syech adalah tokoh kejujuran membuka selubung dan tirai hakikat yang dalam sejarah kemudian ditenggelamkan ajarannya oleh penguasa kerajaan Demak karena ajarannya dianggap membahayakan. Penguasa khawatir bahwa pengikut ajaran Sang Wali yang terkenal dengan wirid Sasahidan tersebut nanti akan memberontak melawan kerajaan dan melangggar hukum yang ditetapkan sehingga merongrong kekuasaan raja. Syech Siti Jenar mengajarkan kepada kita semua bahwa kita semua sejatinya mampu untuk melalui beberapa tahap: perjalanan spiritual yaitu mendekati, mengenal, mencintai dan menjadi. Mendekati Tuhan tentu dengan melaksanakan apa yang diperintahkanNya dan menjauhi apa yang dilarangnya dalam syariat, mengenal Tuhan dengan membaca menafsirkan dan menemukan makna hakiki dari apa yang diciptakan-NYA, mencintai Tuhan yaitu dengan perilaku, asmak dan sifat-sifat yang mengidentifikasinya NYA dan kemudian mengalami kebersatuan batiniah dengan-NYA.
Terhubung dengan tahap-tahap pencapaian Spiritualitas semacam ini, saya ingin lebih memfokuskan diri pada bagaimana sesungguhnya membaca simbol. Artikel disini bukan sebuah metode yang tetap dan baku namun lebih ke arah masukan agar akal budi kita menjadi kritis sehingga kemudian mampu menemukan sendiri metode atau jalan membaca tanda-tanda.
Alam semesta ini sesungguhnya adalah bukti Kemahaan Allah SWT. Alam semesta ini juga sebuah simbol jejak, tanda-tanda, sastra tanpa gending, atau papan tanpa tulis yang mana di dalam simbol tersebut ada maksud dan tujuan yang tersebunyi yang masih berupa rahasia. Rahasia ini menurut saya perlu dibuka sehingga kita mendapatkan petunjuk apa maksud dan tujuan tersebut. Di sinilah letak kemuliaan manusia. Hanya manusia yang mampu menafsirkan simbol dan memaknai hidupnya. Sebab hanya manusia yang memiliki akal (verstand) dan budi (vernunft) yang secara inheren sudah diinstalkan kepada manusia sejak lahir.
Karena dunia ini penuh simbol maka dunia ini bersifat hidup. Tanpa simbol, dunia akan mati. Di sinilah persoalannya, tidak semua simbol-simbol itu bisa ditafsirkan menjadi petunjuk menuju arah yang tepat bagi seseorang. Kepekaan untuk menafsirkan simbol, kemudian menjadi penting. Esensi dari simbol dan kisah akan hadir sebagai pengganti dari sesuatu yang tak dapat hadir. Apa yang tak dapat hadir sehingga mewakilkan dirinya lewat simbol atau kisah? Jawabnya: Makna. Ketika membahas makna, kita perlu waspada. Sudah terlalu sering orang menyampur-adukkan antara makna dan kebenaran. Makna sama sekali berbeda dengan kebenaran. Makna adalah sebuah kebernilaian yang membuat sesuatu, apapun itu, tak menjadi kosong belaka. Tapi, tak pernah ada sebuah kebenaran tunggal untuk makna, setiap makna meski datang dari sebuah simbol yang sama. Tuhan dan makna tentang Tuhan jelas dua hal yang berbeda. Adanya Tuhan pada dirinya sendiri (an sich) tentu saja hanya Tuhan yang tahu, namun makna tentang Tuhan semua orang punya hak untuk memilikinya. Sifat pemaknaan selalu relatif dan dilarang diabsolutkan karena akan menjadi mitos dan ideologi. Padahal pemaknaan hanya ciptaan manusia yang bisa benar maupun bisa salah.
Persoalannya sekarang adalah bagaimana cara untuk menafsirkan simbol, tentu saja kita harus menjadi peka. Sebuah pembelajaran sudah dituntunkan oleh para leluhur dan nenek moyang kita. Leluhur kita ini siapa, ya semua yang sudah meninggal. Mereka adalah para nabi, para wali, para raja, para patih, para pahlawan, bapak dan mbah-mbah biksu, pedanda, petani, nelayan dan semua profesi yang disandang nenek moyang kita dulu. Agar suatu makna sampai pada tujuannya, dibutuhkan penuntun atau guru. Spiritualitas adalah soal menemukan ’guru’, yang bisa memberi pelajaran hidup. Guru ini bisa merujuk pada apa saja, tak harus sosok manusia, bisa peristiwa, gerak alam dan sebagainya. Apa yang penting di sini adalah kedalaman pembacaan atas realita. Dalam kedalaman pembacaan itulah ’Sang Guru’ akan ditemukan. Guru yang justeru tidak mengenal lelah mengajari kita adalah alam semesta. Orang Jawa menyebut alam semesta ini sesungguhnya adalah Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu. Sastra = Pengetahuan/ kawruh, Jendra = Kemuliaan / Keluhuran/ Rahsa, Hayu= Ayu/ Cantik/ Indah, Ning=Wening/Bening/Keheningan, Rat= Semesta Alam Pangruwating= Pembersih/Pengubah, Diyu=Raksasa/ Keburukan/ Kejahatan/ Hal-hal negatif.
Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu adalah pengetahuan yang mampu mengubah ‘raksasa’ menjadi ‘manusia’. Dalam pewayangan, raksasa digambarkan sebagai mahluk yang tidak sesempurna manusia. Misalnya, kisah Prabu Salya yang malu karena memiliki ayah mertua seorang raksasa. Raden Sumantri atau dikenal dengan nama Patih Suwanda, malu memiliki adik raksasa bajang bernama Sukrasana. Dewi Arimbi, istri Werkudara harus dirias sedemikian rupa oleh Dewi Kunti agar Werkudara mau menerima menjadi isterinya. Betari Uma disumpah menjadi raksesi oleh Betara Guru ketika melakukan hubungan pada waktu yang tidak tepat. Anak hasil hubungan Betari Uma dengan Betara Guru lahir sebagai raksasa sakti mandraguna dengan nama “Betara Kala” (‘Kala’ berarti keburukan atau kejahatan). Sedangkan Betari Uma kemudian bergelar Betari Durga menjadi pengayom kejahatan dan kenistaan di muka bumi. Betari Durga memiliki tempat tersendiri yang disebut “Kayangan Setragandamayit”. Wujud Betari Durga adalah raseksi yang memiliki taring dan gemar membantu terwujudnya kejahatan.
Simbolisme raksasa bermakna suatu kekuatan besar namun wujudnya primitif. Kekuatan ini tidak identik dengan pengertian jahat, melainkan lebih pada manifestasi kepantasan yang tak sesuai untuk bisa diterima budaya. Manusia pun, dalam dirinya memiliki ‘raksasa’ atau ‘kekuatan besar’ yang bisa mendorongnya melakukan tindakan tertentu. Kekuatan ini tidak baik, tidak pula jahat, manusia sendirilah yang memutuskan apakah akan menggunakannya untuk hal baik atau jahat.
Sebenarnya, Kisah Begawan Wisrawa dan Dewi Sukesi memiliki beberapa kesamaan dengan Kisah Adam dan Hawa, yang jika kita renungkan memiliki makna mendalam karena kaitannya dengan ‘hasrat’ atau ‘energi’. Sama seperti para dewata yang tidak menginginkan Begawan Wisrawa membagi begitu saja ilmu (baca: kawruh) Sastra Jendra pada Dewi Sukesi, begitu pula dengan Allah yang murka karena Adam dan Hawa memakan buah dari pohon pengetahuan. Kita juga menemukan bagaimana hasrat menjadi sesuatu yang menggelincirkan manusia ke dalam petaka. Begawan Wisrawa tergoda oleh Dewi Sukesi, sama dengan kisah dengan Adam tergoda oleh Hawa.
Mengapa dikisahkan para Tuhan itu tidak menyetujui jika manusia mendapat kawruh atau pengetahuan? Ini terjelaskan dalam ucapan Betara Guru: “Tidak cukup seperti itu untuk mempelajari ilmu tanpa laku, Serat Sastra Jendra dipagari sifat-sifat kemanusiaan, kalau mampu mengatasi sifat-sifat kemanusiaan barulah dapat mencapai derajat para dewa.”. Artinya, sama dengan pengetahuan yang tak bisa begitu saja dimakan dari buah pengetahuan, demikian pula Sastra Jendra, atau mengubah kekuatan besar dari dalam diri, itu juga tak bisa dilakukan begitu saja tanpa lelaku, tanpa menjalani suatu proses.
Bagaimana seseorang akhirnya bisa kembali sadar untuk berani menemukan arah hidup yang benar dan pas sehingga dia mampu memerankan dirinya sesuai dengan yang dikehendaki Allah SWT dan mau menjalani proses ke arah itu?
Kita pasti ingat sosok gendut, lucu dan kocak dalam sosok Semar. Ki Lurah Semar adalah sosok gaib yang merupakan utusan Gusti Kang Murbeng Dumadi yang bertugas mengingatkan manusia agar selalu berada dalam rel sangkan paraning dumadi dan senantiasa awas eling lan waspodo akan petunjuk-petunjuk Tuhan. Sebelum manusia mengenal agama, keberadaan Semar telah ada di muka bumi. Beliau mendapat tugas khusus untuk menjaga dan memelihara jagad raya.
Saya memaknai bahwa sosok Semar yang dipercaya oleh masyarakat Jawa sebagai pamomong itu adalah sosok Nabi Khidir. Setidaknya ada tujuh manusia di bumi ini atas kehendak-NYA dianugerahi umur panjang hingga akhir kisah adanya umat manusia. Salah satunya adalah Nabi Khidir.
Adalah Raja Iskandar Zulkarnain yang disebut The Great Alexander (Iskandar yang agung), seorang kaisar yang mampu menaklukkan dunia barat dan timur namun senantiasa menjalankan amanah-NYA. Dalam sejarah tercatat 322 SM, atas saran penasihat kerajaan yang bernama Rafa’il (sejatinya seorang malaikat) Iskandar Zulkarnain menuju ke tepi bumi mencari air kehidupan. Menurut Rafail, siapa yang meminum air tersebut maka dia akan abadi.
Iskandar Zulkarnain (Z): malaikat Rafa’il ceritakanlah kepadaku tentang ibadah para malaikat di langit.
Rafa’il (R) berkata: ibadah para malaikat di langit di antaranya ada yang berdiri tidak mengangkat kepalanya selama-lamanya. Ada yang sujud tidak mengangkat kepala selama-lamanya, dan ada pula yang rukuk tidak mengangkat kepala selama-lamanya. Iskandar tertegun dan muncul dahal hati ingin meniru ibadah pada malaikat. Niatnya hanya satu agar dapat beribadah kepada Allah.
R: Sesungguhnya Allah telah menciptakan sumber air di bumi, namanya Ainul hayat yang artinya sumber air hidup, maka barang siapa yang meminumnya seteguk, maka tidak akan mati sampai hari kiamat atau sehingga ia memohon kepada Allah agar supaya dimatikan.
Z: apakah kau tahu dimana tempat ainul hayat itu.
R: Ainul hayat itu berada di bumi yang gelap.
Mendengar keterangan malaikat Rafa’il tentang Ainul hayat, maka raja mengumpulkan para alim ulama. Raja bertanya kepada mereka tentang Ainul hayat dan ada seorang yang alim di antara mereka menjawab: sesungguhnya aku pernah membaca di dalam wasiat nabi Adam AS, beliau berkata bahwa sesungguhnya Allah meletakkan Ainul Hayat itu di bumi yang gelap.
Dimanakah tempat bumi yang gelap itu ? Tanya raja dan dijawab, yaitu di tempat keluarnya matahari.
Singkatnya, disertai tentara Iskandar Zulkarnain pun berangkat mencari tempat itu. Raja bertanya kepada abdi dalemnya: kuda apa yang sangat tajam penglihatannya di waktu gelap? Mereka menjawab, kuda betina yang perawan. Raja memerintahkan untuk mengumpulkan 1000 ekor kuda betina yang masih perawan, lalu raja memilih di antara tentaranya yang sebanyak 6000 tentara, di antara mereka terdiri juga para cendekiawan dan yang ahli mencambuk.
Di antara para tentara tersebut, Allah SWT menyisipkan Nabi Khidir AS. Setelah menempuh perjalanan jauh selama 12 tahun, tentara yang berjumlah sekitar enam batalyon itu menemukan sebuah tempat yang ternyata gelapnya seperti asap, bukan seperti gelapnya waktu malam.
Seorang cendekiawan mencegah raja masuk ke tempat gelap itu dan tentara-tentaranya berkata kepada raja. “Wahai raja, sesungguhnya raja-raja yang terdahulu tidak ada yang masuk ke tempat gelap ini karena tempat ini gelap dan berbahaya”.
Raja berkata: “Kita harus memasukinya, apapun yang terjadi”.
Saat raja akan masuk, raja berkata kepada pasukannya : “Diamlah, kalian di tempat ini selama 12 tahun, jika aku bisa datang kepada kalian dalam masa 12 tahun itu maka kita pulang bersama, jika aku tidak datang selama 12 tahun maka pulanglah kembali ke negeri kalian.”
Iskandar Zulkarnain bertanya kepada Malaikat Rafail: “Apabila bila kita melewati tempat yang gelap ini apakah kita dapat melihat kawan-kawan kita? “. Rafail menjawab “Tidak bisa kelihatan. Tetapi aku memberimu sebuah mutiara, jika mutiara itu ke atas bumi maka mutiara tersebut dapat menjerit dengan suara yang keras dengan demikian maka teman-teman kalian yang tersesat jalan dapat kembali kepada kalian” .
Raja Zulkarnain masuk ke tempat tersebut dan didampingi oleh Nabi Khidir. Kejadian ini tentu saja sudah diatur oleh Allah SWT. Saat dalam perjalanan di tempatgelap tersebut, Allah SWT memberikan wahyu kepada Khidir: “Bahwa sesungguhnya Ainul Hayat itu berada di sebelah kanan jurang dan Ainul Hayat itu Aku khususkan untuk kamu “.
Setelah Nabi Khidir menerima wahyu tersebut kemudian beliau berkata kepada sahabat-sahabatnya: “Berhentilah kalian di tempat kalian masing-masing dan janganlah kalian meninggalkan tempat kalian sehingga aku datang kepada kalian “.
Khidir berjalan pasti menuju ke sebelah kanan jurang maka didapatilah oleh beliau sebuah sumber air yang bernama Ainul Hayat yang dicari itu. Khidir turun dari kudanya dan beliau mandi di sumber air hidup tersebut. Khidir merasakan bahwa airnya terasa lebih manis dibanding madu. Setelah mandi dan minum Ainul Hayat, dia menemui Iskandar Zulkarnain yang tidak tahu bahwa Khidir As telah mandi di sana.
PENGAJARAN KHIDIR
Nabi Khidir adalah sosok guru bijaksana yang diberkahi Allah SWT hidup sepanjang usia manusia. Dia adalah tanda dan pembelajaran agar manusia tidak boleh mempertuhankan akal rasionya sebagaimana pengajaran kepada para nabi dan wali selama ini. Diajarkan kepada Nabi Musa As sebuah ilmu futurologis yang susah dijangkai akal, Khidir juga pernah bertemu Rasullullah SAW dan bahkan pernah “menyamar” berguru Ilmu Fiqih kepada Imam Anu Hanifah. Di Jawa, dia pernah memberi pengajaran kepada Sunan Kalijaga (Syech Malaya) di tengah laut saat sang Sunan ingin pergi mencari hidayah iman.
Inilah ajaran Khidir kepada Sunan Kalijaga dalam Suluk Ling Lung: Jika kamu berkehendak naik haji ke Mekah, kamu harus tahu tujuan yang sebenarnya menuju Mekah itu. Ketahuilah, Mekah itu hanyalah tapak tilas saja. Yaitu bekas tempat tinggal Nabi Ibrahim zaman dulu. Beliulah yang membuat bangunan Ka’bah Masjidil Haram, serta yang menghiasai Ka’bah itu dengan benda yang berupa batu hitam (Hajar Aswad) yang bergantung di dinding Ka’bah tanpa digantungkan. Apakah Ka’bah itu hendak kamu sembah? Kalau itu yang menjadi niatmu, berarti kamu sama halnya menyembah berhala / bangunan yang dibuat dari batu”.
Perbuatanmu itu tidak jauh berbeda dengan yang diperbuat oleh orang kafir, karena hanya sekedar menduga-duga saja wujud Allah yang yang disembah, dengan senantiasa menghadap kepada berhalanya. Oleh karena itu, biarpun kamu sudah naik haji, bila belum tahu tujuan yang sebenarnya dari ibadah haji, tentu kamu akan rugi besar. Maka dari itu, ketahuilah bahwa Ka’bah yang sedang kautuju itu, bukannya yang terbuat dari tanah atau kayu apalagi batu, tetapi Ka’bah yang hendak kau kunjungi itu sebenarnya Ka’batullah (Ka’bah Allah). Demikian itu sesungguhnya iman hidayah yang harus kamu yakinkan dalam hati.
Nabi Khidir berpesan, “Yang Tunggal ada pada dirimu sendiri dan di sana sudah tercakup makna di dalamnya. Tidak dapat kamu lihat, tiada berbentuk apalagi berwarna, tidak berwujud garis, tidak dapat ditangkap mata, juga tidak bertempat tinggal, hanya dapat dirasakan oleh orang yang awas mata hatinya, hanya berupa penggambaran-penggmabaran (simbol) memenuhi jagad-raya, dipegang tidak dapat”.
Bila kamu lihat, yang nampak seperti seperti berubah-ubah putih, yang terang-benderang sinarnya, memancarkan sinar yang menyalan-yala, Sang Permana itulah sebutannya, hidupnya ada pada dirimu; Permana itu, menyatu pada dirimu sendiri, tetapi tidak ikut merasakan suka dan duka, tempat tinggalnya pada ragamu, juga tidak ikut sakit dan menderita, dan jika Sang Permana meninggalkan tempatnya, raga menjadi tidak berdaya, dan pasti lemahlah seluruh badanmu, sebab itulah letak kekuatannya. Permana, dihidupi oleh nyawa yang mempunyai kelebihan, menguasai seluruh badan, Permana itu bila mati ikut menanggung, namun bila telah hilang nyawa, kemudian yang hidup hanyalah sukma / nyawa yang ada. Kehilangan itulah yang didapatkan, kehidupan nyawalah yang sesungguhnya, yang sudah berlalu diibaratkan, seperti rasanya pohon yang tidak berbuah, Sang Permana yang mengetahui dengan sabar, sesungguhnya satu asal, perhatikan secara seksama penjelasan tadi.
Setelah diajarkan semua pelajaran sampai selesai, tentang ruh idhofi yang menjadi inti pembahasannya; Adapunwujud sesungguhnya Alip itu, asal dan muasalnya itu, berasal dari johar Alip itu, yang dinamakan kalam karsa. Timbullah hasrat kehendak Allah itu menjadikan terwujudnya dirimu; dengan adanya wujud dirimu menunjukkan akan adanya Allah dengan sesungguhnya; Allah itu tidak mungkin ada dua apalagi tiga. Siapa yang mengetahui asal / muasal kejadian dirinya, maka bahwa orang itu tidak akan membanggakan dirinya sendiri.
Adapun sifat jamal (sifat yang bagus) itu ialah, sifat yang selalu berusaha menyebutkan, bahwa pada dasarnya adanya dirinya itu, karena ada yang mewujudkan adanya. Demikianlah yang difirmankan Allah kepada Nabi Muhammad yang menjadi Kekasih-Nya. “Kalau tidak ada dirimu, saya Allah tidak akan dikenal / disebut; Hanya dengan sebab adanya kamulah yang menyebutkan akan keberadaan-KU; Sehingga kelihatan seolah-olah satu dengan dirimu, Adanya Aku, Allah, menjadikan ada dirimu, Wujudmu menunjukkan adanya wujud Dzat-KU”. Dan untuk memperjelas jati dirimu, tidaklah kau sadari, bahwa hampir ada persamaan Asma-Ku yang baik (Asmaul Husna) dengan sebutan manusia yang baik (misal : Allah Yang Maha Pengasih, dengan: Siti Fatimah mengasihi anaknya). Itu semua kau maksudkan untuk memudahkan penggambaran perwujudan tentang Diri-Ku. Padahal kau tahu, Aku berbeda dengan dirimu, yang tidak mungkin dapat disamakan satu sama lain. Dan kamu pasthi mengalami kesulitan dan tidak mungkin dapat melukiskan atau menyebutkan Asma-Ku dengan setepat-tepatnya.
Namamu yang baik dapat menyerupai nama-Ku Yang Baik (Asmaul Husna); Apakah kamu sudah dapat meraih sebutan nama yang baik itu? Baik di dunia maupun di akhirat? Kamu ini merupakan penerus / pewaris Muhammad Rasulullah, sekaligus Nabi Allah. Ya Illahi, ya Allah Tuhanku… (Bagi pembaca maupun pendengar dianjurkan berdoa pada Allah. Insya Allah berhasil kabul apa yang diinginkan, Amin, amin, amin, ya Rabbal alamin).
Nabi Khidir mengakhiri pembacaan Firman Allah SWT, kemudian melanjutkan memberi penjelasan pada Sunan Kalijaga; “Tanda-tanda adanya Allah itu, ada pada dirimu sendiri harap direnungkan dan diingat betul. Asal muasal Alip itu akan menjadikan dirimu bersusah payah selagi hidup. Bagi orang yang senang membicarakan dan memuji dirinya sendiri, akan dapat melemahkan semangat usahanya, antara tidak dan iya penuh kebimbangan. Alip tercipta karena sudah menjadi suratan ketentuan yang digariskan. Sungguhnya alip itu, tetap kelihatan ada dan adanya tidak dapat berubah. Itulah yang disebut Alip. Adapun bila terjadi perubahan, itulah yang disebut Alip Adi, yang menyesuaikan diri dengan keadaanmu.
“Mengapa kamu wajib shalat, di dalam dunia ini?”. Asal mula diwajibkan menjalankan shalat itu ialah menyesuaikan diri dengan ketentuan di zaman azali, kegaiban yang kau rasakan saat itu; Bukankah kamu juga berdiri tegak, bersedekap menciptakan keheningan hati, bersidekap menyatukan konsentrasi, menyatukan segala gerakmu.
Ucapanmu juga perlu kau satukan, akhirnya kau rukuk tunduk kepada yang menciptakanmu, merasa sedih karena malu sehingga menciptakan timbul, keluar air matamu yang jernih, sehingga tenanglah segala kehidupan ruhmu, rahasia iman dapat kau resapi. Setelah merasakan semua itu, mengapa harus sujud ke bumi? Pangkal mula dikerjakan sujud bermula adanya, cahaya yang memberi pertanda pentingnya sujud, yaitu merasa berhadapan dengan wujud Allah biarpun tidak melihat wujud yang sesungguhnya, dan yakin bahwa Allah melihat segala wujuh gerak kita (pelajaran tentang ihsan).
Dengan adanya Islam dimaksudkan, agar makhluk yang ada di bumi dan di langit, dan termasuk dirimu itu, beribadah sujud kepada Allah dengan hati yang ikhlas sampai kepala diletekkan dimuka bumi, sehingga bumi dengan segala keindahannya tidak tampak di hadapanmu, hatimu hanya ingat Allah semata-mata. Ya demikianlah seharusnya perasaanmu, senantiasa merasa sujud di bumi ini. Mengapa pula menjalankan duduk diam seakan-akan menunggu sesuatu? Melambungkan pengosongan diri dengan harapan ketemu Allah! Padahal sebenarnya itu tidak dapat mempertemukan dengan Allah. Allah yang kau sembah itu betul-betul ada. Dan hanya Allah-lah tempat kamu mengabdikan diri dengan sesungguhnya. Dan janganlah sekali-kali dirimu menggap sebagai Allah. Dan dirimu jangan pula menganggap sebagai Nabi Muhammad.
Untuk menemukan rahasia yang sebenarnya harus jeli. Sebab antara rahasia yang satu berbeda dengan rahasia yang lain. Dari Allahlah Nabi Muhammad mengetahui segala rahasia yang tersembunyi dan Nabi Muhammad sebagai makhluk yang dimuliakan Allah sering menjalankan puasa mengeluarkan shodaqoh naik haji melakukan ibadah shalat.
Hidayah iman (petunjuk iman) yang terasa dalam diri perlu ditangkap dengan kesadaran ruh yang sejati. Tidaklah menggunakan telinga. Cara melatihnya juga tanpa dengan mata. Adapun telinganya, matanya yang diberikan oleh Allah. Ada padamu itu. Secara lahir sukma itu sudah ada padamu. Secara batinnya ada pada sukma itu sendiri. Memang demikanlah penerapannya. Ibarat seperti batang pohon yang dibakar. Pasti ada asapnya api. Menyatu dengan batang pohonnya. Ibarat air dengan alirannya. Seperti minyak dengan susu. Tubuhnya dikuasai oleh gerak dan kata hati dari Yang Maha Batin, Hyang Sukma.
Demikan pun wujudmu, suaramu. Serahkan kembali kepada Yang Empunya suara. Justru kau hanya mengakui saja. Sebagai pemiliknya. Sebenarnya hanya mengatas namai saja. Maka dari itu kau jangan memiliki kebiasaan yang menyimpang. Kecuali hanya kepada Hyang Agung. Dengan demikian maka bersiaplah meraga sukma yaitu kata hatimu sudah bulat menyatu dengan Gusti. Apa yang kau pikir dan kau rasakan akan terwujud dan sudah terkuasai olehmu. Jagad seisinya justru benar-benar untukmu. Sebagai upah atas kesanggupanmu sebagai khalifah di dunia ini.
Ia tidak takut kapan pun maut menjemput. Yang sempurna ialah yang diterima dari Tuhan Yang Tak akan tampak wujudnya. Kesempurnaan mati dihadapi dengan damai dengan tidak meninggalkan hak-Nya dan memasuki alam malakut atau alam para nabi yang baunya harum wewangi dan mulia. Semoga sedulur KWA semua mampu menggapainya. Amin..